Panduan Lengkap Riset Kata Kunci Untuk Artikel SEO (+Study Kasus)

Cara Menulis Artikel SEO

Ini adalah panduan bagaimana riset kata kunci untuk artikel SEO secara lengkap dari A-Z.

Jika kamu orang yang baru belajar melakukan riset kata kunci atau mungkin selama ini kamu kebingungan bagaimana melakukan riset kata kunci yang benar, maka artikel ini wajib banget kamu baca sampai selesai

Di sini kamu akan belajar tentang:

  • Apa itu Kata Kunci
  • Mengapa diperlukan riset kata kunci
  • Apa saja yang perlu dilakukan dari riset kata kunci
  • Tools untuk membantu kita melakukan riset kata kunci
  • Contoh langsung study kasus riset kata kunci

Cara inilah yang selama ini saya gunakan untuk menulis artikel SEO Friendly hingga bisa muncul di halaman pertama google bahkan tanpa backlink.

Sekali lagi tanpa backlink.

Penasaran?

Yuk langsung aja kita bahas…

Apa itu Kata Kunci?

Kata kunci (Keyword) adalah kata/kalimat yang digunakan untuk mencari suatu informasi di google.

Kamu pasti pernah searching di google, kan?

Nah, kata yang kamu ketikkan itulah yang disebut kata kunci. Sesimple itu.

Contohnya:

  • Cara membuat pancake
  • Apa itu website
  • Harga iPhone 11 Promax
  • Siapa presiden pertama Indonesia
  • Rental mobil jogja
  • dan lain sebagainya..

Mengapa perlu riset kata kunci?

Riset kata kunci bertujuan untuk mencari dan mengetahui kata kunci apa yang paling banyak digunakan orang terkait bisnis/bidang kita.

Sebagai contoh, katakanlah kamu punya bisnis pijat bayi. Maka tentu kamu perlu mengetahui kata apa yang digunakan orang untuk mencari layanan pijat bayi di kotamu.

Bandingkan 2 kata kunci berikut ini…

Kata kunci #1: “hipnotis makassar

riset kata kunci untuk artikel seo

Kata kunci #2: “hipnoterapi makassar

riset kata kunci

Pada kolom “Monthly search volume”, Kamu bisa lihat perbedaannya.

Untuk kata kunci #1 angkanya 30. Artinya sedikit sekali orang yang mencari kata kunci itu di google. Sementara untuk kata kunci #2 ada 210 volume pencarian dalam sebulan.

Perbedaan yang cukup jauh.

Nah, inilah mengapa diperlukan riset kata kunci. Sebab salah menentukan kata kunci, maka bisa jadi bisnis/konten kita tidak akan pernah ada pengunjungnya.

Baca juga: Cara Membuat Website Muncul di Google Paling Atas

Emang, Kata kunci ini diapain?

Mungkin kamu bertanya, trus gimana cara menggunakan kata kuncinya? Kata kunci yang kita dapatkan ini selanjutnya diapain?

Pertanyaan bagus!

Kata kunci ini nantinya akan kita gunakan di dalam website atau konten kita, agar bisa muncul di halaman pencarian google.

Kata kunci itu kita tempatkan pada;

  • Judul atau Nama Website
    Contohnya: “Hipnoterapi Makassar | Klinik Berkah
  • Judul artikel konten
    Contohnya: “10 Tempat Hipnoterapi Makassar Yang Rekomended”
  • Isi konten artikel
    Contohnya:

    Saat ini ada banyak banget klinik yang membuka layanan hipnoterapi makassar. Nah, saking banyaknya, barangkali anda jadi bingung, mana aja sih layanan baby spa yang rekomendasi di makassar?

    Nah di artikel ini, saya akan menjelaskan mengenai 10 layanan hipnoterapi di makassar yang paling terpercaya dan terjangkau
    .”
  • Alamat link/url artikel
    Contohnya: “http://www.namawebsite.com/hipnoterapi-makassar
  • Profil bisnis google
  • Nama halaman sosial media.
  • dan masih banyak lagi.

Intinya kita menempatkan kata kunci tersebut di berbagai posisi di website kita, agar google bisa mengetahui bisnis/konten kita dengan lebih baik.

Apa Aja Yang Perlu Dilakukan Pada Saat Riset Kata Kunci?

Dengan kata lain, apa yang perlu diriset dari kata kunci tersebut?

Nah, setidaknya ada 4 hal yang harus kita dapatkan dari riset kata kunci. Yaitu;

  1. Keyword Intent
  2. Search Volume
  3. Keyword Difficulty
  4. Latent Semantic Index (LSI)

Nah, mari kita bahas satu per satu…

1. Memahami Keyword Intent

Apa itu keyword intent?

Keyword intent adalah maksud/tujuan pencarian suatu kata kunci.

Setiap kata kunci yang diketikkan di google, pasti memiliki tujuan tertentu. Apa yang orang harapkan dengan kata kunci tersebut? Masalah apa yang ingin diselesaikan dengan mencari kata kunci tersebut?

Konten seperti apa yang dibutuhkan dari kata kunci tersebut?

Nah, kita perlu tahu apa tujuan dari pencarian tersebut, agar kita bisa menyediakan konten yang memang tepat. Sebab beda keyword, pasti akan beda tujuannya.

Dan beda pula jenis konten yang akan dimunculkan.

Inilah salah satu rahasia dalam SEO Content Writing yang selama ini kami lakukan. Kami bisa menembus top result untuk hasil pencarian google dengan kata kunci yang cukup tinggi kompetisinya Tanpa Backlink, sekali lagi tanpa backlink, hanya dengan mengutamakan keyword intent.

Logikanya begini:

Kalau kita bisa menyediakan konten yang memang dibutuhkan oleh pencari informasi. Maka pasti google akan memunculkan konten tersebut untuk pembaca. Sesimple itu.

Sebaliknya, sebagus apapun konten kita. Artikelnya berkualitas, desainnya cantik, backlinknya banyak, tapi bukan itu yang dibutuhkan pembaca, tentu tidak akan muncul.

Betul?

Lantas apa aja sih jenis-jenis keyword intent itu?

Secara umum ada 4 jenis keyword intent yang perlu kamu tahu.

1. Informational Keyword

Informational keyword adalah kata kunci yang membutuhkan informasi atau panduan untuk melakukan sesuatu.

Contoh informational keyword adalah “Cara membuat pancake” atau “panduan menulis buku” atau “apa itu website” dan lain sebagainya.

Orang-orang yang mencari keyword seperti ini membutuhkan informasi lengkap mengenai suatu hal. Maka konten yang akan dimunculkan google adalah konten-konten yang berisi informasi tersebut.

Semakin lengkap suatu konten maka semakin besar peluang untuk muncul di halaman pertama google.

2. Navigational Keyword

Navigational keyword adalah  kata kunci yang digunakan untuk merujuk ke halaman website tertentu. Orang yang menggunakan navigational keyword biasanya sudah tahu ia ingin ke mana, akan tetapi bisa jadi ia lupa atau malas mengetik alamat website tersebut.

Contohnya, orang yang mengetik kata “Facebook” atau “Lazada contact form” di google. Orang ini sudah punya tujuan yang jelas ingin mengunjungi halaman facebook atau kontak lazada.

Google hanya digunakan untuk menavigasi ke halaman web tersebut.

3. Commercial Keyword

Jenis keyword yang ketiga ini biasanya digunakan untuk mencari perbandingan antara suatu produk. Maka umum konten-konten yang akan muncul adalah konten yang memberikan review atau perbandingan.

Orang-orang yang mencari keyword ini biasanya ingin melakukan perbandingan sebelum mengambil keputusan membeli.

Contohnya, “Laptop Asus Gaming Terbaik” atau “Tempat wisata terbaik di Bunaken”.

4. Transactional Keyword

Ini adalah jenis keyword dengan tujuan pembelian atau transaksi. Orang yang mencari keyword ini sudah mengambil keputusan dan siap untuk membayar.

Contohnya, “Beli mukenah Aisyah” atau “Rental PS terdekat”.

Nah, banyak pebisnis mengincar keyword-keyword seperti ini karena untuk tujuan bisnis. Hanya saja tantangannya adalah persaingan biasanya sangat ketat. Terutama untuk barang-barang komoditas utama seperti baju, laptop, dan sebagainya sudah dikuasai oleh marketplace besar seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan sebagainya.

Bagi pebisnis pemula sangat sulit untuk muncul di google dengan kata kunci ini. Karena itu dibutuhkan strategi yang berbeda.

Mana Jenis Keyword Terbaik Untuk SEO Content Writing?

Itulah 4 jenis keyword intent yang umum dicari orang di google.

Nah, pertanyaannya adalah sebagai SEO Content Writer, jenis keyword mana yang sebaiknya kita fokuskan?

Tentu jawabannya adalah keyword jenis informational dan commercial.

Mengapa?

Sebab keyword jenis inilah yang membutuhkan tulisan artikel yang lengkap dan panjang. Dan dengan keyword ini pula, peluang kita untuk muncul di halaman pertama google pasti akan lebih tinggi.

Konten yang dibutuhkan untuk keyword ini adalah jenis konten artikel.

Sementara keyword jenis traksaksional tidak disarankan, karena untuk menarget keyword ini membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Tidak bisa dengan menulis artikel SEO saja. Begitupun halnya dengan navigational keyword, sebab sebagus apapun artikel kita, pasti tidak akan muncul.

Baca juga: Cara Menulis Artikel SEO Friendly

2. Mengetahui Search Volume

Apa itu search volume?

Ini adalah jumlah rata-rata hasil pencarian per bulan untuk suatu keyword. Dengan kata lain, berapa kali orang mencari informasi tersebut di google dalam sebulan.

Ini dianggap salah satu hal penting dalam riset kata kunci.

Makin tinggi jumlah pencarian, semakin bagus.

Tetapi menurut saya, kita tidak bisa mengambil hal tersebut sebagai patokan utama.

Mengapa?

Pertama, keyword yang pencariannya banyak tentu persaingannya juga banyak. Kedua, yang paling penting bagi sebuah bisnis bukan seberapa banyak orang mencari keyword tetapi apakah keyword tersebut bisa dikonversi menjadi penjualan atau.

Yang paling penting sebenarnya adalah keyword tersebut memiliki trend pencarian yang cukup positif dan bisa dikonversi menjadi penjualan.

Lantas bagaimana mengetahui Search Volume sebuah kata kunci?

Kita bisa gunakan tools seperti ubersuggest atau semrush.

Saya pribadi lebih senang dengan semrush, sebab selain gratis juga hasil pencariannya lengkap dan lebih akurat.

3. Mengetahui Keyword Difficulty

Keyword Difficulty adalah tingkat kesulitan sebuah kata kunci dililhat dari jumlah website yang bersaing untuk kata kunci tersebut.

Sebagai pemula kita perlu lebih mengutamakan hal ini dibanding sekedar jumlah search volume.

Mengapa?

Tentu agar kita bisa muncul di halaman pertama google dengan lebih cepat dan mudah.

Maka pilihlah kata kunci yang tingkat persaingan (keyword difficulty-nya rendah). Yang penting ada orang yang mencari keyword tersebut.

Kata kunci dengan tingkat persaingan rendah umumnya adalah kata kunci panjang yang terdiri dari 4-6 kata. Kata kunci ini biasa disebut sebagai long term keyword.

4. Latent Semantic Index (LSI)

Apa itu latent sematic index?

Ini pengertiannya menurut blog Search Engine Journal.

Latent semantic indexing (also referred to as Latent Semantic Analysis) is a method of analyzing a set of documents in order to discover statistical co-occurrences of words that appear together which then give insights into the topics of those words and documents.

Search Engine Journal.com

Jika diartikan dalam bahasa indonesia, LSI adalah metode yang digunakan untuk menganalisa sebuah dokumen untuk menemukan kata-kata yang dianggap relevan sehingga memberikan insight terhadap topik dari dokumen tersebut.

Ribet ya…

Singkatnya, LSI keyword itu adalah sinonim kata. Kata-kata yang memiliki arti sama atau relevan.

Agar mengerti contohnya begini…

Ada 2 artikel yang membahas tentang Apple.

Sebagaimana yang kita tau, apple itu ada 2. Pertama, Apple sebagai buah. Dan kedua Apple sebagai perusahaan.

Nah, dengan LSI google bisa mengetahui apakah artikel kita membahas apple sebagai buah atau apple sebagai perusahaan.

Jika di dalam artikel tersebut terdapat kata-kata seperti manis, segar, washington, dan lain sebagainya. Maka google akan tau bahwa artikel itu membahas apple sebagai buah.

Selanjutnya, jika dalam artikel itu ada kata seperti steve jobs, ipad, perusahaan, inovasi, teknologi, maka google akan menganggap itu artikel membahas apple sebagai perusahaan bukan sebagai buah.

Itu contoh sederhananya.

Nah, kita perlu menggunakan kata kunci LSI agar google bisa mengenali artikel kita dengan lebih baik.

Nah, itulah 4 hal yang wajib kita dapat dari proses riset kata kunci. Gak lebih gak kurang. Cukup 4 hal ini.

Keyword Research Tools

Selanjutnya mari kita bahas, bagaimana melakukan riset kata kunci step by step dengan study kasus real, menggunakan keyword riset tools.

Nah, dalam menulis artikel konten saya biasanya cuma menggunakan 2 tools saja.

Dan ini sudah sangat cukup:

  1. Google Search
  2. Keyword Research Tool (Semrush)

Dengan 2 alat ini, kita sudah bisa mendapatkan semua data yang kita butuhkan dalam riset kata kunci.

(Adapun tools lain yang saya gunakan hanya sebagai tambahan saja. Jikapun tidak ada, gak ada masalah).

(Study Kasus) Step-by-Step Riset Kata Kunci untuk Artikel SEO

Dalam study kasus ini saya akan menggunakan salah satu artikel saya yang menempati posisi pertama di google dengan cepat dan tingkat kompetisi yang cukup tinggi.

Sehingga apa yang kamu pelajari bukan sekedar teori semata. Melainkan ada buktinya.

Ini hasilnya…

studi kasus riset kata kunci

Kata kunci yang saya target adalah “Sertifikat Internasional Gratis“.

Kata kunci ini memiliki tingkat persaingan yang cukup tinggi, sebagaimana kamu bisa liat ada sekitar 6,4 juta website yang bersaing untuk kata kunci tersebut.

Artikel ini bisa menempati urutan pertama dalam waktu kurang dari sebulan. Dan hingga kini masih bertahan.

FYI, di artikel ini saya tidak menggunakan backlink atau cara-cara ribet lainnya. Murni formula SEO Content Writing saja.

Bagaimana saya melakukannya?

Yuk kita bahas…

#0. Menentukan tujuan artikel

Langkah paling awal, bahkan sebelum kita meriset kata kunci dan menulis sepotong kalimat, ini yang saya lakukan.

Menentukan apa tujuan saya menulis artikel ini. Siapa yang ingin saya bantu dari artikel ini. Masalah apa yang coba saya selesaikan dengan artikel ini.

Tahap ini sangat penting, karena menjadi fondasi.

Dari sinilah saya menentukan keyword intent seperti apa yang nanti akan saya pilih.

Perlu dipahami bahwa saya tidak langsung menentukan keyword “Sertifikat Internasional Gratis” tersebut. Untuk sampai pada keyword tersebut butuh proses.

Langkahnya:

  • Goals: Memberikan informasi kursus bergengsi, gratis dan lengkap.
  • Audience: Jobseeker yang butuh sertifikat kompetensi untuk mencari kerja
  • Problem: (1). belum punya skill dan pengakuan di bidangnya, (2). gak punya uang untuk mendaftar kursus yang mahal, (3). Ingin mendapatkan pengakuan yang cukup bergengsi, (4). Bingung memilih program kursus yang betul-betul gratis. Sebab saat ini banyak kursus gratis namun sertifikatnya berbayar. (4 hal inilah yang coba ingin saya atasi)

#1. Brainstorming Keyword Dasar

Langkah selanjutnya saya melakukan brainstorming.

Kira-kira dengan tujuan dan masalah yang ingin saya atasi seperti ini, kata kunci apa yang mewakilinya?

maka saya list kata kunci yang menurut saya masuk akal:

  • kursus online gratis
  • kursus gratis untuk jobseeker
  • ecourse gratis online
  • kursus bergengsi untuk kembangkan karir
  • tempat kursus online gratis
  • Kursus gratis bersertifikat
  • sertifikat untuk CV
  • cara dapat sertifikat bergengsi untuk jobseeker
  • meningkatkan CV dengan sertifikat
  • kursus gratis dari universitas luar negeri
  • dan lain-lain

Saya terus melist semua kata kunci yang menurut saya relevan dan sesuai dengan tujuan (intent) artikel saya.

selanjutnya, saya melakukan pencarian di google untuk masing-masing kata kunci dasar tersebut. Untuk membantu memudahkan, saya menggunakan chrome extention “keyword surfer.”

Dengan tools ini, setiap pencarian akan dimunculkan search volumenya.

riset kata kunci keyword surfer

#2. Menentukan Keyword Intent

Langkah selanjutnya adalah saya menentukan keyword intent yang paling mewakili kebutuhan calon audience saya.

Tujuan utama mereka adalah ingin mendapatkan pekerjaan. Dan untuk itu, mereka membutuhkan CV yang baik dan memukau.

Awalnya saya pikir mereka membutuhkan kursus untuk meningkatkan skill. Akan tetapi kursus saja tidak cukup. Mereka butuh sebuah pengakuan dari skill yang didapatkan dari kursus tersebut.

Karena itu yang paling mewakili adalah sertifikat.

Dengan sertifikat mereka akan bisa meningkatkan bobot dari CV mereka.

Jadi dalam hal ini, saya hanya akan fokus pada sertifikat. bukan kursus.

Selanjutnya, kursus tersebut harus gratis. Sebab pasti mereka tidak punya cukup uang untuk membayar kursus mahal. Dan meskipun gratis, kursus tersebut harus bergengsi. Gak malu-maluin kalo dipajang disertifikat.

Maka, tentu dalam hal ini harus internasional.

Maka pencarian saya saya batasi hanya pada 3 hal itu. Kata kunci saya persempit:

  • Kursus online bersertifikat internasional gratis
  • Sertifikat internasional gratis
  • kursus internasional gratis bersertifikat

#3. Riset Kata Kunci Menggunakan Keyword Research Tools

Setelah dapat kata kunci berdasarkan keyword intent, selanjutnya kita perlu memvalidasi keyword tersebut dengan tools.

Dalam hal ini saya menggunakan Semrush.

Masukkan 3 kata kunci diatas. Ternyata yang paling banyak adalah kata kunci “Sertifikat Internasional Gratis

Sementara yang lain, gak ada data pencariannya.

Maka fix, kita menggunakan keyword tersebut.

#4. Mengecek Tingkat Persaingan Keyword

Langkah selanjutnya adalah kita mengecek seberapa besar peluang kita bisa muncul di halaman pertama google dengan keyword ini.

Pertama, dengan melihat dari data semrush, tingkat kesulitan (Keyword Difficulty) untuk kata kunci ini cukup mudah. Yakni 10%.

Sementara, ubersuggest angkanya, 28%

Oke, data dari 2 keyword research tools, cukup mudah.

Tapi, gak berhenti di situ, saya perlu mengecek sendiri siapa aja kompetitor saya untuk keyword ini. Untuk itu, saya mengetik di google.

Ini hasilnya…

riset tingkat persaingan kata kunci

Angkanya cukup tinggi, ada sekitar 6,4 juta hasil pencarian. Artinya, itu jumlah website yang bersaing untuk kata kunci tersebut.

Tetapi mari kita liat website yang ada. Bagaimana kekuatan SEO mereka.

Dari hasil pencarian yang ada, gak ada website yang menggunakan kata kunci tersebut secara optimal.

Saya biasa mengecek sekilas melalui 3 tempat.

Yakni:

  • Judul
  • URL
  • Deskripsi

Jika di ketiga tempat tersebut tidak terdapat keyword, maka kita punya peluang untuk mengalahkan mereka.

Tapi, jika ingin mengecek lebih detail, saya biasa menggunakan tools yang bernama SEO Quake.

Ini adalah ekstensi chrome, yang bisa melihat dan audit optimasi SEO dari sebuah website.

seo audit tools seoquake

#5. Melacak LSI Keyword

Riset Kata kunci untuk artikel SEO sudah dilakukan, intent keyword sudah didapat, peluang persaingan juga sudah diketahui.

Maka hal selanjutnya adalah tinggal menulis artikel SEOnya.

Namun sebelum itu, untuk melengkapi penulisan artikel, kita butuh LSI keyword. Agar sebaran kata kunci dan sinonimnya di artikel kita bisa maksimal.

Untuk melakukannya cukup simple. Gak pake tools ribet.

Cukup pakai google search saja.

Caranya, ketik kata kunci anda pada kolom pencarian google. Selanjutnya scroll ke bagian paling bawah, sampai anda ketemu kolom, “Penelusuran Terkait“.

LSI Keyword by google search

Itulah daftar kata-kata yang bisa kamu gunakan dalam artikel kamu, agar google memahami konten kamu dengan lebih baik.

Di sini kita bisa melihat ada kata yang ditebalkan.

  • 2021
  • cara mendapatkan
  • harvard
  • sertifikat IT
  • pelatihan online
  • sertifikasi

Sebisa mungkin kata-kata ini kita gunakan dan sebar di dalam artikel kita nantinya.

optimasi LSI Keyword dalam content

Silahkan baca artikelnya untuk melihat bagaimana saya menggunakan sebaran LSI keyword tersebut.

Kesimpulan: Panduan Riset Kata Kunci Untuk Artikel SEO

Nah, itulah panduan lengkap riset kata kunci untuk artikel SEO.

Intinya, ada 4 hal yang dibutuhkan dalam riset kata kunci ini. Yakni;

  • Keyword Intent
  • Search Volume
  • Keyword Difficulties
  • LSI keyword

Dari semua proses ini, mana yang paling menarik buat kamu? Apakah kamu punya cara atau pendapat lain?

Share di kolom komentar ya!

Satu pemikiran pada “Panduan Lengkap Riset Kata Kunci Untuk Artikel SEO (+Study Kasus)”

  1. terima kasih pak, artikel panduan ini memang sangat lengkap dan studi kasus yang runut, mudah dimengerti bagi awam seperti saya. semoga terus bisa bermanfaat dan share panduan digital marketing lainnya.

    Balas

Tinggalkan komentar