Apa itu digital marketing? Ini penjelasan lengkapnya untuk kamu yang pemula!

Apa itu digital marketing

Di artikel ini saya akan membahas secara lengkap mengenai apa itu digital marketing, apa pentingnya dan apa saja jenis-jenis yang termasuk dalam digital marketing.

Ini adalah artikel untuk kamu yang pemula untuk memahami tentang digital marketing.

Langkah pertama sebelum lebih jauh membahas strategi dan taktik digital marketing, tentu kita perlu paham terlebih dahulu mengenai basic digital marketing itu sendiri.

Di sini kamu akan belajar tentang:

  • Apa itu digital marketing?
  • Mengapa perlu digital marketing?
  • Benefit digital marketing untuk bisnis
  • 8 Jenis digital marketing

So, yuk langsung aja kita bahas!

So, Apa Itu digital marketing?

Ok, mari mulai dengan pertanyaan utamanya; Apa sih digital marketing itu?

Menurut Hubspot.com, digital marketing adalah segala upaya untuk mempromosikan produk/jasa dengan menggunakan berbagai platform digital.

Seperti website, social media, email, video, bahkan paid ads (iklan berbayar) dan lain sebagainya.

Jadi digital marketing itu singkatnya adalah pemasaran melalui dunia digital.

Titik.

Kamu gak perlu bingung kalo ada orang yang menyebutkan digital marketing, internet marketing atau online marketing. Pada dasarnya semua itu sama saja. Yakni pemasaran menggunakan media digital/internet.

Apa bedanya digital marketing dengan tradisional marketing?

Perbedaan paling utama tentu terletak pada media-nya.

Pemasaran secara konvensional itu menggunakan media-media offline seperti baliho, brosur, iklan surat kabar/majalah, dan lain-lain,

Sementara digital marketing medianya adalah internet.

Trus, apakah iklan menggunakan TV dan radio itu termasuk digital marketing?

Nah, ini cukup menarik.

Sebab meskipun media yang digunakan sudah termasuk teknologi digital, akan tetapi iklan di TV atau radio itu tidak memiliki data pengukuran yang terkontrol, sebagaimana pemasaran melalui media internet.

Perbedaan kedua antara digital marketing dengan tradisional marketing adalah, adanya pengukuran data.

Di dalam digital marketing, kita bisa mengontrol dan mengukur setiap iklan/kampanya pemasaran yang kita lakukan.

Contohnya, berapa orang yang menjangkau iklan kita. Mereka dari mana aja. Jenis kelaminnya apa, hingga berapa persentasi orang yang ngeklik dengan yang cuma sekedar liat doang.

Begitupun di website, dengan tools seperti google analytics, kita bisa tau berapa orang yang mengunjungi website kita setiap harinya, mereka dari kota mana aja, perangkat apa yang dipakai, apa yang mereka lakukan di website, berapa lama, apa yang bikin mereka pergi dan seterusnya.

Jadi semuanya terukur.

Sementara kalo pake TV atau radio, kita gak bisa mengukur hal seperti itu.

google analytics
Google analytics untuk mengukur performa website | img from: google

Perbedaan ketiga adalah personalisasi.

Iklan tradisional bisa menjangkau banyak orang. Seperti ketika pasang baliho di simpang jalan besar, tentu ada ribuan orang bisa melihat iklan tersebut tiap hari.

Tapi pertanyaannya, apakah semua orang itu adalah calon pelanggan kita?

Belum tentu.

Nah, dengan digital marketing, kita bisa membuat iklan yang khusus menjangkau orang-orang tertentu saja.

Misalnya saya hanya ingin beriklan untuk orang yang bekerja di bank BCA saja, itu sangat bisa. Atau memasang iklan yang ditujukan hanya untuk pecinta kucing, pun sangat bisa.

Jadi dengan digital marketing, iklan yang kita buat bisa disesuaikan dengan profil calon pelanggan potensial kita.

Ini tentu lebih efektif, efisien dan hemat biaya.

Mengapa perlu digital marketing?

Marketing, baik itu digital maupun konvensional, tujuannya adalah untuk mempromosikan produk/layanan kita kepada calon pelanggan (pembeli).

Nah, dengan digital marketing kita bisa menjangkau pelanggan dengan lebih luas hingga ke seluruh dunia. Tanpa batas geografi.

Plus dengan biaya yang jauh lebih murah.

Menurut data dari Statista, saat ini jumlah pengguna internet di seluruh dunia, sudah mencapai 4,6 milliar orang. Ini sekitar 60% dari total jumlah populasi dunia.

Bagaimana di Indonesia?

