“Dapur, Sumur & Kasur.” Itulah 3 kata yang kerap melekat pada sosok seorang perempuan. Seakan perempuan hanya boleh berkutat di sana dan tak boleh punya karir dan pendidikan yang bagus.

Padahal sejatinya, perempuan juga punya peran penting dalam kemajuan suatu bangsa.

Bagaimana upaya pemberdayaan perempuan dewasa ini? Serta bagaimana Educenter, sebagai pusat pendidikan modern, juga peduli dengan isu penguatan peran perempuan melalui pendidikan?

***

Meningkatkan peran dan kapasitas perempuan

Beberapa tempo lalu, kita disajikan berita mengenai sosok “Doktor Psikologi” DS yang diduga melakukan tindakan pelecehan seksual kepada banyak wanita yang merupakan klien terapi dan peserta trainingnya.

Berita ini menjadi viral, setelah selebgram RevinaVT menguak berbagai bukti-bukti percakapan yang diduga antara DS dengan para korbannya.

Korban diajak untuk terapi di hotel, setelah itu dilecehkan dan diajak berhubungan badan.

Sampai sekarang, kasus ini masih ditangani pihak berwajib.

Benar atau tidaknya biarkan pengadilan yang memutuskan. Namun kasus ini, setidaknya membuka mata kita bersama. Bahwa isu kekerasan terhadap perempuan (KtP) masih marak terjadi di negeri kita.

Kekerasan Terhadap Perempuan dan Kesetaraan Gender di Indonesia

Meski tiap tahun kita memperingati hari Kartini, faktanya isu kesetaraan gender dan kekerasan terhadap perempuan (KtP) masih memprihatinkan.

Menurut laporan dari Komnas Perempuan dalam CATAHU (Catatan Tahunan) 2019, angka kekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Selama tahun 2018 saja, tercatat ada 406.178 kasus. Naik 14% dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar 348.446.

jumlah kekerasan terhadap perempuan data komnas perempuan

Berdasarkan data yang ada, jenis kekerasan yang paling menonjol adalah ranah pribadi (KDRT) sebesar 71% (9.637 kasus). Dan ranah publik (28%).

Di ranah publik, kekerasan terhadap perempuan tercatat 3.915 kasus. 64% kekerasan adalah Kekerasan Seksual yaitu Pencabulan (1.136), Perkosaan (762) dan Pelecehan Seksual (394). Selebihnya kekerasan fisik dan psikis.

jenis  kekerasan di ranah publik

Angka-angka ini hanya berarti satu hal: Isu kesetaraan Gender di Indonesia masih minim.

Melihat dari laporan World Economic Forum dalam The Global Gender Gap Report 2017, dalam hal kesetaraan gender, Indonesia masih kalah dari negara-negara ASEAN seperti Filipina, Vietnam dan Laos.

Kita berada di posisi ke-6, dengan index skor 0,691. Sementara Filipina 0.790. Di dunia kita berada di posisi ke 84 dari 144 negara.

Global Gender Gap index ASEAN

Upaya Pemberdayaan Perempuan untuk Mencapai Kesetaraan Gender

Setiap tanggal 21 april, kita memperingati hari Kartini, untuk memperingati perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Serta menggelorakan kembali semangat juang itu untuk emansipasi wanita di hari modern ini.

Tahun 2020 ini, sejak Keputusan Presiden RI Nomor 108 Tahun 1964, sudah 56 tahun isu emansipasi dan kesetaraan wanita itu terus disuarakan. Meski begitu, peringatan hari Kartini saja tidak cukup.

Pemberdayaan perempuan harus jadi tujuan utama pembangunan. Sebab menurut hasil study McKensey, kesetaraan gender adalah kunci pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Dilansir katadata.com, jika Indonenesia mampu mencapai target kesetaraan gender, maka diproyeksikan pada tahun 2025, akan ada penambahan $135 Milliar pada PDB.

Ini sejalan dengan tujuang kelima dari Sustainable Development Goals (SDGs), yakni Achieve gender equality and empower all women and girls.

Melalui SDGs ini diharapkan;

  1. Mengurangi diskriminasi terhadap perempuan dimanapun
  2. Menghilangkan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, baik fisik, psikis maupun seksual.
  3. Perempuan memiliki akses dan peluang yang sama terhadap semua sumberdaya kehidupan, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan politik.

Nampaknya, semua upaya yang dilakukan selama ini sedikit banyak membuahkan hasil. Data BPS terhadap Index Pembangunan Gender (IPG), sebagai indikator pembangunan manusia perempuan terus menunjukkan trend positif.

Index Pembangunan Gender

Pendidikan Adalah KOENTJI-nya

Selama ini, ada banyak hal yang menentukan mengapa kesetaraan gender dan Kekerasan terhadap Perempuan masih tinggi di Indonesia.

Global Gender Gap Report menyebutkan, kurangnya partisipasi perempuan di dunia kerja dan politik adalah salah satu penyebabnya.

Tapi, jika kita ingin merunut ke belakang. Rasa-rasanya tidak ada yang lebih penting daripada faktor Pendidikan.

Ya, Pendidikan adalah kuncinya!

