cara melepaskan emosi negatif

Sebagaimana yang pernah saya tulis pada postingan sebelumnya, tentang cara mencintai diri sendiri, bahwa hal pertama yang perlu kita lakukan dalam praktek self-love adalah self-forgiveness, atau memaafkan diri.

Memang apa sih tujuannya kita memaafkan diri sendiri? Agar kita bisa melepaskan emosi negatif yang tertinggal dari kejadian menyakitkan/kesalahan yang kita perbuat di masa lalu.

Nah, karena itu untuk tulisan kali ini saya akan berbagi tentang cara mudah melepaskan emosi negatif itu.

So, Let’s dive in

Pentingnya Melepaskan Emosi Negatif

Sebagaimana namanya, emosi negatif itu memang berdampak buruk terhadap kehidupan kita. Yang paling parah, bentuknya pun beraneka ragam. Kadang kita sendiri tidak menyadari keberadaannya.

Contoh, ketika ada orang yang semasa kecilnya sering di-bully, maka secara mental dampak negatif dari pembullian itu akan terus dibawa sampai usia dewasanya. Bahkan saking lamanya, itu sudah dianggap sebagai bagian dari dirinya sendiri.

Ia pun tumbuh menjadi orang yang tidak percaya diri, minder dan pemalu.

Secara sadar, mungkin ia sudah lupa dengan kejadian pembulian itu. Mengingat sudah dari kecil. Ia sendiri tidak sadar bahwa ia menjadi tidak percaya diri akibat kejadian tersebut. Dianggapnya semuanya memang sudah takdir, bahwa ia dilahirkan tidak berharga.

Sehingga upaya untuk menyembuhkan diri sendiri pun sudah tidak ada.

Nah, kalau kita yang mengalaminya apakah kita akan biarkan semuanya menghantui dan membatasi hidup kita yang hebat ini? Tentu tidak, kan?

Tapi, apa kita yakin bahwa jauh di bawah sadar kita tidak ada hidden emotional believe yang tak kita sadari?

Jangan-jangan kita juga mengalaminya dalam kadar tertentu.

Coba cek hidup kita, apakah selama ini semuanya baik-baik saja? Apa tidak ada prilaku yang tidak wajar? Atau adakah sikap buruk yang ingin kita ubah, tapi susah sekali berubahnya?

Apakah kita tidak bisa lepas dari prilaku boros? Tidak bisa liat barang diskon dikit, meskipun sejatinya barang itu tidak kita butuhkan?

Atau apakah kita punya kebiasaan buruk yang mengganggu, seperti suka nonton porno? Suka nangis sendirian tiba-tiba?

Coba deh dicek lagi, bisa jadi itu semua adalah manifestasi dari emosi negatif yang masih tersimpan di pikiran bawah sadar loh.

Contoh, kenapa orang suka boros? Oh ternyata dulunya ia miskin dan tidak punya teman. Hal itu tanpa sengaja ternyata bikin dampak negatif yang tidak kita sadari. Tiba-tiba muncul emosi negatif atau pernyataan emosional dari bawah sadar, “nanti kalo saya ada duit, saya akan ini itu…

Tanpa kita sadari, itulah akar dari semua sikap boros kita selama ini.

Tapi, sebelum melepaskannya…

Dengan semua hal tersebut, maka jelaslah bahwa emosi negatif yang ada itu perlu untuk dilepaskan. Emosi negatif yang tersimpan dan mengendap dari kejadian pilu di masa silam, bisa mengurangi kualitas hidup kita.

Namun, sebelum kita melepaskannya penting untuk mengenali penyebabnya.

Sejatinya emosi negatif ini, juga bisa memberikan pelajaran tentang bagaimana tubuh kita bekerja. Kita jadi lebih paham dengan diri sendiri.

Menurut sebuah artikel dari verywellmind.com, bahwa emosi negatif itu bisa memberikan dampak positif, selama ia dikelola dengan baik.

Emosi negatif sejatinya adalah pembawa pesan dari tubuh bawah ada sesuatu yang gak beres dengan tubuh kita. Karena itu, mengenali pesan itu menjadi penting untuk dilakukan.

Mengelola emosi negatif, berarti menerima bawa sebagai manusia adalah normal kita merasakannya, mencari tahu penyebabnya, dan yang paling penting mengetahui pesan yang coba disampaikan.

Setelah itu baru kita lepaskan emosinya…

Kejadian ≠ Emosi

Perlu saya garis bawahi bahwa fokus pembicaraan kita adalah emosi dari beban traumatis masa lalu. Adapun emosi biasa akibat kejadian sehari-hari, itu lain cerita.

Nah, dari kejadian buruk di masa lalu, ada 2 hal yang perlu kita pisahkan:

  1. Kejadian itu sendiri
  2. Emosi yang diakibatkan kejadian tersebut.

Keduanya tidak selalu harus identik dan sejalan. Karena itu yang kita lakukan adalah:

  1. Lepaskan emosinya
  2. Maknai ulang kejadiannya.

Cara Melepaskan Emosi Negatif Dari Beban Masa Lalu

Seperti biasa, masuklah dalam kondisi hipnosis yang rileks dan nyaman. Ikuti panduan ini jika anda belum tau cara memasuki kondisi hipnosis.

Selanjutnya yang kita lakukan adalah memvisualisasikan emosi negatif itu seakan-akan ia punya wujud dan warna.

Caranya:

  • Munculkan kemmunculkan kembali kejadian pilu di masa lalu, rasakan sensasinya, jika tubuh kamu tidak nyaman itu wajar. Nikmati saja.
  • Cari tau dimana posisi sakit itu berada, kumpulkan dalam satu titik di tubuh kamu. misalnya di dada, di perut atau di jidat.
  • fokus pada titik itu. Bawa semua emosi negatif anda ke titik tersebut. Berikan warna emosi negatif anda. Bisa hitam atau merah.
  • Kemudian, bayangkan di depan kamu sekarang ada balon tiup. Warnanya bisa apa saja. Lihat balonnya, dengarkan dan rasakan balon itu ada di depan kamu.
  • Sekarang imajinasikan kamu meniup balon tersebut. Sembari itu, alirkan perlahan-lahan semua emosi negatif tersebut dari titik kumpulnya ke balon.
  • Lakukan hingga habis tak bersisa. Lihat dengar dan rasakan pula balonnya semakin lama semakin membesar.
  • Kemudian setelah penuh, biarkan balon itu lepas. dan terbang ke udara.
  • Cek kembali perasaan kamu, jika masih tersisa emosi negatifnya, ulangi proses di atas sampai benar-benar habis.

Nah, itulah cara melepaskan diri dari emosi negatif masa lalu. Jika ternyata setelah melakukannya kamu merasa belum maksimal, maka lakukanlah berulang-ulang sampai kamu merasa terbiasa. Dan pada akhirnya emosi negatif itu habis.

Memaknai Ulang Kejadian Buruknya

Nah, langkah selanjutnya adalah memaknai ulang kejadian negatif tersebut. Dalam NLP, ini disebut dengan reframing. Yakni membingkai ulang suatu peristiwa dengan sesuatu yang baru.

Pembica sukses no. 1, Anthony Robbins mengatakan, segala sesuatu tidak punya arti sebelum kita memberinya arti.

Nah, terlepas dari emosi negatifnya, arti apa yang ingin kamu berikan pada kejadian di masa lalu tersebut?

Apakah itu jadikan lembar pelajaran di masa lalu yang membuatmu bisa menjadi lebih kuat? Apakah dengan kejadian itu, kamu percaya bahwa kamu akan bisa melalui tantangan apapun dalam kehidupan?

Semuanya tergantung kamu, pilihlah makna yang memberdayakan hidupmu.

Sekian, semoga berguna. Semoga menggugah.

author image

Tentang Edward Rhidwan

Blogger & content writer. Menulis seputar bisnis, marketing, personal growth, konten marketing, career dan hal-hal menarik lainnya. Suka ke warung kopi. Tapi tak begitu suka kopi.

Anda Mungkin Juga Menyukai

mengelola emosi negatif
cara menghilangkan ketakutan
filosofi teras
apa itu hipnotis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!