Terus mengalami peningkatan. Saat ini indonesia menduduki peringkat ke-3 pengguna internet terbanyak di Asia. Data terbaru dari Datareportal, jumlahnya mencapai 204,7 juta orang per januari 2022 silam. Atau sekitar 73% dari total penduduk.

Sebuah angka yang sangat massive sekali.

Inilah alasan kenapa kita perlu melakukan digital marketing. Sebab pasar digital sangat besar untuk diabaikan.

‘If your business is not in internet, than your business is out of business’ (Kalo bisnismu gak muncul di internet, maka bisnis akan hilang dari peredaran).

– Bill Gates

Manfaat Digital Marketing untuk Bisnis

Mengutip dari website Simplilearn.com ada 9 manfaat utama menjalankan digital marketing untuk bisnis.

  1. Menjangkau Pelanggan Global
    Sementara tradisional marketing terbatas wilayah, digital marketing dilakukan melalui internet. Yang artinya, kamu bisa menjangkau pelanggan secara global. Bahkan UMKM sekalipun bisa go internasional melalui website toko online mereka. Artinya peluang bisnis akan semakin lebar dengan digital marketing
  2. Menjangkau Secara Lokal
    Selain bisa menjangkau pasar global. Digital marketing juga membantu kamu memaksimalkan potensi pelanggan lokal. 46% pencarian google adalah pencarian bisnis lokal. Dan ini bisa kamu manfaatkan untuk memudahkan pelanggan terdekat menemukan bisnis kamu.
  3. Biaya Lebih hemat
    Dibanding tradisional marketing, biaya untuk menjalankan digital marketing terbilang sangat amat murah. Bahkan beberapa strategi digital marketing seperti SEO dan lain sebagainya hampir gratis untuk dilakukan. Peluang kamu untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar juga memungkinkan melalui dunia digital.
  4. Mudah dipelajari dan diterapkan
    Meskipun banyak yang merasa gaptek dengan teknologi, tapi digital marketing terbilang cukup mudah untuk dilakukan. Kamu gak harus tau semua strategi dulu untuk mulai. Kamu bisa mulai dengan membuat akun facebook, atau mendaftar di marketplace, menggunakan fitur-fitur seperti google bisnis profile, yang mudah dan minim resiko.
  5. Efektif dan tepat sasaran
    Sebagaimana yang sudah kita bahas di bagian sebelumnya, digital marketing memungkinkan kita menarget orang-orang yang memang spesifik menjadi calon pelanggan kita.
  6. Berbagai strategi tersedia
    Ada banyak strategi digital marketing yang bisa kamu coba untuk bisnis kamu. Gak semua strategi cocok untuk kamu, tapi kamu bisa mencoba berbagai strategi dengan mudah dan minim resiko.
  7. Berbagai jenis konten
    Digital marketing bisa dijalankan dengan berbagai jenis konten. Kamu bisa menyesuaikan mana tipe dan format konten yang paling mudah dan cocok dengan bisnis kamu.

    Contohnya: blog, foto, podcast, video, story, carousell, email, ebook, webinar dan lain sebagainya.

    Baca: 5 jenis konten digital yang perlu kamu buat
  1. Meningkatkan Engagement
    Salah satu kelebihan digital marketing adalah adanya engagement. Keterhubungan antara bisnis dengan pelanggan.

    Di tradisional marketing iklan kamu hanya bersifat satu arah. Dari kamu untuk audience. Di dunia digital, bisa terjadi dua arah. Konsumen bisa like, komen, share konten kamu. Bahkan customer bisa ikut bikin konten untuk kamu. Menarik kan??
  1. Analytics dan optimasi
    Ini salah satu keunggulan digital marketing yang paling penting. Iklan-iklan atau program marketing yang kamu jalankan, semua bisa diukur dengan data real di lapangan. Karena itu, bisa juga untuk pelajari, ditingkatkan dan dioptimasi.

Jenis- Jenis Digital Marketing Yang Paling Populer

Sekarang mari kita membahas tentang jenis-jenis digital marketing.

Secara umum, ada 8 jenis digital marketing yang paling populer di jalankan oleh para pebisnis online.

Berikut diantaranya:

  • Search Engine Optimization (SEO)
  • Pay-Per-Click (PPC) Marketing
  • Social Media Marketing
  • Email Marketing
  • Content Marketing
  • Mobile Marketing
  • Influencer Marketing
  • Affiliate Marketing

Yuk kita bahas satu per satu…

#1. Search Engine Optimization (SEO)

SEO adalah cara untuk membuat website kita muncul di halaman pertama google. Kalo bisa di posisi #1.