Jika ingin memberdayakan perempuan, harus dipastikan perempuan mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Dengan pendidikan, perempuan punya akses dan peluang yang sama untuk memasuki dunia kerja yang lebih baik. Dengan pendidikan, perempuan bisa berpartisipasi di dunia politik dan pemerintahan.

Dengan pendidikan, wanita bisa memperjuangkan mimpi-mimpinya. Merengkuh masa depan yang lebih baik untuk dirinya. Dan keluarganya.

Karena itu, peningkatan dan penguatan peran perempuan adalah menjadi tanggung jawab semua pihak. Salah satu yang juga begitu peduli dengan isu perempuan adalah mall edukasi dan pusat pendidikan keluarga, Educenter.

Educenter, Solusi Kebutuhan Pendidikan Masa Kini

Educenter Building

Seperti namanya, Educenter adalah gedung pusat pendidikan pertama dan terbesar di Indonesia.

Sebagai pusat pendidikan, Educenter memiliki lebih dari 20 institusi pendidikan yang bisa anda pilih. Mulai dari pre-school, sampai pre-college dan persiapan perguruan tinggi. Dengan berbagai bidang pendidikan seperti musik, matematika, sains, komputer, bahasa dan masih banyak lagi.

Hadir mengusung tema “One Stop Education of Excellence Under One Roof,” Educenter ingin menawaran solusi mengefisienkan waktu belajar anak-anak dan orang tuanya.

Dengan semua kebutuhan kursus dan pendidikan ada dalam satu atap, anda tidak perlu buang-buang waktu dan tenaga hanya untuk sekedar berpindah dari satu tempat kursus ke tempat kursus berikutnya.

Belum lagi kita bicara macetnya kota jakarta, sehingga mayoritas waktu hanya akan habis di perjalanan. Itu baru satu anak, bagaimana jika anda punya 2 atau 3 orang anak?

Nah, di Educenter anda tidak perlu risau dengan hal tersebut. Sebab semua tempat kursus tersedia di dalam 1 gedung.

Selain itu, juga terdapat berbagai fasilitas yang bisa digunakan oleh murid dan orang tua sembari menunggu. Seperti misalnya playground, cafe dan resto untuk makan siang atau menghabiskan quality time dengan keluarga tercinta.

Juga tersedia beragam event-event seru dan menarik untuk orang tua dan anak.

Puluhan Institusi Pendidikan Dalam Satu Atap

Sebagai mall Edukasi pertama di Indonesia, konsep pendidikan yang ditawarkan Educenter menjadi solusi kebutuhan pendidikan masa kini.

Ini adalah jawaban antara kebutuhan pendidikan yang kian tinggi dengan kebutuhan akan quality time bersama keluarga yang juga gak kalah pentingnya.

Di Educenter, berbagai Institusi pendidikan tersedia dalam 1 gedung. Sehingga anda bisa menghemat waktu dan tenaga untuk sekedar mengantar anak ke tempat kursusnya yang jauh.

Educenter Solution

Benar-benar sangat memudahkan bukan? Dengan konsep pendidikan seperti ini, Educenter akan jadi trend baru pendidikan di Indonesia. Ke depannya, kita berharap Educenter bisa hadir di semua kota di Indonesia. Menghadirkan akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi wadah untuk quality time dengan keluarga.

Solusi Pendidikan Untuk Perempuan

Perempuan kerap mendapat pelecehan dan kekerasan seksual di ruang publik. Terutama di transportasi umum seperti di angkot ataupun di MRT.

Dengan ketersediaan akses pendidikan yang beragam di dalam satu atap, perempuan tidak lagi perlu riweh untuk pergi ke sana ke mari.

Ini tentu menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi untuk perempuan dan anak.

Dengan mendaftakan anak di Educenter, sedikit banyak mengurangi kekhawatiran orang tua terhadap para predator perempuan dan anak yang berkeliaran di mana-mana.

Di sini anda sebagai orang tua, bisa tetap mengawasi anak-anak anda sembari mereka belajar. Sistem keamanan yang ada Educenter tentu lebih terjamin dan ramah perempuan dan anak.

Educenter

Kesimpulan: Perempuan, Pendidikan & Tiang Negara

Study McKensey 2018 menyebutkan bahwa perempuan punya peran kunci dalam membangun perekonomian sebuah bangsa. Dengan kata lain, semakin cerdas dan berkualitas perempuan dalam suatu negara, maka akan semakin kokohlah ekonomi negara itu.

Persis seperti ungkapan dalam agama yang menyebutkan, “Perempuan adalah tiang negara.

Untuk meningkatkan dan memberdayakan peran dan kapasitas perempuan, tak ada cara lain, kecuali melalui pendidikan yang berkualitas.

Dan itu adalah tanggungjawab semua.

Educenter sebagai pusat pendidikan yang mengusung konsep mall edukasi pertama dan terbesar di Indonesia, telah menawarkan solusi akan kebutuhan pendidikan masa kini yang berkualitas dan ramah terhadap perempuan.

Sekian, semoga berguna. Semoga menggugah. #Educenterid

Author

Blogger & content writer. Menulis seputar bisnis, marketing, personal growth, konten marketing, career dan hal-hal menarik lainnya. Suka ke warung kopi. Tapi tak begitu suka kopi.

Write A Comment

error: Content is protected !!