Hari jumat 25 Oktober 2019 ini, saya berkesempatan untuk mengikuti sebuah event yang sangat keren. Event Startup AtoZ ini memang rutin diadakan oleh Makassar Digital Valley dalam rangka mengembangkan dunia startup di Makassar.

Bekerja sama dengan Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Makassar, kali ini event yang diadakan bertema, “Marketer Character in Digital Era“. Di bawakan oleh bapak Syaril Syam ST. CHt. L.NLP, Director Small Medium Entreprise IMA Chapter Makassar.

Beliau adalah penulis buku Change Limiting Belief dan merupakan seorang pakar pemberdayaan diri.

Yuk simak bagaimana keseruan event ini..

Marketer Character di Era Digital

Mengapa Marketer Character di Era Digital?

Di era millenial jaman now, seorang marketer dituntut untuk selalu memberikan yang terbaik kepada konsumen agar ia mampu bertahan.

Perilaku konsumen yang kian tak tertebak, menuntut pelaku marketing juga mesti punya strategi untuk memenangkan pasar.

Ternyata semua itu harus diawali dari karakter seorang marketer itu sendiri. Sebab dari karakter inilah kita akan mendapatkan pelanggan yang sesuai dengan yang kita harapkan.

Pak Syahril menjelaskan, tak cukup sekedar skill dan knowledge di bidang bisnis dan marketing semata. Tetapi kita butuh sesuatu yang sifatnya lebih fundamental. Dan itu adalah karakter.

Pentingnya karakter bagi pelaku marketing

Karakter punya peran yang begitu besar dalam menentukan transaksi seperti apa yang akan terjadi antara marketer dan konsumen. Dengan kata lain, karakter itulah yang mendatangkan konsumen kepada kita dengan cara yang tak kasat mata.

Sebagai contoh, jika anda menginginkan konsumen yang berperilaku baik, mau membeli dengan cara halal, maka anda juga perlu punya prilaku baik yang memang pantas untuk itu.

Banyak marketer berpikiran bahwa untuk mendapatkan konsumen jaman now, harus menggunakan cara-cara yang tidak halal. Seperti memanipulasi data konsumen, dll.

Karena itu ia harus bisa menghalalkan segala cara untuk bisa sukses.

Namun ternyata itu semua lantaran diri kita sendiri. Justru Karakter dan mindset negatif yang seperti itulah yang mendatangkan konsumen yang buruk kepada kita.

Singkatnya, karakter kita akan menentukan konsumen seperti apa yang akan kita temukan.

Antara Karakter dan Kepribadian

Bapak Syahril Syam memulai dengan menjelaskan apa itu karakter, Apa bedanya karakter dengan kepribadian, serta bagaimana pentingnya karakter bagi seorang marketer. Terutama di era digital seperti sekarang ini.

Karakter

Beliau menegaskan, bahwa karakter tidaklah sama dengan kepribadian.

Karakter adalah apa yang melekat dari dalam diri. Mendarah daging di sanubari. Sehingga apapun kondisinya karakter inilah yang keluar sebagai manifestasi prilaku.

Sementara kepribadian bisa jadi adalah sesuatu prilaku yang dibuat-buat lantaran ada maksud tersembunyi dibaliknya.

Misalnya seorang marketer yang ingin agar konsumen membeli produknya, bisa jadi ia berlaku baik pada konsumen tersebut, sebab ada maunya. Itu adalah kepribadian. Sebab ada maksud dibalik tindakan baik itu.

Sehingga menurut pria yang juga berprofesi sebagai dosen ini, kepribadian bisa saja berubah-ubah. Ketika konsumennya sudah pergi. Maka prilakunya kembali ke tabiat semula. Kalo dia memang aslinya negatif, ya… bisa jadi ia justru ngomel-ngomel, atas prilaku konsumennya tadi.

Namun karakter berbeda.

Ia terjadi karena memang merupakan refleksi dari dalam dirinya. Ia berbuat baik kepada konsumen memang lantaran ingin berbuat baik. Bukan semata ingin agar konsumen membeli padanya.

Baca juga: Bagaimana Kata-kata mempengaruhi hidup kita?

Karakter & Energi di Dunia Quanta

Untuk mengetahui pentingnya karakter positif bagi seorang marketer, maka kita perlu tahu bagaimana karakter itu kemudian memancarkan energi ke alam semesta pada level quantum.

Level terkecil dalam semua benda di alam semesta.

Sebagaimana segala sesuatu di alam semesta ini adalah energi, dan energi hanya bisa menarik energi yang se-frekuensi dengannya, maka karakter positif juga akan menarik energi positif untuk datang dalam kehidupan kita.

Begitupun sebaliknya.

Marketer yang berkarakter negatif, cenderung akan menarik konsumen yang juga berkarakter negatif. Hingga akhirnya ia akan bertanya-tanya sendiri, kenapa konsumen saya kok semuanya nyebelin?

Untuk menggambarkan tentang energi quantum, pak Syahril menjelaskan teori dari John Wheeler yang mengatakan bahwa, sebagai manusia kita bukan hanya bertindak sebagai pengamat alam semesta tetapi juga sebagai partisipatoris (pencipta) alam semesta ini.

karakter sebagai partisipatoris semesta.