Sebagaimana yang kita tau, google adalah mesin pencari terbesar saat ini yang menguasai 94% pasar search engine. Menurut data dari Hubspot, dalam sedetik google memproses lebih dari 63.000 pencarian.

Karena itulah salah satu strategi digital marketing yang paling utama adalah melalui optimasi mesin pencari (SEO). Artinya kita membuat website kita ramah mesin pencari. Sehingga setiap kalo orang melakukan pencarian, website kitalah yang dimunculkan.

Lantas bagaimana cara melakukan optimasi SEO?

Ada banyak sekali cara. Bahkan menurut Pakar SEO, Brian Dean, ada 200+ faktor yang mempengaruhi rangking sebuah website untuk bertengger di hasil pencarian google.

Namun sebagai bocoran 3 hal yang paling penting adalah:

  1. Content: bagaimana kita membuat konten-konten yang berkualitas tinggi dan mudah dipahami. Ini mencakup penggunaan data yang terpercaya, struktur artikel yang mudah dibaca, kecepatan loading halaman website. Selain isi dan kualitas konten, hal lain yang juga dilihat oleh google adalah siapa yang menulis konten itu. Inilah algoritma terbaru yang disebut E-A-T (Expertise, Authoritativeness dan trustworthiness). Artinya google menilai bahwa siapa yang menulis sebuah konten haruslah orang yang expert di bidangnya.
  2. Rank Brain: ini adalah salah satu algoritma google yang paling penting. Inti dari Rank Brain ini adalah konten yang kita buat harus sesuai dengan kebutuhan pengguna. Karena itu kita perlu melakukan riset mulai dari kata kunci hingga search intent.
  3. Backlink: backlink adalah link dari website lain menuju website kita. Dalam dunia SEO, link diibaratkan sebagai rekomendasi/rujukan. Jadi semakin banyak link artinya semakin banyak yang merekomendasikan website kita. Ini akan membuat google menilai website kita penting dan berkualitas.

Baca juga: Cara Agar website kita muncul di google paling atas

#2. Pay-Per-Click (PPC) Marketing

PPC atau pay per click adalah salah satu jenis digital marketing di mana kamu membayar setiap kali iklan kamu di klik.

Jika kamu pernah menemukan ada tulisan ‘ads’ atau ‘iklan’ di hasil pencarian teratas google, maka itulah salah satu iklan PPC.

ppc ads
iklan PPC ads google | img from: google image

Jadi berbeda dengan SEO yang berusaha muncul di hasil pencarian google paling atas secara organik (gratis), pengiklan yang menggunakan PPC justru membayar Google agar website mereka dimunculkan di halaman google paling atas.

Jadi gak perlu repot ngurusin SEO website.

Selain di google, PPC ads juga ada di social media.

Iklan-iklan yang muncul di social media (yang tulisan ‘bersponsor’) itu adalah iklan PPC. Di mana pengiklan membayar ke platform social media (seperti fb/ig) setiap kali ada orang yang mengklik iklan tersebut.

Iklan PPC ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Salah satu kelebihannya adalah bisa mempromosikan bisnis kita dengan cepat dan menjangkau orang yang tepat sasaran. Namun di lain sisi, tantangannya adalah secara psikologi orang kurang suka dengan iklan.

#3. Social Media Marketing

Sesuai namanya, ini adalah jenis digital marketing yang menggunakan social media.

Seperti instagram, facebook, linkedIn, tiktok dan lain-lain.

Dalam digital marketing, social media digunakan untuk Menjangkau pelanggan baru, membangun brand awareness, dan menjaga hubungan dengan pelanggan lama.

Pekerjaan ini meliputi

  • Content Mapping
  • Riset ide konten
  • Riset target audience
  • Scheduling konten
  • Mendesain konten
  • Copywriting
  • riset hastag
  • membangun engagement
  • dan lain sebagainya

Jadi bukan asal posting dan bikin story ya…

#4. Content Marketing

Content marketing adalah strategi marketing yang berfokus pada merancang, membuat dan mendistribusikan konten-konten bermanfaat, relevan dan konsisten untuk menarik target market tertentu dalam melakukan tindakan tertentu.

Content marketing is a strategic marketing approach focused on creating and distributing valuable, relevant, and consistent content to attract and retain a clearly defined audience — and, ultimately, to drive profitable customer action.

– Content Marketing Institute.com

Ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan menerapkan konten marketing.

Antara lain:

  1. Membangun brand awareness
  2. Mendatangkan traffic (calon pelanggan) ke bisnis kita
  3. Meningkatkan ‘trust’ dan hubungan emosional pelanggan dengan bisnis kita
  4. Meningkatkan penjualan
  5. Membangun loyalitas pelanggan

Strategi konten marketing ini bisa diterapkan di banyak channel. Seperti konten social media, video youtube, infografik, podcast, artikel blog, dan lain sebagainya.

