Self Development

Kekuatan Kata-Kata: Ternyata Menentukan 90% Hidup Kita!

Taukah kamu gimana kekuatan kata-kata mempengaruhi kita? Teryata menurut sains hampir seluruh hidup kita dibentuk lewat kata-kata yang kita pakai.

Penasaran? Yuks simak penjelasan berikut ini ya…

kekuatan kata-kata

Setiap hari kita berkomunikasi dengan orang lain dengan berbagai macam bahasa dan kata-kata.

Berbagai macam kata-kata dan bahasa itu mengalir deras begitu saja dari mulut kita.

Bahkan menurut sebuah study wanita mengeluarkan 13.000 hingga 20.000 kata-kata setiap harinya. Sementara pria mengeluarkan kata-kata sekitar 6.000 sampai 10.000 dalam sehari.

Bisa dibilang, kata-kata sudah jadi bagian hidup kita.

Bahkan kita bisa mengetahui kejiwaan seseorang hanya dengan memperhatikan pilihan kata-katanya.

Namun ternyata bukan cuma itu.

Artikel kali ini coba menguak, apa dan sampai di mana saja pengaruh kata-kata dalam membentuk hidup kita secara keseluruhan.

Langsung saja berikut ulasannya…

Bagaimana Kata-Kata Mempengaruhi Molekul Tubuh Kita

Kamu mungkin sudah pernah dengar tentang penelitian yang dilakukan oleh Dr. Masaru Emoto tentang air.

Bagi yang belum tau, Ia adalah seorang ilmuwan dan peneliti dari Hado Institute Jepang. Yang meneliti tentang bagaimana reaksi air terhadap kata-kata yang dibacakan padanya.

Tapi, selain air ia juga menggunakan media Nasi sebagai objek penelitian.

Dalam penelitian tersebut, nasi yang sama dibagi ke dalam 3 wadah yang berbeda.

Kemudian pada nasi pertama, diberi tulisan positif. Seperti, “Kamu baik, I love You, terima kasih,” dan lain sebagainya.

Nasi kedua diberi tulisan yang negatif. Semisal, “Kamu busuk, jahat, aku benci kamu.”

Sementara nasi ketiga dibiarkan saja tanpa tulisan apa-apa.

Setiap hari, nasi-nasi itu dibacakan kata-kata yang tertulis di masing-masing wadahnya. Apa yang terjadi kemudian sangat mengejutkan…

Pada hari ke 27, nasi pertama―yang diberi tulisan kata-kata positif―menjadi tidak basi. Ia hanya berjamur, tapi jamurnya bukan yang bau, melainkan jamur ragi yang wangi.

Nasi kedua, secara mengejutkan menjadi basi, menghitam dan busuk lebih cepat.

Sementara nasi ketiga, nampak berkerak kehitaman alami.

Kekuatan Kata-Kata: Ternyata Menentukan 90% Hidup Kita! 1

Akhirnya Dr. Emoto mengambil kesimpulan bahwa, memang kata-kata memiliki dampak kekuatan yang mempengaruhi kondisi seseorang dan sesuatu.

Baca juga: 50 Quotes Inspiratif Meningkatkan Kepercayaan Diri

Hal yang sama juga terjadi pada air.

Dalam bukunya The True Power of Water, ia menunjukkan bahwa air yang selalu dibacakan kalimat-kalimat positif membentuk Kristal persegi enam yang sangat indah.

Sementara jika kata-kata yang diucapkan adalah negatif, air tersebut kristalnya menjadi rusak dan tak beraturan.

(Sementara menurut Dr. Emoto sendiri, Kristal air terbaik adalah air zam-zam dari Mekah, di mana bentuknya sempurna menyerupai berlian.)

Sekarang bagaimana dengan Manusia?

Bukankah 90% tubuh kita adalah air? Jadi kita bisa tebak sendiri bagaimana pengaruh kekuatan kata-kata positif terhadap tubuh kita.

Bagaimana Kekuatan Kata-Kata Membentuk Kepribadian Kita

Dalam ilmu Antropologi, ada satu cabang ilmu yang disebut “labelling theory” atau “teori menandai.