Artinya, kita menciptakan kehidupan kita sendiri dengan apa yang kita pikirkan. Melalui mindset dan karakter, kita membentuk dunia kita.

Termasuk dalam hal ini sebagai marketer.

Transaksi seperti apa yang ingin kita bentuk dalam kegiatan bisnis kita sepenuhnya ditentukan oleh karakter, mindset, pikiran dan perasaan kita.

Karakter Seperti Apa Yang Dibutuhkan Marketer di Era Digital?

Lantas Pertanyaan selanjutnya adalah: “Karakter yang seperti apa sih yang dibutuhkan seorang marketer untuk sukses di era digital ini?

Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat tabel level energi dari David R. Hawkins M.D. Ph.D. berikut ini:

level of energy by David R. Hawkins PhD.
Level of Energy – David R. Hawkins Ph.D

Tabel diatas menggambarkan tingkatan level energi yang ada dalam diri kita. Semakin ke bawah energinya semakin rendah dan puncak energi tertinggi adalah pencerahan.

Pak Syahril mengatakan, tingkatan energi pencerahan biasanya adalah energi karakter yang dimiliki para wali, filsuf atau orang-orang yang telah terbuka tabir kecerdasan dan kesadaran murni dirinya.

Nah, lantas dari tabel di atas dimana letaknya karakter seorang marketer?

Penulis buku The Secret of Attractor Factor ini, mengisyaratkan sebaiknya seorang marketer memiliki energi/karakter antara courage (keberanian), neutrality (tidak menghakimi) dan willingness (kemauan).

Kita bisa lihat ketiganya mengeluarkan emosi berupa, affirmasi, trust (kepercayaan), dan optimisme. Ketiga energi ini memang sangat krusial dalam membangun hubungan yang positif dengan konsumen.

Bagaimana Cara Membangun Karakter/Mindset Positif Dalam Diri?

Seorang peserta bertanya, lantas bagaimana caranya membangun karakter positif dalam diri?

Pak Syahril yang juga merupakan seorang Certified Hypnotherapist (CHt.) kemudian menjelaskan tentang pengaruh gelombang otak dalam membangun karakter.

Sebagaimana kita pahami bahwa kita memiliki 4 level gelombang otak, sebagai berikut;

gelombang otak
Gelombang Otak | Img from: sciencedirect.com

Nah, dari keempat gelombang otak ini, orang-orang yang paling sukses adalah mereka yang paling banyak menggunakan gelombang otak theta.

Di gelombang theta inilah, kita membentuk karakter diri. Dengan cara menginput affirmasi positif ke pikiran bawah sadar.

Beliau kemudian menjelaskan bahwa kondisi 15 menit sebelum dan sesudah tidur adalah kondisi yang paling ideal untuk melakukan itu. Itulah ketika otak kita berada pada gelombang tetha.

Baca juga: Terungkap! 7 Keutamaan Bangun Lebih Pagi

Pertanyaan Peserta: Bagaimana Aplikasi Energi Kuantum di Era Digital Marketing?

Tiba waktunya sesi tanya jawab.

Ada beberapa peserta yang mengajukan pertanyaan, kemudian peserta yang bertanya berkesempatan mendapatkan buku Change Limiting Belief oleh pak Syahril Syam.

Dari 4 penanya, ada 1 pertanyaan yang menurut saya cukup penting. Yakni mas Adi seorang mahasiswa. Pertanyaannya seperti ini:

Menghadiri Event "Marketer Character in Digital Era" Bersama Syahril Syam 1
"Kalau energi kuantum membuat kita saling terhubung satu sama lain, lantas bagaimana orang-orang yang melakukan marketing di dunia digital? Dimana kita hanya terhubung melalui dunia online dengan orang-orang yang tidak kita kenal... apakah energi kuantum juga berlaku?"

Pertanyaan ini menjadi penting sebab hari ini dunia digital begitu berkembang pesat. Kita perlu tahu apakah energi kuantum juga berlaku di dunia online.

Jawaban dari pak Syahril begitu tegas!

Energi kuantum berlaku di dunia nyata maupun dunia maya. Baik kepada orang yang dikenal maupun orang yang tidak dikenal.

Media online hanyalah perantara untuk kita terhubung secara nyata. Tetapi secara tak kasat mata kita terhubung dengan siapapun yang se-frekuensi di alam semesta ini.

Kesimpulan

Marketer Character di era digital

Sebagai kesimpulan pentingnya karakter positif bagi seorang marketer di era digital seperti sekarang ini. Sebab karakter yang positif akan menentukan garis transaksi seperti apa yang akan kita alami dalam bisnis kita.

Marketer Character di era digital adalah berani, netral (tidak menilai) dan optimis memiliki kemauan yang tinggi.

Author

Blogger & content writer. Menulis seputar bisnis, marketing, personal growth, konten marketing, career dan hal-hal menarik lainnya. Suka ke warung kopi. Tapi tak begitu suka kopi.

Write A Comment