#5. Email Marketing

Email marketing merujuk pada menggunakan email untuk menarik dan mengumpulkan database pelanggan.

Prosesnya di mulai dengan menawarkan hadiah gratis (disebut lead magnet) bisa berupa ebook, potongan diskon, e-course atau apapun yang menarik dan berharga untuk calon pelanggan agar mereka mau mendaftarkan email atau database mereka.

Selanjutnya, email yang sudah didaftarkan secara rutin diberikan konten edukasi, ataupun penawaran untuk membeli produk/jasa kita.

Meskipun ada banyak strategi digital marketing seperti social media, website dan lain sebagainya, namun email marketing masing dianggap sebagai salah satu strategi marketing yang paling efektif.

Menurut survey dari campaign monitor menyebutkan bahwa, 72% customer merasa lebih senang mendapatkan penawaran bisnis melalui email dibanding dari social media. Ini karena iklan (penawaran) melalui email dianggap tidak mengganggu sebagaimana iklan di social media.

Baca juga: Pentingnya Email Profesional Untuk Bisnis

#6. Mobile Marketing

Menurut data terbaru dari datareportal.com, saat ini 92,4% total pengguna internet dunia menggunakan smartphone (mobile). Sementara menurut artikel dari techcrunch, bahwa rata-rata orang menghabiskan waktu hingga 5 jam per hari dengan smartphone mereka.

Karena itu banyak marketer yang berfokus pada menjangkau para pengguna perangkat smartphone atau tablet.

Inilah yang disebut dengan mobile marketing.

Contohnya melalui aplikasi smartphone, pesan singkat, push notification, social media, dan lain sebagainya.

Perusahaan-perusahaan yang tadinya hanya berbasis website, kini juga tersedia dalam versi aplikasi yang bisa di download di playstore atau appstore.

Demikian juga google menyebutkan bahwa lebih dari 50% pengunjung sebuah website datang dari perangkat mobile.

Karena itu, salah satu faktor penting bagi google merangking sebuah website adalah mobile responsiveness (apakah tampilan website bisa menyesuaikan ketika diakses menggunakan mobile atau tablet).

#7. Influencer Marketing

Influence marketing barangkali menjadi strategi digital marketing yang juga paling populer dilakukan.

Menurut data dari InfluencerMarketingHub.com menyebutkan bahwa jenis marketing ini terus mengalami peningkatan. Tahun 2022 ini, diperkirakan perputaran uang di industri ini mencapai $ 16,4 milliar atau senilai 2,3 triliun rupiah.

Ini terjadi terutama karena munculnya platform-platform social media yang melahirkan influencer-influencer baru, seperti selebgram, selebtiktok, youtube content creator dan lain sebagainya.

Jasa seorang influencer dinilai sangat ampuh untuk mempengaruhi target market dalam mengambil keputusan untuk membeli sebuah produk/jasa.

Baca juga: Cara Membangun Personal Branding di Era Digital

#8. Affiliate Marketing

Belakangan ini, mungkin heboh istilah ‘afiliator’.

Namun sebenarnya dalam dunia digital marketing istilah afiliate bukanlah barang baru. Ini sudah lama digunakan oleh para pemilik bisnis dan marketer dalam memasarkan produk-produk mereka secara online.

Affiliate Marketing adalah metode pemasaran di mana seseorang bakal dapet komisi ketika membantu mempromosikan sebuah produk/jasa.

Jadi kalo dalam bisnis offline, istilah affiliate ini mirip dengan makelar.

Di mana seseorang membantu menjualkan produk kita dan mendapatkan komisi dari hasil penjualan tersebut.

Dengan platform digital, affiliate marketing menjadi lebih mudah dijalankan. Sebab semua bisa dilakukan dengan semi-otomatis. Seorang affiliate akan mendapatkan link khusus untuk mempromosikan produk.

Dan dari link itulah setiap penjualan bisa dilacak.

Demikian pula proses penjualan, pembayaran komisi, hingga pengiriman produk, bisa dilakukan secara semi otomatis.

Kesimpulan: Apa itu digital marketing?

Itulah penjelasan lengkap mengenai apa itu digital marketing, apa pentingnya dan apa saja yang termasuk dalam jenis-jenis digital marketing.

Nah, dari semua penjelasan di atas, mana yang paling menarik buat kamu?

Share pendapat kamu di kolom komentar ya!

Tinggalkan komentar