belajar nlp

Seri Belajar NLP I – Apa itu NLP ? Barangkali anda belakangan ini sering mendengar tentang NLP. Dan anda menjadi bertanya-tanya apa sih sebenarnya NLP itu?

Sayangnya, jika anda mencari literatur di internet mengenai penjelasan NLP, sedikit sekali yang membahas dengan jelas dan lengkap. Ini kemudian menyebabkan NLP seperti ilmu gaib yang terkenal tetapi sulit untuk dipahami.

Ada banyak hal yang membuat ini terjadi. Menurut saya, beberapa diantaranya adalah karena NLP adalah ilmu yang menjadi jualan banyak trainer NLP, sehingga mereka enggan untuk membagi ilmu ini dengan lengkap, sebab takut jadi gak laku trainingnya. Kedua, banyak praktisi NLP yang sebenarnya tidak begitu paham tentang NLP. (Saya tidak bilang saya paling paham sendiri, tetapi saya berusaha melengkapi masing-masing map kita dengan berusaha menghadirkan seluk beluk NLP secara lengkap).

Nah, untuk itu di blog ini saya akan mengulas secara lengkap dan detail segala hal tentang NLP itu. Agar mudah memahami, artikel seri belajar NLP ini saya bagi ke dalam 3 bagian. Masing-masing adalah;

  1. Part I: Pengertian dan Sejarah NLP
  2. Part II: Manfaat dan Penggunaan NLP
  3. Part III: Strategi dan Teknik penggunaan NLP dalam Kehidupan sehari-hari.

Langsung aja, kita mulai dengan bagian I.

#1. Apa Itu NLP?

Sejatinya tidak ada definisi baku, tetapi secara ringkas NLP adalah ilmu pengembangan diri terbaru yang berfokus pada teknik-teknik pengelolaan pikiran, agar bekerja sesuai dengan yang diinginkan.

Dengan lain kata, NLP membantu kita menjadi tuan bagi pikiran kita sendiri.

NLP meyakini bahwa pikiran manusia punya potensi yang begitu hebat jika diberdayakan dengan benar. Sehingga segala yang kita butuhkan untuk menjadi sukses dan bahagia dalam hidup sejatinya sudah tersedia dalam pikiran kita sendiri.

NLP adalah singkatan dari Neuro Linguistik Programming.

Jika diartikan dalam bahasa indonesia, berarti; bahasa pemrograman pikiran. Ya.. sebelas duabelas dengan bahasa pemrograman komputer.

  • Neurology = Pikiran dan bagaimana kita berpikir.
  • Linguistics = Bagaimana kita menggunakan bahasa dan efeknya terhadap kita.
  • Programming =  Bagaimana kita menyusun aksi untuk mencapai tujuan.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, bahwa tidak ada definisi baku yang disepakati atas NLP. Karena itu masing-masing orang bisa memberikan definisi sesuai dengan pengertiannya.

Namun, definisi dari 2 pendiri NLP ini, barangkali bisa memperjelas pengertian kita:

  • Richard Bandler (Penemu NLP): Pola komunikasi internal untuk mengubah prilaku secara mental dan emosional.
  • John Grinder (Penemu NLP): Strategi mempercepat proses belajar, mendeteksi dan memanfaatkan berbagai pola yang ada di dunia.

#2. Asal Mula Terciptanya NLP Dan Esensi Keilmuan NLP.

NLP lahir pada tahun 1970-an, oleh Dr. Richard Bandler dan Dr. John Grinder Ph.D. Bandler adalah mahasiswa jurusan matematika yang tertarik terhadap ilmu komputer. Sedangkan Grinder adalah professor bidang Linguistic di University Of California.

Seri Belajar NLP (1): Apa Itu NLP? 1
img: slideshare.net

Mereka berdua menjadi begitu tertarik setelah menyaksikan serangkaian video dari seminar Fritz Perls (seorang gestalt therapist) dan virginia satir (seorang family therapist) yang begitu hebat dalam menciptkan perubahan signifikan terhadap pasien-pasien mereka.

Dari sanalah muncul pertanyaan dibenak keduanya. “Mengapa kedua tokoh itu begitu mudah merubah prilaku seseorang? dan lebih jauh Apa sebenarnya yang membedakan antara orang yang sukses dengan orang biasa?

Kedua tokoh ini kemudian bersama-sama, menggunakan keahlian masing-masing, mempelajari pola-pola dibalik terapi yang dilakukan oleh Fritz Perls dan Virginia Satir.

Hasil pembelajaran mereka kemudian dituangkan dalam karya buku yang berjudul, The Struktur of Magic: A Book About Languange and Therapy pada tahun 1975. Pada tahun berikutnya, mereka menyempurnakan buku itu dalam volume ke-II.

Inilah buku bertema NLP yang pertama ditulis. Di dalam buku ini dijelaskan tentang pola-pola bahasa yang digunakan Perls dan Satir dalam terapi mereka. Prinsip ini kemudian dikenal dengan nama Meta Model.

Secara singkat, meta model bisa diartikan sebagai “pola bertanya.” Cara-cara membuat pertanyaan untuk mengubah prilaku seseorang.

