Satu hal yang paling penting jika kita ingin kembangkan skill menulis adalah menemukan gaya menulis sendiri. Hal ini sebenarnya gampang-gampang susah. Sebab ada orang yang memang dari sananya senang menulis, dia begitu enjoy menulis maka dengan mudahnya ia bisa menulis.

Dan bukan hanya itu, karena ia begitu menikmati proses menulis, maka ia bisa menghasilkan gaya menulis yang unik, punya ciri khas, dan sesuai dengan dirinya sendiri.

menemukan gaya menulis sendiri

Jangan ditanya, ada banyak sekali orang yang seperti ini. Sepanjang pembelajaran saya sebagai seorang blogger dan penulis, tidak sedikit saya temukan orang-orang yang punya kelebihan demikian. Pun saya belajar banyak dari mereka.

Namun permasalahannya bagaimana jika kita tidak punya passion yang demikian besarnya dalam menulis tapi kita juga ingin bisa menciptakan tulisan yang ‘nyedot’ perhatian orang. Yang memiliki ciri dan karakteristik tersendiri?

Nah, Insya Allah itulah yang akan menjadi bahasan utama kita pada kali ini. Yang kebetulan di tempat saya mataharinya sedang malu-malu. Bagaimana di tempat Kamu?

3 Langkah Menemukan Gaya Menulis Kamu Sendiri

Menurut Neil Patel, seorang pakar konten marketing (penulis konten blog untuk tujuan marketing) dari Quicksprout.com, ada 3 langkah utama yang bisa kita lakukan jika kita kebingungan dalam menemukan gaya menulis kita sendiri. Ketiganya yakni;

  1. Imitasi (meniru)
  2. Mastery (menguasai)
  3. Inovasi (mengembangkan/memperbaharui)

Ketiga langkah ini mungkin agak mirip-mirip dengan metode ATM yang diajarkan banyak orang. Yakni, amati, tiru dan modifikasi. Ya, bisa dikatakan begitu.

Tapi dalam hal ini ada satu hal membedakan, yakni mastery (menguasai). Dalam proses yang akan kita kuak pada tulisan ini, kita kudu berlatih bukan hanya untuk meniru tulisan orang lain yang kita senangi, tapi juga mengusainya. Jadi ada proses latihan yang harus dijalani. Baru kemudian kita berinovasi untuk menciptakan gaya kita punya gaya tulisan sendiri.

Jangan Langsung Sempurna!

Karena jika saja kita belum punya kemampuan yang demikian cemerlang dalam menulis, maka satu hal yang sangat fatal untuk kita pegang teguh adalah ini; Tidak ada tulisan yang langsung sempurna di awal. Semua penulis hebat juga tahu ini.

Tidak ada cara terbaik untuk jago menulis, selain terus menerus berlatih menulis.” Ungkap penulis tenar Dewi ‘Dee’ Lestari.

Ketika menulis, kemungkinan besar di awal tulisan kita pasti buruk. Tidak bagus dan tidak karuan. Tapi memang seperti itulah prosesnya. Tidak ada tulisan yang langsung sempurna di awal. Karena itulah ada proses mengedit setelah kita menulis.

Mengedit dan menulis itu adalah 2 hal yang berbeda. Menulis adalah menuangkan isi pikiran kita di kertas. Yang namanya ide ‘isi pikiran’ itu pasti tidak runut, tidak tertata dan loncat-loncat. Mengedit adalah menyusun isi pikiran yang sudah tertuang itu menjadi kalimat yang bisa dimengerti dan enak dibaca oleh orang lain.

Kebanyakan penulis pemula ingin tulisannya langsung bagus, langsung sempurna di awal. Padahal penulis professional sekelas Dee, Andrea Hirata, dan J.K Rowling pun tidak begitu.

Karena itulah ada proses mastery (penguasaan) dalam 3 langkah yang dikemukakan Neil Patel di atas. Proses mastery ini hanya bisa dilakukan dengan latihan dan latihan menulis yang terus menerus.

Inilah Langkah-Langkahnya!

Nah, untuk bisa menemukan gaya menulis Kamu sendiri, juga butuh proses. Tidak bisa langsung ketemu begitu saja. Apalagi ketika kita memang tidak terbiasa menulis dari kecil.

Untuk itu, berdasarkan 3 point penting diatas, berikut langkah-langkah untuk mempraktekkanya:

1. Temukan 5 konten tulisan yang gaya penulisannya Kamu senangi. Konten tulisan itu bisa berupa postingan blog, tulisan di sosial media, atau bahkan tulisan dalam buku sekalipun.

2. Baca dan pelajarilah masing-masing tulisan yang ada. Terutama dalam hal gaya penulisannya. Temukan bagian-bagian yang mahal, unik, dan khas dari masing-masing tulisan. Tandai bagian-bagian tersebut. Bila perlu catat pada kertas lain beserta nama penulisnya.