Teori ini mengatakan bahwa identitas dan kepribadian seseorang ternyata ditentukan oleh kata apa yang dominan dilabelkan kepadanya.

Sebagai contoh, jika seseorang sering dipanggil “si jahat” atau “si pemalu” pada akhirnya benar-benar akan menjadi seperti itu.

Begitupun halnya jika seseorang sering diberitahukan hal-hal positif, pada akhirnya ia akan menjadi benar-benar positif dalam hidupnya.

(Kebetulan Labelling Theory ini juga saya bahas pada buku “The Power of Pretending”).

Namun kebanyakan dari kita tidak paham akan hal tersebut. Kita seenaknya saja mengatakan kata-kata negatif kepada anak-anak kita.

Contoh kita menghardik anak-anak: “Kamu kok penakut?

Harapan kita dengan mengatakan begitu, anak-anak akan sadar, dan akhirnya menjadi lebih berani.

Jangan harap!

Justru ia akan semakin percaya bahwa dirinya adalah penakut.

Sehingga ia menjadi benar-benar penakut.

Apalagi jika yang mengatakannya adalah orang yang dianggap role model. Seperti orang tua atau guru.

Sejatinya anak-anak itu adalah manusia-manusia paling pemberani.

Mereka tidak takut apa-apa, sebab tidak ada konsep takut dalam otaknya. Hanya saja kitalah orang tua yang kerap kali menjejalkan konsep takut itu kepadanya.

Misalnya kita katakan, “Kalau kamu tidak tidur siang, nanti digigit hantu loh!” akhirnya, si anak menjadi ketakutan beneran.

Sayangnya, hal semacam ini dibawa sampai dewasa. Ketakutan-ketakutan itu mengendap dan mengakar di dalam diri kita selamanya.

Baca juga: Benarkah Otak Kita Lebih Mudah Terjebak Dalam Kondisi Negatif, Ketimbang Kondisi Positif?

Begitulah pentingnya kata-kata membentuk kepribadian kita. Jadi penting untuk memilih kata-kata yang benar-benar positif yang bisa memberdayakan kehidupan.

Masalahnya setiap hari, lebih sering kita mengucilkan bahkan menghina diri sendiri.

Ketika berdiri di depan cermin, berbagai sumpah serapa lebih gampang mengalir keluar mulut kita daripada pujian-pujian positif.

Kekuatan kata-kata dalam Dunia Bisnis dan kesuksesan Karir

Salah satu faktor penting yang menentukan kesuksesan seseorang adalah hubungannya dengan orang lain.

Baik dengan keluarga, guru, mentor, atasan maupun dengan konsumen.

Dan untuk membangun hubungan yang baik, ternyata dibutuhkan kata-kata yang tepat dalam berkomunikasi.

Andrew Newberg, M.D. dan Mark Robert Waldman, dalam bukunya, “Words Can Change Your Brain“, bilang kalo satu kata punya kekuatan mempengaruhi gen yang mengatur tekanan fisik dan emosional seseorang.

Artinya, apa yang kita katakan pada seseorang akan sangat menentukan bagaimana mereka akan memperlakukan kita.

Para pelaku bisnis dan marketing paham betul tentang ini. Itulah kenapa ilmu copywriting itu penting banget dalam penjualan.

(Copywriting: seni menjual lewat kata-kata)

Joe Vitale, penulis buku Hypnotic Writing menyebutkan, memang ada kata-kata tertentu yang mampu mendorong orang untuk membeli suatu produk.

Baca juga: Panduan Storytelling Dalam Bisnis

Bagaimana Kekuatan Kata-Kata Membentuk Garis Hidup Kita?

“Ucapan adalah doa.” Begitu kata orang-orang.

Hal ini sangat sejalan dengan hukum Law of Attraction (LoA) yang belakangan menjadi begitu digandrungi.

Sama-sama sudah kita pahami, bahwa menurut hukum ini, apapun yang kita pikirkan, itulah yang akan kita kirim ke semesta, dan untuk selanjutnya, oleh semesta akan dikirim balik ke kehidupan kita dalam wujud nyata.

Singkatnya, “Though become thing!” Pikiran menjadi kenyataan.