Melalui pengalaman ini, mereka juga belajar hal lain. Yang justru menjadi Esensi utama NLP itu sendiri. Poinnya adalah segala sesuatu (termasuk kesuksesan) itu punya struktur. Dan untuk mencapai hasil yang sama, kita bisa mempelajari struktur orang yang sukses itu dan menerapkannya dalam kehidupan kita juga. Inilah yang disebut dengan “Modelling.” Maka terjawablah pertanyaan bagaimana seseorang bisa sukses dalam hidup.

Konsep meta model ini, menarik perhatian Gregory Bateson. Seorang antropolog yang terkenal masa itu. Bateson kemudian membawa Bandler dan Grinder bertemu dengan seorang hipnoterapist hebat pada masa itu, yang bernama Milton H. Ericson (Dikenal sebagai bapak hipnoterapi).

Erikson punya gaya terapi yang berbeda. Duo penemu NLP inipun begitu tertarik dengan cara-cara terapi Erikson. Tak butuh waktu lama mereka menjadi master di bidang hipnosis, dibawah bimbingan Milton Erickson.

Hasil belajar dan modelling dari Erikson kemudian dituangkan dalam buku, Patterns of The Hypnotic Techniques of Milton H. Erickson. Dari sini kita mengenal istilah milton model. Model komunikasi kedua dalam NLP.

Berbeda dengan meta model, yang menggunakan pola bertanya untuk menggali informasi secara detail, milton model justru menggunakan informasi yang abstrak, tidak jelas, dan rancu untuk membuat seseorang memasuki kondisi trance (rileks, santai dan nyaman).

belajar nlp: meta model vs milton model
tabel by: wsukmoro.com

Dengan begitu kita bisa dengan mudah mempengaruhi pikiran bawah sadar seseorang tanpa membuatnya tertidur.

[su_note]Untuk lebih jelasnya, sebaiknya anda belajar mengenai hipnosis terlebihi dahulu. Silahkan baca artikel apa itu hipnotis.[/su_note]

Bisa dibilang, hadirnya Milton Erickson memberikan kontribusi yang sangat besar pada perkembangan NLP ke depannya. Dari sinilah, kemudian ilmu dan aplikasi nlp itu kemudian terus dikembangkan.

Apakah Saya Perlu Belajar NLP?

Sejauh ini, kita sudah belajar tentang apa itu NLP dan bagaimana kisah dibalik lahirnya ilmu NLP ini.

Sekarang pertanyaanya barangkali adalah, siapa saja yang perlu belajar NLP? Apakah saya juga harus belajar NLP? Jika ya, kenapa harus belajar NLP?

Kawan, NLP adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana pikiran kita bekerja, dan cara menggunakannya. Oleh sebagai orang, NLP disebut sebagai the user’s manual of the brain (petunjuk penggunakan pikiran). Seperti seperti sebuah produk teknologi biasanya ada buku manual penggunaannya. Nah NLP adalah buku manualnya otak.

Sepanjang kita masih pakai otak dan pikiran dalam hidup ini, maka kita masih perlu untuk belajar NLP.

Karena NLP adalah petunjuk penggunaan otak, maka semua orang bisa belajar NLP. Dan mengaplikasikan NLP dalam semua aspek kehidupan kita.

Dengan memahami prinsip-prinsip dalam NLP, maka kita bisa menggunakan kekuatan pikiran ini, untuk mencapai atau melakukan apapun yang kita inginkan.

Pernahkah anda bertanya-tanya, kenapa saya begitu gampang terpancing emosi? Kenapa begitu mudah baper? Atau mungkin anda pernah heran, saya gak seharusnya begini, tapi kenapa saya masih begini.

Jika ingin manfaat langsungnya, misalnya, kita bisa mengendalikan emosi kita sesuai yang kita mau. Bagi yang keseringan galau, NLP akan bikin kamu mampu menentukan kapan kamu mau galau, kapan harus marah dan sebagainya.

Mengenai manfaat belajar NLP lebih lanjut, akan kita bahas pada bagian kedua seri artikel ini.

Bagaimana Cara Belajar NLP?

Untuk belajar NLP, kita perlu ikut pelatihan NLP dari para Trainer NLP Bersertifikat (Certified Trainer NLP). Biasanya sebuah pelatihan NLP berlangsung antara 2-7 hari. Tergantung lembaga dan trainernya.

Secara umum ada 4 jenjang dalam memperlajari keilmuan NLP. Yakni:

  1. #1. NLP Practitioner (Level I: Praktisi), mempelajari dasar-dasar ilmu NLP.
  2. #2. NLP Master Practitioner (Level II: Master praktisi), mempelajari kelimuan dan aplikasi NLP yang lebih lanjut.
  3. #3. NLP Trainer (Level III): Berhak mengajarkan NLP kepada orang lain.
  4. #4. NLP Master Trainer (Level IV): Berhak mencetak trainer-trainer NLP.

Di mana tempat belajar NLP?

Jika ingin belajar NLP secara murni, sebaiknya anda langsung belajar pada penemunya di Amerika, Dr. Richard Bandler atau Dr. Jhon Grinder.

Namun, jika belum punya biaya, di Indonesia ada banyak trainer resmi yang tersertifikasi dari lembaga kredibel. Silahkan googling.

Sekian, semoga berguna. Semoga menggugah.

Author

Blogger & content writer. Menulis seputar bisnis, marketing, personal growth, konten marketing, career dan hal-hal menarik lainnya. Suka ke warung kopi. Tapi tak begitu suka kopi.

Write A Comment