Misalnya seperti berikut:

Nama PenulisJudul TulisanContoh bagian yang mahal, unik dan khas dalam tulisannya.
Yodhia AntariksaImpression Manajemen: Cara cari muka secara elegan di hadapan Bos“Cari muka, kalimat ini mungkin telah tergelincir menjadi semacam dirty work dengan aura negatif yang muram.”
Ciri khas:# Diksi (pilihan kata) yang unik misalnya kata tergelincir.# Ada permainan kata-kata yang sedikit ‘lebay atau mendayu-dayu’ dalam menyampaikan suatu kalimat. (ini contoh: sekali lagi ini ciri khas. Dan ini unik)
Ippho SantosaTulisan dalam buku 7 Keajaiban Rezeki“Kembali soal keselarasan. Dalam seminar dan pelatihan saya sering wanti-wanti, rambut sama hitam, tapi impian beda-beda. Apalagi zaman sekarang, rambut ada yang merah, kuning, hijau. Rights?”
Ciri Khas:# Humoris# Blak-blakan. Kalimatnya pendek dan to the point.

3. Sekarang pilihlah satu tulisan yang menjadi favorit Kamu dari kelima contoh yang ada. Baca lagi tulisan itu pelan-pelan. Kata demi kata. Dan dengan suara lantang bila perlu. Pelajari bagaimana penulis tersebut melakukan hal-hal berikut:

  • Seperti apa kalimat pertamanya?
  • Bagaimana format pembuka artikelnya? Bagaimana pengembangan topiknya dan bagaimana idenya dikemukakan?
  • Bagaimana penggambaran artikelnya?
  • Bagaimana ia mengakhiri tulisannya?

4. Sekarang waktunya mencoba sendiri. Tulislah sebuah artikel atau postingan blog yang serupa dengan yang sudah Kamu baca. Cobalah untuk meniru gaya menulisnya.

5. Lakukan ini pada 4 contoh tulisan lainnya. Jika sudah, maka Kamu akan memiliki 5 artikel tulisanmu. Dengan masing-masing menyerupai gaya penulisan penulis favoritmu.

6. Review kelimanya. Kemudian pilihlah 1 yang paling mudah menurut Kamu. Dan paling Kamu senangi. Yang paling sesuai dengan kepribadian Kamu.

7. Tulislah artikel keenam Kamu dengan gaya penulisan seperti yang baru saja Kamu pilih. Kemudian kali ini lakukan perubahan sedikit-sedikit, agar terasa paling sesuai dengan gaya Kamu sendiri.

8. Dari setiap artikel yang Kamu tulis, modifikasilah sesuai gaya Kamu sehingga terkesan unik bagimu. Tujuannya adalah membuat tulisan yang bikin orang lain mengatakan, “ketika saya membaca tulisan anda, saya bisa mendengar anda bicara.” Maka pada saat itulah Kamu sudah menjadi unik. Kamu sudah menemukan gaya menulis tersebut.

9. Lakukan proses ini terus menerus sampai Kamu benar-benar merasa srek dengan tulisanmu sendiri.

Menjadi Diri Sendiri!

Nah itulah beberapa langkah yang bisa Kamu lakukan untuk menemukan gaya menulis sendiri. Yakni pertama kita meniru gaya menulis penulis favorit kita, kemudian kita belajar dan berlatih untuk menguasai bagaimana menulis artikel yang seperti itu, baru kemudian selanjutnya kita kembangkan dan kita modifikasi sesuai dengan selera kita sendiri.

Namun sekali lagi, prinsipnya adalah latihan yang terus menerus bekepanjangan. Karena sebagaimana yang diajarkan oleh Dewi “Dee” Lestari, bahwa “menulis adalah skill dan jam terbang.” Semakin sering kita latihan, membaca, dan belajar maka akan semakin terasahlah kita punya kemampuan.

Dan satu prinsip yang jauh lebih penting di atas segalanya adalah ini: Percaya diri dan jangan takut salah! Menjadi penulis hebat, yang punya gaya penulisan sendiri, berarti menunjukkan karakter dan keunikan kita as a person. Dan untuk itulah kita membutuhkan kepercayaan diri.

Sebenarnya menulis itu tidaklah pernah sulit. Yang sulit adalah menjadi seperti gaya tulisan orang lain. Sebaliknya menulislah seperti cara kita berbicara. Latihan diatas memang kita meniru gaya tulisan orang lain, tapi bukan itu tujuan utama kita. Tujuan utama kita adalah untuk menemukan gaya menulis kita sendiri.

Kita hanya berlatih menulis seperti mereka diawal sebagai latihan dan proses untuk menemukan gaya menulis kita. Selanjutnya jika kita ingin menulis, maka kita harus melupakan semua proses itu. Dan kemudian kita menjadi diri sendiri. Barulah tulisan kita bisa punya ciri khas dan gaya penulisan tersendiri.

Sekian tulisan kali ini, semoga berguna. Semoga menggugah.

Author

Blogger & content writer. Menulis seputar bisnis, marketing, personal growth, konten marketing, career dan hal-hal menarik lainnya. Suka ke warung kopi. Tapi tak begitu suka kopi.

Write A Comment

error: Content is protected !!