Jadi dari sini bisa kita simpulkan, Kondisi kita hari ini adalah hasil dari apa yang kita pikirkan kemarin.

Dan apa yang akan terjadi besok, ditentukan oleh apa yang kita pikirkan hari ini.

Kita benar-benar mendapatkan apa yang kita pikirkan.

“Melalui pikiranlah, kita membentuk dunia kita.” Begitu nasehat Sang Buddha.

Sementara di dalam hadist qudsi sendiri, Tuhan pernah berfirman, “Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”

Kata-kata yang kita gunakan memiliki kekuatan untuk membentuk hidup kita.

Memilih Kata-Kata Yang Memberdayakan

Sekarang gimana pikiran kita dibentuk?

Menurut Toni Robbins, Motivator No. 1 Se-dunia, kata-kata yang kita gunakan sehari-hari menghasilkan dampak tersendiri pada pikiran kita.

Karena itu, dalam bukunya, “Awaken The Giant Within,” ia mengajarkan untuk mengganti perbendaharaan kata-kata yang kita pake sehari-hari.

Misalnya, ketika kamu mau bilang “saya benci makanan ini,” akan lebih baik kalo kamu mengatakan, “saya lebih suka yang lainnya.”

Dari pada mengatakan, “Aku rapopo!,” akan terasa pengaruhnya jika kita mengatakan, “Saya luar biasa dahsyat!

Rasanya beda kan?

Nah, Begitulah kekuatan kata-kata.

Sebuah kata masing-masing memiliki kesan yang menciptakan gambaran dari pikiran kita.

Dan dari sanalah kehidupan kita dibentuk.

Kesimpulan

Pada akhirnya, begitulah bagaimana kehidupan kita dibentuk dari kata-kata.

Hal yang kerap kali kita pandang remeh dan sepele, ternyata adalah yang paling berdampak membentuk garis kehidupan kita sendiri.

Sekarang pilihannya ada di kamu.

Mau terjebak dalam perangkap kata-kata negatif? Atau memilih untuk gagah dengan kalimat-kalimat positif yang memberdayakan.

Akhirnya, marilah kita pegang teguh kata-kata bijak Konfusius berikut ini: “Tanpa mengenal kuasa kata-kata, mustahil kita mengenal kuasa manusia.”

Jadi, Apa kata-kata kamu? Komen ya!

Edward Rhidwan

Edward adalah seorang penulis dan Trainer di bidang Career & Self Development. Majalah Cosmopolitan menyebutnya sebagai "Pakar Motivasi Karir".

Recommended Articles

3 Comments

  1. Lalu bagaimana jika ketika kita sudah mengganti kata2 negatif menjadi positif namun kita jadi merasa terganggu lantaran tidak sesuai dengan fakta, otomatis ada penolakan dari dalam diri. Misal ada seorang yg sedang kesusahan finansial, dia mengganti kata2 negatif menjadi positif menjadi “saya berlimpah uang, saya sukses” alih2 merasa gagah (atau tenang) yang ada akan terjadi penolakan dari dalam dirinya karena tidak sesuai dengan kenyataan

    1. terima kasih pertanyaannya bagus sekali…

      1. proses mensugesti diri sendiri dengan kata-kata positif, tidak bisa dilakukan dengan hanya sekali saja. Sugesti hipnosis, terutama self hypnosis, membutuhkan pengulangan (repetisi) yang konsisten. Adalah sangat normal, jika diawal terjadi penolakan sebab begitulah cara kerja RAS (faktor kritis pikiran kita). Namun semakin sering kita melakukan repetisi, maka lama kelamaan kata-kata itu akan diterima sebagai sebuah kebenaran.

      2. Banyak orang me-miskonsepsikan antara kata-kata dengan tindakan. Bahwa hanya dengan mengganti kata-kata kemudian kita tidak perlu bertindak. Artikel ini sama sekali tidak mengajarkan untuk itu. Mengubah kondisi finansial menjadi lebih baik tentu membutuhkan tindakan dan action yang jelas dan terukur. Namun ketika tindakan itu dibarengi dengan sugesti diri dengan kata-kata positif dan memberdayakan maka hasilnya akan jauh lebih signifikan.

      sekian, semoga menjawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *