personal-branding-blogger

Kunci Membangun Personal Branding Blogger

personal branding blogger

Pernah gak sih, kamu melototin blog-blog milik blogger-blogger keren dan populer di luar sana berjam-jam, cuma untuk mencari inspirasi membangun personal branding sebagai blogger?

Kadang sebagai blogger, kita dilanda delima dilema. Sebenarnya saya mau nulis blog tentang apa sih? Sebenarnya saya mau dikenal sebagai blogger di bidang apa sih?

Kalau pernah, berarti kita sama! Saya juga kerap mengalami hal seperti itu.

Dan gak sedikit blogger yang saya ajak ngobrol, juga mengaku begitu. Blogger yang notabene saya anggap sebagai blogger yang sudah cukup keren, ternyata tak dinyana mereka juga ngakunya bingung sama blog mereka sendiri.

Bingung maunya dipanggil travel blogger atau lifestyle blogger. Bingung garap blog niche food tapi juga suka pelajaran hukum?

Seperti ketika acara Klinik Blog yang diadakan Komunitas Blogger Makassar Angin Mamiri Kemarin, Sabtu 8 Februari 2020, di IndiCafe Makassar.

Seorang bertanya pertanyaan demikian, bagusnya bahas blog gado-gado atau khusus membahas suatu tema aja?

(Personal)isasi Blog

Saya tak luput dati situasi kebimbangan sedemikian. Kadang-kadang saya menulis sebegitu serius, tapi juga sering terprovokasi untuk menulis dengan santuy seperti di pantuy (pantai).

Seperti tulisan satu ini.

Sering berada dipersimpangan, saya kadang bimbang ingin menulis blog seperti apa. Atau ingin disebut sebagai blogger seperti apa. Rasa-rasanya kita kehilangan jati diri kalau sudah berhadapan dengan benda abstrak bernama blog ini.

Itulah kenapa saya sering sekali menghabiskan waktu berjam-jam menelusuri beragam blog di luar sana.

Mereka-mereka yang sudah paten di bidangnya, mereka yang namanya sudah terpatri dalam benak masyarakat, sebut saja Pak Yuswohadi di dunia Marketing, Mas Yodhia Antariksa di bidang strategi manajemen, atau Mas Darmawan dan Kang Herman Yudiono di bidang Blog dan Internet Marketing, Atau Blogger keren seperti Nodi Harahap yang berlangganan juara kontes blog sebab pengetahuannya yang mendalam dalam menulis blog competition.

Dan semakin banyak saya membaca blog mereka, saya semakin tercerahkan akan satu hal.

Dan hal itu adalah: Personalisasi.

The Power of Personalisasi

Personalisasi menurut saya adalah jawaban dari semua pertanyaan tentang, “saya maunya blog niche atau blob gado-gado ya?

Lantas apasih personalisasi itu?

Meski ada kata personal di dalamnya, bukan berarti kemudian saya mengajak untuk membuat personal blog.

Tapi maksud saya begini.

Apasih karakter utama dari sebuah blog? Apasih yang membedakan blog dibanding platform berita di luar sana?

Yups, jawabannya tak lain dan tak bukan adalah sisi personalnya. Inilah keunikan dan sekaligus kekuatan dari sebuah blog.

Orang membaca blog sebab ingin berinteraksi dengan si pembuat blog itu. Seperti apasih hidupnya dia? Seperti apa sih sudut pandangnya akan suatu masalah? Bagaimana sih dia melakukan suatu dengan caranya yang unik?

Ini yang membedakan blog dengan platform tulisan lainnya. Adanya sisi personal.

Lantas apa harus bikin blog personal?

No! Kita tetap punya niche sesuai dengan bidang atau latar belakang kita. Akan tetapi kita menyampaikan idenya dengan cara kita sendiri. Unik dan personal.

Kamu bisa bikin blog yang membahas tentang ekonomi dan keuangan. Tapi dengan versimu sendiri. Dengan angle penulisan yang personal. Itu yang bikin blogmu akan unik.

Dan gak masalah juga, di sela-sela tulisan ber-niche itu kita menulis cerita travelling kita ke kebun binatang. Bosan juga kan kalau tulisan serius mulu.

Lagian ini menunjukkan bahwa si blogger yang menulis tulisan ini adalah “orang”. Yang punya keluarga, punya kebutuhan travelling, makan dan lain sebagainya.

Dia juga pakai produk, dia juga mendidik anak-anaknya, kalau ke kondangan dia juga pakai make up, pake baju yang di beli di mall.

Tapi secara umum blogmu membahas tentang niche atau bidang spesialisasimu. Yang penting jangan keseringan bikin konten personal life, kecuali memang ada hubungannya.

Personal Branding For Blogger

Jadi, personal branding bagi blogger itu memang penting.

Tapi tidak berarti kita harus kehilangan sisi personal kita. Justru, kata pakar Marketing dunia, Hermawan Kartajaya, “Personal Branding yang paling kuat adalah yang paling autentik.

Yuk jadi diri sendiri!

Sebab pada akhirnya, personal branding akan memaksa kita untuk kembali pada diri sendiri. Tidak bisa tidak.

Itulah sisi personal kita. Itulah Unique Selling Point (USP) kita.

So, bagi teman-teman yang masih bingung mau nulis blog tentang apa, semoga tulisan ini bisa memberi sercercah pelita.

Sekian, semoga berguna. Semoga menggugah.

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!