Self Development

Kumpulan artikel tulisan seputar sains dan tips produktivitas yang berbeda dari yang lainnya.

cara melepaskan emosi negatif

Bagaimana Cara Melepaskan Emosi Negatif Dari Beban Masa Lalu?

cara melepaskan emosi negatif

Sebagaimana yang pernah saya tulis pada postingan sebelumnya, tentang cara mencintai diri sendiri, bahwa hal pertama yang perlu kita lakukan dalam praktek self-love adalah self-forgiveness, atau memaafkan diri.

Memang apa sih tujuannya kita memaafkan diri sendiri? Agar kita bisa melepaskan emosi negatif yang tertinggal dari kejadian menyakitkan/kesalahan yang kita perbuat di masa lalu.

Nah, karena itu untuk tulisan kali ini saya akan berbagi tentang cara mudah melepaskan emosi negatif itu.

So, Let’s dive in

Pentingnya Melepaskan Emosi Negatif

Sebagaimana namanya, emosi negatif itu memang berdampak buruk terhadap kehidupan kita. Yang paling parah, bentuknya pun beraneka ragam. Kadang kita sendiri tidak menyadari keberadaannya.

Contoh, ketika ada orang yang semasa kecilnya sering di-bully, maka secara mental dampak negatif dari pembullian itu akan terus dibawa sampai usia dewasanya. Bahkan saking lamanya, itu sudah dianggap sebagai bagian dari dirinya sendiri.

Ia pun tumbuh menjadi orang yang tidak percaya diri, minder dan pemalu.

Secara sadar, mungkin ia sudah lupa dengan kejadian pembulian itu. Mengingat sudah dari kecil. Ia sendiri tidak sadar bahwa ia menjadi tidak percaya diri akibat kejadian tersebut. Dianggapnya semuanya memang sudah takdir, bahwa ia dilahirkan tidak berharga.

Sehingga upaya untuk menyembuhkan diri sendiri pun sudah tidak ada.

Nah, kalau kita yang mengalaminya apakah kita akan biarkan semuanya menghantui dan membatasi hidup kita yang hebat ini? Tentu tidak, kan?

Tapi, apa kita yakin bahwa jauh di bawah sadar kita tidak ada hidden emotional believe yang tak kita sadari?

Jangan-jangan kita juga mengalaminya dalam kadar tertentu.

Coba cek hidup kita, apakah selama ini semuanya baik-baik saja? Apa tidak ada prilaku yang tidak wajar? Atau adakah sikap buruk yang ingin kita ubah, tapi susah sekali berubahnya?

Apakah kita tidak bisa lepas dari prilaku boros? Tidak bisa liat barang diskon dikit, meskipun sejatinya barang itu tidak kita butuhkan?

Atau apakah kita punya kebiasaan buruk yang mengganggu, seperti suka nonton porno? Suka nangis sendirian tiba-tiba?

Coba deh dicek lagi, bisa jadi itu semua adalah manifestasi dari emosi negatif yang masih tersimpan di pikiran bawah sadar loh.

Contoh, kenapa orang suka boros? Oh ternyata dulunya ia miskin dan tidak punya teman. Hal itu tanpa sengaja ternyata bikin dampak negatif yang tidak kita sadari. Tiba-tiba muncul emosi negatif atau pernyataan emosional dari bawah sadar, “nanti kalo saya ada duit, saya akan ini itu…

Tanpa kita sadari, itulah akar dari semua sikap boros kita selama ini.

Baca Juga: Layanan Hipnoterapi di Makassar

Tapi, sebelum melepaskannya…

Dengan semua hal tersebut, maka jelaslah bahwa emosi negatif yang ada itu perlu untuk dilepaskan. Emosi negatif yang tersimpan dan mengendap dari kejadian pilu di masa silam, bisa mengurangi kualitas hidup kita.

Namun, sebelum kita melepaskannya penting untuk mengenali penyebabnya.

Sejatinya emosi negatif ini, juga bisa memberikan pelajaran tentang bagaimana tubuh kita bekerja. Kita jadi lebih paham dengan diri sendiri.

Menurut sebuah artikel dari verywellmind.com, bahwa emosi negatif itu bisa memberikan dampak positif, selama ia dikelola dengan baik.

Emosi negatif sejatinya adalah pembawa pesan dari tubuh bawah ada sesuatu yang gak beres dengan tubuh kita. Karena itu, mengenali pesan itu menjadi penting untuk dilakukan.

Mengelola emosi negatif, berarti menerima bawa sebagai manusia adalah normal kita merasakannya, mencari tahu penyebabnya, dan yang paling penting mengetahui pesan yang coba disampaikan.

Setelah itu baru kita lepaskan emosinya…

Kejadian ≠ Emosi

Perlu saya garis bawahi bahwa fokus pembicaraan kita adalah emosi dari beban traumatis masa lalu. Adapun emosi biasa akibat kejadian sehari-hari, itu lain cerita.

Nah, dari kejadian buruk di masa lalu, ada 2 hal yang perlu kita pisahkan:

  1. Kejadian itu sendiri
  2. Emosi yang diakibatkan kejadian tersebut.

Keduanya tidak selalu harus identik dan sejalan. Karena itu yang kita lakukan adalah:

  1. Lepaskan emosinya
  2. Maknai ulang kejadiannya.

Cara Melepaskan Emosi Negatif Dari Beban Masa Lalu

Seperti biasa, masuklah dalam kondisi hipnosis yang rileks dan nyaman. Ikuti panduan ini jika anda belum tau cara memasuki kondisi hipnosis.

Selanjutnya yang kita lakukan adalah memvisualisasikan emosi negatif itu seakan-akan ia punya wujud dan warna.

Caranya:

  • Munculkan kemmunculkan kembali kejadian pilu di masa lalu, rasakan sensasinya, jika tubuh kamu tidak nyaman itu wajar. Nikmati saja.
  • Cari tau dimana posisi sakit itu berada, kumpulkan dalam satu titik di tubuh kamu. misalnya di dada, di perut atau di jidat.
  • fokus pada titik itu. Bawa semua emosi negatif anda ke titik tersebut. Berikan warna emosi negatif anda. Bisa hitam atau merah.
  • Kemudian, bayangkan di depan kamu sekarang ada balon tiup. Warnanya bisa apa saja. Lihat balonnya, dengarkan dan rasakan balon itu ada di depan kamu.
  • Sekarang imajinasikan kamu meniup balon tersebut. Sembari itu, alirkan perlahan-lahan semua emosi negatif tersebut dari titik kumpulnya ke balon.
  • Lakukan hingga habis tak bersisa. Lihat dengar dan rasakan pula balonnya semakin lama semakin membesar.
  • Kemudian setelah penuh, biarkan balon itu lepas. dan terbang ke udara.
  • Cek kembali perasaan kamu, jika masih tersisa emosi negatifnya, ulangi proses di atas sampai benar-benar habis.

Nah, itulah cara melepaskan diri dari emosi negatif masa lalu. Jika ternyata setelah melakukannya kamu merasa belum maksimal, maka lakukanlah berulang-ulang sampai kamu merasa terbiasa. Dan pada akhirnya emosi negatif itu habis.

Memaknai Ulang Kejadian Buruknya

Nah, langkah selanjutnya adalah memaknai ulang kejadian negatif tersebut. Dalam NLP, ini disebut dengan reframing. Yakni membingkai ulang suatu peristiwa dengan sesuatu yang baru.

Pembica sukses no. 1, Anthony Robbins mengatakan, segala sesuatu tidak punya arti sebelum kita memberinya arti.

Nah, terlepas dari emosi negatifnya, arti apa yang ingin kamu berikan pada kejadian di masa lalu tersebut?

Apakah itu jadikan lembar pelajaran di masa lalu yang membuatmu bisa menjadi lebih kuat? Apakah dengan kejadian itu, kamu percaya bahwa kamu akan bisa melalui tantangan apapun dalam kehidupan?

Semuanya tergantung kamu, pilihlah makna yang memberdayakan hidupmu.

Sekian, semoga berguna. Semoga menggugah.

mencintai diri sendiri

Pentingnya Self-Love, dan 5 Cara Agar Kamu Bisa Mencintai Diri Sendiri

Penting gak sih mencintai diri sendiri?

mencintai diri sendiri

Tuntutan dunia kerja atau profesionalitas, tak bisa dipungkiri, terasa selalu menuntut kita untuk selalu tampil sempurna. Tak bercacat, dan bersih dari secuil hal buruk.

Belum lagi di era digital seperti sekarang ini, di mana segala sesuatu dinilai dari jumlah likes di instagram, menjadi semacam hukum tak tertulis, bahwa kita harus selalu tampil sempurna dan kelihatan hebat.

Bener gak sih?? Do you feel the same?

Nah, dengan semua hal itu, yang jadi masalah adalah terkadang kita jadi lupa dengan diri kita sendiri. Luput, bahwa kita juga manusia biasa. Punya kurang dan kebutuhan. Kadang bikin kesalahan dan kealfaan.

Kondisi dikotomis seperti ini tak jarang bikin kita stress dan depresi loh.

Nah, karena itu penting banget untuk menyadari dan memegang prinsip tentang penerimaan dan pengelolaan diri sendiri. Tentang bagaimana kita menerima diri sendiri apa adanya.

Dengan kata lain, kita butuh Self-Love. Menerima dan mencintai diri sendiri. Let’s dive in

Pentingnya Self-Love

Self-Love itu bukan berarti narsisme loh ya.. bukan juga berarti egoisme. Tetapi tentang menerima dan memperlakukan diri kita sendiri dengan sebaik mungkin.

Loh, emang kenapa sih butuh mencintai diri sendiri?

Sadarkah kamu bahwa orang yang paling dekat dengan diri kita sendiri adalah ya diri kita. Diri ini adalah fasilitas dari Tuhan, untuk kita menjalani hidup dengan baik. Dan menjadi bermanfaat bagi orang lain.

Diri dan tubuh inilah yang kita gunakan untuk meraih apapun yang kita impikan. So, kalau bukan kita yang memperlakukannya dengan baik, maka tidak akan ada yang memperlakukannya dengan baik.

Dengan mempraktekkan self-love, berarti kita mengambil alih kehidupan kita sendiri. Dan menyayangi serta memperlakukannya dengan sebaik mungkin.

Hanya dengan begitu, ia bisa bekerja dengan maksimal sebagaimana fungsinya.

Tubuh yang tak terawat, jiwa yang tak tersentuh, hati yang tak terdengar, serta rasa yang tak tersalur, adalah cikal bakal runtuhnya diri seseorang. Entah itu secara fisik, maupun secara mental.

Khusus secara mental, dampaknya akan sangat berbahaya ketimbang sakit fisik. Sebab gejalanya bisa tak terlihat, atau kalaupun terlihat tapi penyebabnya tak terbaca. Istilahnya psikosomatis. Penyakit fisik yang disebabkan oleh tekanan psikis.

Kenapa banyak orang sulit mencintai diri sendiri?

Sebab pembicaraan semacam itu, dianggap tabu dan teramat egosentris.

Dan memang, kita tidak terbiasa berhubungan atau berbicara dengan diri ini. Sehingga sejatinya, kita gak kenal diri diri kita sendiri.

Ya, belive it or not, banyak banget orang gak kenal sama dirinya sendiri.

Mereka tidak tau jati dirinya seperti apa, value positif yang ia bawa dalam hidup seperti apa, potensi dan bakatnya dimana, serta hal-hal membanggakan tentang hidupnya apa saja.

Dan sebagaimana yang pernah saya bilang di post sebelumnya, ketika orang tidak kenal dengan dirinya sendiri, maka ia tidak akan percaya dengan diri sendiri.

Orang-orang yang tidak mencintai dirinya sendiri pasti gak akan PeDe. Selalu minder, perasaan insecure, dan merasa serba salah. Tidak bisa mengambil keputusan. Ringkasnya, mereka tidak bahagia.

Begitulah, Orang sulit mencintai diri sendiri sebab tidak kenal dengan diri sendiri. Bukankah pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang?

5 Cara Mempraktekkan Self-Love

Sekarang, pertanyaannya bagaimana mulai untuk mempraktekkan self-love dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana caranya?

Sebelumnya perlu kamu ketahui, bahwa proses untuk bisa mencintai diri sendiri, sampai nanti pada percaya diri dan dengan berani mengatakan kepada dunia, “I Love My Self”, itu semua butuh proses yang panjang.

Membangun hubungan baik dengan diri sendiri tak bedanya membangun hubungan dengan orang lain. Tak ada orang yang dengan serta merta bisa cinta dan percaya begitu saja.

Begitupun dan denan self love dan self confidence.

Perlu dipahami pula bahwa, self confidence itu adalah buah dari bagaimana kita memperlakukan diri sendiri. Secara konsisten dan subconscious.

Nah, untuk bisa mempraktekkan self-love, berikut 5 tahap prosesnya:

1. Self Forgivenes

Tidak ada orang yang tidak punya kesalahan. Tak seorang pun luput dari dosa dan kealpaan.

Dan ternyata tak jarang, rasa ketidakpercayaan diri, tidak mencintai diri sendiri, lahir dari kesalahan yang pernah kita lakukan di masa lalu, tapi kita belum memaafkan diri sendiri untuk itu.

Ada semacam perasaan bersalah, perasaan bahwa kita adalah orang jahat yang bercokol di pikiran bawah sadar, dan itu menghambat kita untuk merasa bahagia dengan diri sendiri.

Ada seorang anak yang ketika merantau ke negeri orang, mendapat kabar bahwa orang tuanya sakit keras. Bahwa diperkirakan umur ibunya tidak akan lama lagi. Jika ingin melihat ibunya untuk terakhir kalinya, dia diminta pulang segera.

Namun apa daya, ia bekerja dan tidak punya waktu libur. Lagipula ia tidak punya uang untuk tiket pulang. Dikabarinya bosnya, namun ia tak diberi izin. Dicobanya mencari pinjaman ke teman-temannya, tak satupun yang bisa membantu, sebab semuanya juga tak punya uang.

Singkat cerita, si Ibu pada akhirnya meninggal dunia. Mendapati kabar memilukan itu, ia cuma bisa tersedu sedan di pojokan kamar kostnya yang sumpek. Menyesal dalam hatinya tak bisa pulang.

Lama perasaan itu dibawanya, membekas dalam hatinya, dan mengganggu setiap tidur malamnya. Tak ada yang lebih menyakitkan dari perasaan bersalah pada diri sendiri. Makan tak sedap, tidur tak nyenyak, hingga akhirnya ia bertekad untuk tak menikah selama-lamanya.

Itulah yang menghambat hidupnya. Sepanjang hidup, ia merasa tak layak bahagia. Cinta dan bahagia adalah belati jahat yang terbungkus dalam kulit domba yang indah.

***

Itulah contoh jika kita tak memaafkan diri sendiri dari kesalahan di masa lalu. Pahit, getir dan merasa tak layak bahagia. Berbuat sedikit salah, bergerak pun jadi tak berdaya.

Maka langkah pertama dalam mempraktekkan self love adalah memaafkan diri sendiri dari kesalahan apapun di masa lalu.

Dalam hal ini, ingatlah aturan emas berikut ini:

  • Memaafkan bukan berarti membenarkan
  • Memaafkan bukan berarti menyukai hal itu
  • Memaafkan bukan berarti mengijinkan kembali terjadi
  • Tetapi memafkan untuk melepaskan belenggu negatif dari perasaan bersalah akibat kejadian itu.

2. Forgive Others

Setelah memaafkan diri sendiri, maka kita juga perlu untuk memaafkan orang lain.

Sebab tak sedikit juga, orang-orang yang hidupnya menjadi begitu menderita lantaran perlakukan negatif orang-orang sekitarnya di masa lalu.

Ada yang kena bullying, ada pula yang di khianati. Ada yang di dzalimi, dan ada yang tersakiti.

Perlakuaan orang-orang itu, terutama oleh orang-orang yang kita nilai sebagai yang punya otoritas atau kedekatan hubungan seperti kerabat dan saudara, biasanya memberikan dampak psikologis yang begitu dalam. Membekas dan menggores di dalam batin. Dibawa kemanapun hingga usia dewasa. Menciptakan semacam mental blok atau sakit hati yang membelenggu.

Seorang pasien hipnoterapi kami, sebutlah namanya dina (samaran), adalah orang yang periang. Dia punya mimpi untuk punya usaha butik sendiri. Tetapi ternyata jauh di dalam hatinya ada luka besar yang begitu pedih dan menganga.

Yang menjadi masalah adalah, dirinya tak bisa memberi kepercayaan pada laki-laki. Maka tak pernah ia berhasil menjalin hubungan yang baik dengan laki-laki manapun.

Bahwa ia menangis hampir setiap malam. Ternyata bercokol kebencian yang teramat besar pada sosok ayahnya sendiri.

Setelah dicari akar masalahnya di masa lalu, melalui tekhnik hipnoterapi, didapati bahwa sosok ayahnya ini adalah orang yang keras dan kasar. Kerap disaksikannya perlakukan buruk ayah kepada ibunya di depan matanya sendiri.

Dina kecil, yang tak paham apa-apa cuma bisa menangis dan secara bawah sadar mengartikan cuplik demi cuplik perlakuan buruk sang ayah itu, sebagai “laki-laki itu jahat dan kasar.”

Itulah yang dibawa Dina hingga dewasa. Sehingga terjawab teka-teki selama ini mengapa tak pernah bisa ia menjalin hubungan yang serius dengan laki-laki.

Maka dilakukanlah terapi untuk me-release emosi dan mindset negatif itu. Berulangngkali kami meminta dina memaafkan ayahnya itu secara bawah sadar. Namun berat, sebab rasa sakit itu teramat raksasa. Bahkan untuk menyebut nama ayahnya saja, ia abreaksi demikian hebat. Tubuhnya gemetar dan air matanya tumpah.

Setelah cukup lama, pada akhirnya Dina bersedia memaafkan ayahnya itu. Tentu dengan menekankan “prinsip emas memaafkan” di atas. Beberapa waktu setelahnya, kami mendapati kabar bahwa Dina sebentar lagi akan menikah, dan ia pun telah pindah ke kota lain untuk hidup bahagia dan membangun bisnisnya untuk punya butik sendiri.

Nah, jika kamu gak pede, atau merasa insecure, benci, dendam, gampang marah, gampang sedih, bisa jadi itu semua lantaran prilaku buruk orang lain yang pernah terjadi di masa lalu.

Untuk bisa self-love, kamu perlu melepaskan emosi itu. Dan kamu perlu memaafkan semua orang-orang itu.

3. Self-Acceptance

Proses selanjutnya adalah menerima diri sendiri apa adanya. Ikhlas dan lapang dada dengan semua keadaan diri kita saat ini.

Ingatlah kata-kata Pakcik Andrea Hirata, dalam salah satu novelnya berikut ini: “Hidup adalah tentang membenturkan dirimu pada kenyataan, sepahit apapun kenyataan itu adanya.”

Bahwa saat ini hidup kita seperti ini, ya itulah hidup kita. Ikhlas dan pasrahlah menerima keadaan itu.

Menerima diri juga berarti menghidupkan kembali nilai-nilai positif yang sebenarnya sudah ada dalam diri kita, tapi selama ini karena sesuatu dan lain hal, nilai-nilai itu tak kita kerjakan.

Sebagai contoh, bisa jadi sebenarnya kita adalah orang yang rajin, rapi dan disiplin. Sebab seperti itulah didikan orang tua kita dulu. Tapi karena hidup kita tengah terlalu kacau, kita jadi malas-malasan.

Maka dalam pada ini, dibutuhkan penerimaan diri yang ikhlas. Menerima diri sendiri berarti mengambil tanggung jawab penuh akan kontrol hidup kita. Dan tak lagi menyalahkan siapa-siapa untuk itu.

Kemudian caritahu pula, hal-hal yang sekiranya bikin kamu bangga dengan dirimu sendiri. Bisa jadi selama ini kita lupa bahwa diri kita sebenarnya berharga loh… Hanya saja kita teramat sibuk untuk berpikir negatif sama diri sendiri.

Dalam hal ini, saya selalu mengingat kisah selembar uang seratus ribu. Walau bagaimanapun ia dikucek-kucek, digulung, bahkan diinjak-injak, tidak ada orang yang tidak mau menerimanya. Mengapa demikian? Sebab nilai uang 100 ribu itu, tak pernah berkurang sedikitpun.

Begitupun halnya dengan diri kita, nilai diri kita tetap utuh. Tak peduli sekeras apapun hidup membanting, meremehkan dan mengucilkan. Kita tetap pribadi yang berharga.

4. Self Care

Yang saya maksud dengan self care adalah memperlakukan diri dengan sebaik mungkin. Sebab kita yakin bahwa diri ini berharga, maka diri ini layak mendapatkan yang terbaik.

Coba ingat-ingat kapan terakhir kali kamu “me time” yang berkukalitas?

Mulailah menghadiahi diri dengan hal-hal yang baik. Rawatlah diri sendiri dengan sebaik mungkin. Kenakan pakaian terbaik, nikmati makanan sehat, dengarkan musik favorit, dan sebagainya.

Tak perlu mahal, cukup sesuaikan dengan kemampuan kamu sendiri. Yang paling penting cukup layak dan gak pelit dengan diri sendiri pada saat me time.

Selain itu, kamu juga perlu berkomitmen untuk memperlakukan diri sendiri dengan sebaik mungkin. Gak boleh lagi ada penghinaan sama diri sendiri pas lagi di depan cermin. Gak akan lagi ada perasaan merendahkan diri sendiri, membandingkan dengan orang lain, atau mengasihani diri sendiri dengan tragis.

Ingat, you are the best. Kamu terbaik. Dan kamu layak mendapatkan yang terbaik.

5. Self Development

Langkah terakhir adalah mulai untuk mengembangkan diri sendiri. Pelajari hal-hal baru, baca buku baru, kuasai skill-skill baru.

Kamu akan terkejut sendiri menyaksikan betapa besar perubahan yang terjadi dan peningkatan kepercayaan diri setelah mulai mengembangkan diri.

Selain itu, mungkin juga sudah saatnya kamu berkomitmen untuk merajut kembali cita-cita yang dulu pernah menggelora. Karena kamu sudah sadar dengan potensi diri sendiri, maka gak ada salahnya bercita-cita yang tinggi. Barangkali kamu ingin kembali ke bangku kuliah, menyelesaikan pendidikan S2 atau S3. Barangkali kamu sudah lama ingin mulai usaha sendiri. Atau mungkin kamu menyimpan hasrat mendalam untuk menulis buku dan menerbitkannya.

Satu hal yang perlu kamu pahami, yakinlah pada kemampuan dan potensi dirimu sendiri. Ketika kamu yakin, benar-benar yakin 100%, maka tidak ada yang bisa menghentikanmu.

Self love pada akhirnya butuh self actualization. Sebagaimana pada diagram motivasi Maslow, bahwa kebutuhan kita yang paling tinggi sebagai manusia adalah mengaktualisasikan diri, menjadikan diri ini berguna dan bermanfaat untuk orang lain.

Sebab akan percuma jika kita hanya fokus mencintai diri sendiri, tapi lupa menghadiahkan diri kita pada orang lain. Bukankah itu yang disebut dengan narsisme atau egoisme. Maka puncak tertinggi bagi self love adalah kebermanfaatan diri untuk sekitar.


Kesimpulan; Self love tidak sama degan egoistis

Mencintai diri sendiri sudahlah demikian pentingnya. Sebab itu adalah bagian atau wujud kesyukuran kita pada pencipta. Memperlakukan diri ini dengan sebaik mungkin, dan pada akhirnya menghadiahkannya pada komunitas kita adalah tujuan utama kita dilahirkan.

Maka self love bukan berarti egois. Bukan pula narsis.

Sebab self love, adalah manifestasi dari kesadaran kita sebagai khalifah di muka bumi ini.

Sekian, semoga berguna. Semoga menggugah.

Ini 5 Alasan Kenapa Kamu Gak Percaya Diri. Temukan & Atasi Akar Masalahnya! 1

Ini 5 Alasan Kenapa Kamu Gak Percaya Diri. Temukan & Atasi Akar Masalahnya!

Masalah ketidakpercayaan diri masih jadi hal yang umum dialami banyak orang. Penyebabnya pun beragam, nah kali ini saya akan coba uraikan 5 alasan orang tidak percaya diri yang paling umum. Coba pahami dan atasalah masalah kepercayaan diri kamu sesuai penyebabnya.

alasan orang tidak percaya diri

Pernah gak sih kamu ingin melakukan sesuatu tapi pada akhirnya gak jadi karena kamu merasa ragu, atau takut dinyinyirin orang?

Nah, bisa jadi itu karena kamu tidak percaya sama dirimu sendiri.

Meski kedengerannya klise atau klasik banget, tapi saya benar-benar maksud untuk bilang itu. Ya, Kita gak percaya sama diri kita sendiri.

Dulu sering banget terjadi pada diri saya juga.

Setiap kali mau menulis konten, muncul suara-suara dari dalam diri. “Yakin lo mau nulis ini?” atau “Emang lo siapa?” atau yang lebih parah, “apa kata orang-orang nanti? Gimana kalo mereka mencibir karya lo?

Saking seringnya hal ini terjadi, sampai-sampai itu benar-benar menghambat produktifitas saya sendiri. Akhirnya saya gak action-action. Gak ada yang jadi juga.

Melihat kejadian ini, akhirnya saya memutuskan untuk mundur sejenak. Ini gak bisa dibiarin terus-terusan. Saya akhirnya mengambil jeda. Sembari memikirkan kenapa kok saya seperti ini?

Lama saya merenung.

Sampai akhirnya ketemu insight itu. Saya tuh gak trust (percaya) sama diri sendiri. Saya gak menaruh kepercayaan sama diri saya sendiri. Saya coba mikir lebih jauh.

Kenapa kok saya gak percaya sama diri sendiri? Kenapa sih orang gak percaya sama diri mereka sendiri? Trus kenapa juga orang gak percaya sama orang lain?

Ternyata proses kita mempercayai diri sendiri, sama dengan proses bagaimana kita mempercayai orang lain.

Maka saya uraikan, kenapa orang gak percaya sama orang lain? Dan inilah jawabannya:

1. Karena kita gak kenal sama orang itu

Ya kan? Apa jadinya kalo ada orang asing tiba-tiba datang menghampiri kamu dan tanpa tedeng aling-aling nyuruh kamu untuk ikut sama dia?

Yups, begitulah juga diri kita. Memang kita punya goals, impian dan cita-cita setinggi langit untuk sukses. Kita bakal bilang, “Gue pasti bisa dan harus bisa jadi orang sukses.

Tapi secara bawah sadar ada penolakan. Rasa penolakan itu bisa berupa keraguan, atau bisa berupa acuh tak acuh atau bisa juga berupa psikosomatik (gejala fisik karena faktor psikis) seperti mules, mual atau pusing.

Sadar gak sih, itu semua adalah reaksi bawah sadar kita yang gak yakin, gak se-vibration, sama keinginan kita.

Bawah sadar kita menolak karena secara naluri bawah sadar kita gak kenal sama diri kita sendiri. Kita gak tau potensi kita untuk sampai pada titik sukses itu. Bawah sadar akan bilang, emang lo siapa?

Nah, karena itu penting banget untuk kita mengenali diri sendiri. Mengenali potensi diri sendiri. Kamu bisa melakukan tes minat bakat, tes talent mapping, SWOT analisys dan lain sebagainya. (Next post bakal saya bahas)

Ketika kita mengenali diri sendiri, maka dengan sendirinya kita bisa mengukur sampai di mana sih batas kemampuan kita. Jadi kita juga lebih yakin sama diri kita sendiri.

2. Karena orang itu pernah/sering bohongin kita

In other case, kita mungkin sudah kenal lama sama orang ini. Tapi karena dulu dia pernah bohongin kita, misalnya minjem duit dan gak dibalik-balikin, ya jadilah kita juga tidak percaya sama dia.

Nah, itupun yang terjadi pada diri kita.

Kenapa kita gak percaya sama diri kita sendiri, ya karena kita sering bo’ongin diri sendiri. Bilangnya bakal bangun jam 5 pagi, eh malah bangun jam 8 pagi. Bilangnya bakal berusaha sekuat tenaga untuk memperjuangkan dia, eh kita sendiri yang mengingkarinya.

Di dalam ilmu hipnoterapi, kami meyakini bahwa tubuh kita ini terdiri dari 3 bagian. Yakni mind, body & soul. Dan ketiganya terhubung dan saling mempengaruhi satu sama lain.

  • Mind, adalah pikiran. Bagian yang bertindak sebagai CEO. Pengambil keputusan. Berpikir dan beraksi.
  • Body, adalah bagian fungsional. Seperti para karyawan yang bekerja berdasarkan sistem yang ditetapkan.
  • Soul, adalah seperti dewan pengawas. Adalah bagian dari tubuh ini yang jujur, bersih, dan hanya ingin membuat tubuh ini bahagia dan sukses.

Si “mind” biasanya adalah yang licik. Kerap menipu. Membohongi dan mensabotase diri untuk kepentingannya pribadi. Body adalah pekerja yang nurut sama mind. Dan soul akan berontak setiap kali itu terjadi.

Kebiasaan mind untuk berbohong ini, bikin soul lama lama gak percaya. Dan itulah yang bikin kita gak percaya sama diri sendiri.

Sekuat apapun kita berusaha, sekenceng apapun pikiran ini bekerja, belajar dan melakukan perencanaan. Tetap akan muncul penolakan dari dalam. Ada rasa atau suara kecil yang bilang, “kita gak bakalan berhasil.”

Itulah moment ketika soul berontak. Nah uniknya, apa yang terjadi pada body ketika mind dan soul bertolak belakang? Ya, dia akan lemes, gak punya semangat, dan males-malesan.

3. Perasaan tidak memegang kendali

Ini adalah faktor internal, ketika kita merasa tidak memegang kendali terhadap sesuatu hal atau keadaaan maka kita cenderung akan merasa tidak percaya diri.

Seperti ketika hari pertama ospek, atau ketika pengalaman pertama bicara di depan umum, atau ketika kita mau nembak doi.

Kita gak tau apa yang akan terjadi. Kita tidak punya gambaran akan seperti apa prosesnya.

Dan ini membuat kita merasa tidak percaya diri.

Hal ini terjadi karena kita tidak punya gambaran di kepala kita mengenai apa yang sedang kita hadapi. Bagaimana kita akan melakukannya. Dan apa yang akan terjadi jika kita salah mengambil langkah. Hal-hal semacam ini yang tidak kita kenal, membuat kita merasa tidak bisa memegang kendali atas situasi.

Solusinya:
Salah satu solusi yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi situasi semacam ini adalah dengan visualisasi. Yaitu dengan membayangkan kira-kira akan seperti apa kondisinya. Bahkan kemungkinan terburuk sekalipun.

Ini penting, sebab mengetahui kemungkinan terburuknya, akan membuat kita bisa mengukur keadaan, dan memberi kita pilihan yang bisa dilakukan.

Gunakanlah prinsip “jika… maka…” dalam visualisasi kamu.

Misalnya hari pertama ospek, kamu bisa membayangkan kira-kira bagaimana kondisinya nanti. Apa kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Katakanlah kondisi terburuknya adalah kita dikerjain senior kemudian di suruh menyanyi di depan orang banyak. Padahal kita tidak bisa menyanyi. Maka ini akan membuat kita semakin kehilangan kepercayaan diri. Sebab menyanyi adalah salah satu kegiatan dimana kita tidak memegang kendali. Namun sisi lain, kita tahu bahwa diri kita jago dalam hal baca puisi misalnya.

Untuk mengatasinya kemudian kita gunakan prinsip “jika… maka…” yakni misalnya dengan mengatakan, “Jika Gue dikerjain senior dan disuruh menyanyi, maka Gue akan meminta senior untuk mengganti hukumannya dari bernyanyi menjadi membaca puisi.

Prinsip “jika… maka…” ini akan sangat membantu kita untuk menghadapi kondisi-kondisi di mana kita tidak memegang kendali.

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan mendahului kondisi tersebut. Misalnya jika kamu ingin mengikuti tes wawancara kerja di perusahaan baru. Dan ini membuat kamu tidak percaya diri. Maka kamu bisa mengatasinya dengan datang lebih awal untuk bisa melihat-lihat kondisi perusahaan, atau bertanya-tanya kepada karyawan di perusahaan itu.

Atau misalnya kondisinya kamu sedang mempersiapkan untuk menyatakan cinta pada si doi. Dan ini membuat kamu tidak percaya diri. Solusinya adalah kamu datang ke tempat itu lebih awal, persiapkan segala sesuatunya. Dan latihan yang matang.

4. Trauma Kegagalan

Bagi sebagian orang, kegagalan itu memang menyakitkan. Tak jarang, dampaknya bisa membelenggu kita hingga berbulan-bulan.

Perasaan gagal bukan cuma menyebabkan traumatis, tetapi juga mengikis kepercayaan diri kita pelan-pelan.

Kalau ini masalahnya, maka yang harus kamu lakukan adalah melatih diri sendiri untuk menerima kegagalan itu. Kamu juga bisa melakukan terapi psikologi seperti hipnoterapi untuk membantu melepaskan emosi negatif dari dampak kegagalan itu.

5. Tidak ada pengembangan diri

Selain hal-hal di atas, stagnansi kadang juga bikin kita stress dan pada akhirnya meruntuhkan kepercayaan diri kita.

Melihat diri begitu-begitu aja, gak ada kemajuan, gak ada pertumbuhan. Bikin kita gak nyaman loh…

Karena kalo kamu merasa adem-adem aja, itu bahaya juga. Bisa jadi kamu mengalami yang disebut dengan “mati rasa emosional”. Sebuah penyakit menyerupai parkinson, di mana orang secara tiba-tiba kehilangan gairah dan motivasi untuk bergerak dan berpikir. Menurut para ahli hal ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah di bagian otak yang disebut dengan striatum ventral.


Nah, itulah 5 hal yang membuat kita tidak percaya pada diri kita sendiri. Pada akhirnya kamu harus menemukan apa penyebab ketidakpercayaan dirimu. Baru kamu bisa mengatasinya.

Sekian semoga berguna. Semoga menggugah.

cara menemukan passion

Passion is Bullshit : 6 Cara Tak Biasa untuk Menemukan Diri Anda yang Sejati

Tulisan mengenai cara menemukan passion ini pernah di-publish di blog legendaris StrategiManajemen.net milik mas Yodhia Antariksa sebagai guest post saya…

Sengaja saya re-publish di sini biar gak hilang. Dan rasanya memang masih relevan hingga kini.

Selamat menikmati…


cara menemukan passion

Passion is just bulshit. Begitu sebuah komentar terngiang. Passion is over-rated, komentar yang satunya lagi.

Namun coba perhatikan kalimat-kalimat heroik dari para legenda dibawah ini :

Nothing great ever achieved without enthusiasm.” –Emerson
Men is only great when he acts from passion.” –Benjamin Disraeli
Do what you love and the money will follow!” –Marsha Sinetar
The only way to do great work, is to love what you do.” –Steve Jobs
Passion is the genesis of genius.” –Galileo Galilei

Passion is not bulshit. Seperti para legenda itu bilang : passion mungkin adalah pilar dari sebuah perjalanan panjang menemukan kesejatian hidup.

Saya teringat apa yang selalu dikatakan Mas Yodhia: kunci keberhasilan adalah daya resiliensi. Semacam daya tahan atau kegigihan menjalani setiap proses, tantangan bahkan kegagalan.

Sebab memang, langkah menuju nirwana keberhasilan itu tidak main-main. Sekedar perbandingan, kebetulan penulis Malcolm Gladwell pernah melontarkan hukum 10.000 jam.

Itulah waktu yang diperlukan untuk mencapai international stardom. Sebuah tempo yang tidak sedikit yang hanya bisa ditempuh dengan daya resiliensi tinggi.

Tak usah jauh-jauh. Kita ambil contoh Blog Strategi + Manajemen ini. Blog ini mulai online pertama kali pada Juli 2007 silam.

Sampai hari ini sudah tercatat online selama 9 tahun. Dan selama itu belum pernah sekalipun telat meng-update konten berkualitas. Jika dihitung-hitung, Mas Yodhia sudah menghabiskan puluhan ribu jam terbang dalam dunia blogging. Wajar jika sukses seperti sekarang.

Itulah daya resiliensi. Itulah kegigihan menjalani proses terjal menuju kursi kesuksesan.

Pertanyaannya, akankah kita mampu menjalani semua proses itu jika tidak bahagia dengan yang kita lakukan? Silahkan dijawab sendiri. Rasa-rasanya sih mustahil!

Hebatnya, dengan passion, kita seperti sedang tidak bekerja keras. Kita bersenang-senang. Plus dibayar untuk itu.

Konon, Pablo Picasso pernah berujar, “Ketika saya bekerja, saya rileks. Seperti tidak melakukan apa-apa.” Demikianlah karena ia betul-betul enjoy pekerjaannya.

Nah, dalam kesempatan kali ini saya ingin suguhkan sejumput prinsip yang bisa dilakoni untuk menemukan real passion kita. Suatu bidang yang benar-benar kita cintai, jiwai dan semangati. Sehingga dengannya kita bisa menjemput kesuksesan yang diimpikan.

Pasalnya, dari beberapa pembaca blog dan buku saya, tak sedikit yang mengaku belum ketemu real passionnya. Kemudian tak berbuat apa-apa karenanya.

Tapi, benarkah mindset semacam itu? Bolehkah kita malas-malasan hanya lantaran alasan belum ketemu passion? Ah jangan ngawur begitulah!

Nah, berikut 6 prinsip kunci yang bisa dirajut untuk menemukan real passion tersebut.

#1. Be Enthusiastic in Everything you do!
Inilah prinsip pertama dan utamanya. Selalu antuasias dalam apapun yang kita lakukan. Kita tidak pernah tahu, kapan, di mana, dan bagaimana kita menemukan passion itu. Tapi yang pasti, kalau kita sendiri tidak bersemangat, bagaimana mungkin kita bisa tahu mana yang benar-benar membuat kita bersemangat.

Asbab itu, sulutlah gairah dan gelorah membara dalam setiap langkah anda!

“Berikan hati, pikiran dan jiwamu,” Ungkap Swami Sivananda, seorang bijak dari India, “Ke dalam bahkan setiap langkah terkecilmu. Itulah rahasia kesuksesan.”

Hasil riset pun memang membenarkan. Para pekerja yang antusias, jauh lebih produktif, lebih customer-oriented, lebih loyal, dan lebih jarang sakit dibanding yang lain. Mereka tidak masalah melakukan lebih dari tanggung jawabnya. Karena itu peluang dapat promosi pun terbuka lebih lebar.

#2. Enlarge your Wings!
Prinsip KOENTJI yang kedua: bentangkan sayap Anda! Perluas wawasan, pandangan dan jaringan!

Satu hal yang bikin kita tidak menemukan passion, karena memang kita tidak tahu ada hal yang lebih challenging di luar sana. Faktanya, di sanalah passion acap menyeruak.

Mas Yodhia pernah menulis, “Boring job will kill your potential softly.” Pekerjaan yang tidak menantang dan membosankan bisa membuat potensi Anda pelan-pelan terbunuh mati.

Di sinilah dibutuhkan kerelaan untuk keluar, menembus tembok zona nyaman yang selama ini membelenggu. Kelak, satu demi satu hal menggairahkan akan bermunculan.

#3. Remember your childhood excitement
Kenanglah masa kecil anda. Masa-masa di mana anda bebas bermain dan melakukan apapun yang anda senangi. Tak ada beban. Tak ada batasan. Anda bebas berkhayal dan menjadi siapapun yang anda inginkan.

Ingat-ingat pula, apa yang menjadi hobi anda sedari dulu.

Tak jarang, hobi-hobi masa lalu masih mengendap di relung bathin kita dan mencuatkan kerinduan untuk dilakoni kembali. Mungkin saja, some of them are your real passion. Who knows siapa tahu?

#4. Who is Your Idol Figure?
Kalau anda nge-fans sama Tora Sudiro, Vino G. Bastian, dan Abimana Aryasatya, yang ulasan filmnya kemarin sudah direkahkan Mas Yodhia di sini, kemungkinan besar anda punya passion menjadi aktor. Tapi kalau anda pengagum dan pembaca setia tulisan blog ini, bisa jadi passion anda adalah blogging.

Demikianlah, salah satu kunci ketemu passion adalah dengan melihat idol figure yang menginspirasi kita. Di bidang apa mereka berkarya? Apa yang dilakukannya untuk meraih posisi puncak? Bagaimana sikapnya menjalani kehidupan?

Semua itu bisa menjadi clue untuk kian mendekatkan dengan real passion kita.

#5. Do what you wanna do, right now, right here!
Jika AA gym punya 3M – mulai dari diri sendiri, dari hal kecil dan dari sekarang; maka itupun berlaku dalam mencari jejak passion. Tepatnya, lakukan apa yang ingin anda lakukan dari dulu.

Kita semua pasti punya semacam angan-angan yang ingin dilakukan sedari lama, tapi lantaran berbagai hal, tak jua kunjung terlaksana.

Nah, kinilah saatnya. Lakukan saja! Semampu anda. Pada gilirannya, anda akan kian tercerahkan.

Sebab perlu dicacat, terkadang bukan passionnya yang belum ketemu, melainkan kitanya yang belum yakin dengan pilihan yang ada. Kalau sudah begini, urusannya bukan lagi mencari, tapi melakoni. Seiring waktu, kita akan semakin teryakinkan.

Dalam hal ini, turuti saja apa pesan Nike: Just do it!

#6. Destroy Your Mental Block!
Di lain sisi, passion hanya bisa bersemi, jika sang empunya hidup bebas tanpa terkunkung ketakutan. Takut salah, takut gagal, dan takut rugi. Sulit rasanya bisa merangkai antusiasme kalau sehari-hari kita masih terpenjara mental blok tersebut.

Dobraklah tembok mental blok Anda! Kubur ketakutan anda! Jangan hiraukan apa kata komentator! Lepaskan hidupmu! Bebaskan imajinasimu! Lakukan segala sesuatunya dengan keberanian.

Iwa K pernah bersenandung, “Bebas, lepas, kutinggalkan saja semua beban di hatiku…..Melayang ku melayang jauh….Melayang dan melayang….”

Demikianlah 6 prinsip kunci yang layak digelar demi sebuah real passion. Sesuatu yang bikin hidup lebih hidup.

Sebagai penutup, mari kita renungkan ucapan penulis Kristin Hannah ini: “Menemukan passion bukan hanya tentang uang dan karir. Melainkan tentang menemukan diri yang sejati. Diri yang selama ini Anda kubur dalam bayang-bayang keremangan.”


Demikian, semoga berguna. Semogah menggugah.

cara mengoptimalkan fungsi otak

Sering Lemot? Ini 6 Cara Mengoptimalkan Fungsi Otak Kamu

Sering Lemot? Ini 6 Cara Mengoptimalkan Fungsi Otak Kamu 2

Otak adalah bagian paling penting dalam tubuh kita. Karena itu letaknya di kepala. Paling atas. Sebagai bagian terpenting otak adalah kemudi, CEO tubuh kita. Tugasnya bertanggung jawab terhadap semua bagian-bagian tubuh kita.

Selaku CEO, dialah pengambil keputusan. Penggerak badan. Dan pemikir keadaan.

Karena itu, kualitas kehidupan seseorang jelas bergantung penuh pada kemampuan dan fungsi otaknya. Jika otak menjadi rusak atau tidak bekerja dengan baik, maka dipastikan seluruh tubuh itu menjadi rusak.

Itulah mengapa orang gila itu jadi gila. Bukan karena tubuhnya tidak sehat, tetapi otaknya tidak beres.

Nah, saking pentingnya peran sebuah otak bagi manusia, kali ini kita akan menyuguhkan 6 cara mengoptimalkan fungsi otak.

Sebagaimana yang saya baca dari sebuah buku yang sangat menarik, berjudul “Manajemen Kecerdasan: Memberdayakan IQ, EQ dan SQ untuk Kesuksesan Hidup.” Buku itu ditulis dengan apik oleh seorang penulis, dosen dan pembicara seputar otak dan manajemen diri bernama Taufik Pasiak.

Keenam langkah untuk mengembangkan kemampuan dan fungsi otak tersebut disingkat ALISSA. Berikut pemaparannya,

  1. A: Amankan
  2. L: Latihan Fisik
  3. I: Input
  4. S: Santai
  5. S: Sosialisasi
  6. A: Aku mencintai

Langsung aja kita uraikan satu per satu

#1. Amankan

amankan otak dari bahaya
img: rampages.com

Walaupun dijaga oleh berlapis-lapis struktur, termasuk adanya cairan otak yang berfungsi sebagai Shock Absorber, otak sangat rentan terhadap penyakit dan trauma fisik. Penyakit ringan seperti flu memiliki potensi merusak otak jika tidak diantisipasi dengan baik. Banyak penyakit meningitis (radang selaput otak) dimulai dengan infeksi sederhana di telinga dan hidung.

Kecerobohan waktu hamil dan trauma lahir juga menjadi penyebab terbanyak buruknya perkembangan otak. Ibu hamil dan anak-anak yang tidak mendapat gizi yang baik dapat dipastikan memiliki komposisi sinaptik sarafi yang lebih sederhana dibanding anak yang cukup gizi. Trauma lahir juga dapat merusak otak dan dapat menghambat perkembangan, termasuk perawatan bayi yang tidak sepantasnya.

#2. Latihan Fisik

Berbagai studi berhasil mengungkapkan bahwa mereka yang rajin berolahraga cenderung memiliki otak yang lebih tokcer.

senam otak
image: yahoo.com

Namun bukan hanya sekedar olahraga. Selain olahraga fisik kita juga bisa melatih otak dengan senam otak (brain gym).

Latihan fisik penting tetapi bukan satu-satunya cara untuk membuat otak menjadi kuat sebagaimana sering didengungkan oleh mereka yang tidak belajar tentang otak. Latihan fisik hanya melatih sedikit daerah sensorik otak dan semua daerah motorik.

Latihan fisik paling baik jika melibatkan dua bagian tubuh, kiri dan kanan, secara seimbang, terutama jika jari-jemari dilibatkan secara intens. Ini karena dengan cara ini, dua bagian otak terstimulasi secara tidak langsung. Aktivitas motoric standar, seperti berjalan atau memegang, dan aktivitas terampil seperti menari, dapat merangsang otak dengan kekuatan yang berbeda. Gerakan spontan dan yang dibuat-buat pun diatur oleh bagian yang berbeda. Dari semua bagian motorik tubuh, jari-jemari dan lidah memiliki pengaturan yang paling besar di otak.

#3. Input

membaca
image: pixabay.com

Ada dua hal yang merupakan input yang berpengaruh bagi otak. Yakni input gizi dan input informasi. Keduanya sama pentingnya dalam memberikan asupan berguna untuk otak kamu.

Informasi, terutama yang baru dan unik, serta makanan dan zat gizi yang cukup, berperan sangat penting bagi otak. Pengaruhnya terutama pada pembentukan dan pengayaan sinaptik pada sel-sel saraf. Termasuk melapisi sel saraf sehingga menjadi kuat dan menjamin presisi dan akurasi informasi yang dikirim. Zat gizi, seperti omega 3 dan omega 6, dapat menguatkan fungsi self saraf sebagai booster bagi dirinya sendiri. Zat-zat ini menjadi salah satu penyusun dinding sel saraf dan pelapis sel saraf. Perlu diingat, mengonsumsi ikan dalam jumlah yang tepat dapat menyediakan zat-zat penting bagi otak. Yang jauh lebih penting adalah memberikan ASI kepada bayi. Kandungan DHA pada ikan dan ASI jauh lebih baik dan banyak dibandingkan pada susu formula.

Hubungan sel-sel saraf makin banyak jika ada hal-hal baru yang ditemui. Anak-anak yang diberi mainan, kata-kata, bentuk dan warna baru yang sebelumnya tidak mereka kenali memiliki hubungan saraf yang jauh lebih banyak dibanding anak-anak yang tidak diberi hal baru. Hal-hal yang menantang, seperti menemukan bentuk tertentu dalam banyak bentuk, dapat memperbanyak hubungan sel saraf. Origami (seni melipat kertas) adalah salah satu cara untuk memperbanyak hubungan sel saraf. 

Attention of details juga merangsang otak. Berikan sebuah batu kerikil atau dedaunan kepada anak-anak. Mintalah mereka mencermati alur, warna, bentuk, dan ciri-ciri lain yang tidak tampak jika hanya dilihat sepintas. Perhatian pada hal-hal kecil, terutama bentuk dan warna, membuat sinap saraf bertambah banyak.

#4. Santai

Tahukah kamu kalau sejatinya otak kita tidak pernah istirahat? Ya! Ia bekerja sepanjang hari. 24/7. Bahkan ketika tubuh kita tidur.

Namun, kita tetap butuh tidur atau jeda untuk memberikan waktu bagi otak untuk meng-konsolidasi berbagai memori. Pada saat tidur atau bersantai, Memori episodik, seperti menghafal nama orang, nomor telepon, atau kata-kata baru, dan memori procedural, seperti belajar naik sepeda, mengikat tali sepatu, atau merangkai bunga (seperti ikebana), dapat diatur secara baik oleh otak.

bersantai baik untuk otak
image: thehearup.com

Santainya otak, kalau direkam dengan alat EEG, menunjukkan gelombang alfa. Keadaan ini timbul ketika ada gerakan listrik otak sekitar 7-14 kali per menit. Keadaan ini dapat diperoleh antara lain dengan mendengarkan musik, duduk di tepian pantai sembari merenung, berimajinasi, melukis, menulis puisi, menghayati kata-kata indah, mencermati lukisan naturalistik yang memesona, atau yang lebih tekhnis dengan meditasi.

Otak yang santai dapat menjadi alat untuk self-therapy. Denyut nadi, irama jantung, dan frekuensi nafas menjadi tertata baik. Pelepasan zat kimia juga tertata dengan baik. Akibatnya, organ-organ tubuh dapat bekerja secara optimal dan menjamin mereka tetap sehat.

#5. Sosialisasi

Sering Lemot? Ini 6 Cara Mengoptimalkan Fungsi Otak Kamu 3
image: pixabay.com

Bergaul, bercengkrama, berdiskusi, ngobrol juga dapat mengoptimalkan fungsi otak. Sosialisasi membuat semua organ perifer otak, seperti indra-indra, selalu terangsang. Bagian sentral, terutama kulit otak dan sistem limbic, dapat bekerja secara baik.

Dengan mengobrol, rasa dan rasio dapat terangsang. Jadi, berbicara tidak saja menjadi bawaan alamiah (bahwa manusia harus berbicara), tapi juga alat untuk mengembangkan diri. Sosialisasi akan melatih kekuatan emosi (EQ), kemantapan Spiritual (SQ), dan kecerdasan rasio (IQ).

Ketika bergaul, seorang dapat mencegah pembajakan emosi oleh amygdala yang membuatnya menjadi reaktif dan kasar. Amygdala adalah bagian dari sistem limbic yang dapat membajak setiap informasi yang masuk ke otak sebelum kulit otak yang sadar menanggapinya.

Dengan sosialisasi, otak juga terbiasa mengenali facial expression yang sangat beragam itu. EQ akan dapat diatur jika ia terlatih mengenali sekecil mungkin perubahan ekspresi wajah.

#6. Aku Mencintai

mencintai
iamge: haykakan.top

Ternyata mencintai sangat baik bagi otak.

Sebab bawaan manusia antara lain adalah need of affection, kebutuhan akan kasih, sayang, dan cinta dalam kehidupan hariannya. Jadi memang ya, kita butuh cinta dari sononya.

Cinta yang paling baik adalah memberi daripada menerima. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Kata sebuah pepatah. Pepatah ini memberi inspirasi kepada kita untuk lebih banyak memberi daripada meminta.

Cinta yang tulus, keramahtamahan dan kejujuran sangat ampuh melawan stress yang merusak otak. Stress dapat merangsang pengeluaran hormon berpotensi dapat merusak tubuh. Banyak penelitian otak membuktikan bahwa pengeluaran zat kimia ini dapat dihambat dengan perasaan yang penuh cinta dan kasih sayang.

Kesimpulan: Cara mengoptimalkan fungsi otak

Melihat begitu besar peranan otak dalam kehidupan, maka memang sudah sepatutnya otak ini kita jaga dengan sebaik mungkin. Kita lindungi, sayangi dari hal-hal yang berbahaya. Pun penting untuk menghindari hal-hal yang berpotensi besar merusak otak, seperti video porno, rokok, narkoba dan lain sebagainya.

Otak yang sehat dan maksimal kinerjanya akan memberikan pengalaman hidup yang jauh lebih indah.

Seorang ilmuwan pernah berkata, “otak adalah senyawa terhebat yang pernah diciptakan Tuhan.” Melalui otak kita bisa berpikir dan memperjuangkan apa yang kita inginkan. Potensi pencapaian otak ini tidaklah terbatas, kecuali apa yang kita batasi dalam pikiran kita sendiri. Ketika yakin dengan sesuatu, maka otak akan bekerja untuk mendukung kita.

Dari sini kita belajar, otak juga membutuhkan perhatian, asupan, serta pelatihan sebagaimana organ tubuh kita yang lain. Dan cara-cara yang dipaparkan pun sangat fundamental serta dapat dilakukan pada keseharian hidup kita.

Sekian. Semoga berguna. Semoga menggugah.

belajar nlp

Seri Belajar NLP (1): Apa Itu NLP?

belajar nlp

Seri Belajar NLP I – Apa itu NLP ? Barangkali anda belakangan ini sering mendengar tentang NLP. Dan anda menjadi bertanya-tanya apa sih sebenarnya NLP itu?

Sayangnya, jika anda mencari literatur di internet mengenai penjelasan NLP, sedikit sekali yang membahas dengan jelas dan lengkap. Ini kemudian menyebabkan NLP seperti ilmu gaib yang terkenal tetapi sulit untuk dipahami.

Ada banyak hal yang membuat ini terjadi. Menurut saya, beberapa diantaranya adalah karena NLP adalah ilmu yang menjadi jualan banyak trainer NLP, sehingga mereka enggan untuk membagi ilmu ini dengan lengkap, sebab takut jadi gak laku trainingnya. Kedua, banyak praktisi NLP yang sebenarnya tidak begitu paham tentang NLP. (Saya tidak bilang saya paling paham sendiri, tetapi saya berusaha melengkapi masing-masing map kita dengan berusaha menghadirkan seluk beluk NLP secara lengkap).

Nah, untuk itu di blog ini saya akan mengulas secara lengkap dan detail segala hal tentang NLP itu. Agar mudah memahami, artikel seri belajar NLP ini saya bagi ke dalam 3 bagian. Masing-masing adalah;

  1. Part I: Pengertian dan Sejarah NLP
  2. Part II: Manfaat dan Penggunaan NLP
  3. Part III: Strategi dan Teknik penggunaan NLP dalam Kehidupan sehari-hari.

Langsung aja, kita mulai dengan bagian I.

#1. Apa Itu NLP?

Sejatinya tidak ada definisi baku, tetapi secara ringkas NLP adalah ilmu pengembangan diri terbaru yang berfokus pada teknik-teknik pengelolaan pikiran, agar bekerja sesuai dengan yang diinginkan.

Dengan lain kata, NLP membantu kita menjadi tuan bagi pikiran kita sendiri.

NLP meyakini bahwa pikiran manusia punya potensi yang begitu hebat jika diberdayakan dengan benar. Sehingga segala yang kita butuhkan untuk menjadi sukses dan bahagia dalam hidup sejatinya sudah tersedia dalam pikiran kita sendiri.

NLP adalah singkatan dari Neuro Linguistik Programming.

Jika diartikan dalam bahasa indonesia, berarti; bahasa pemrograman pikiran. Ya.. sebelas duabelas dengan bahasa pemrograman komputer.

  • Neurology = Pikiran dan bagaimana kita berpikir.
  • Linguistics = Bagaimana kita menggunakan bahasa dan efeknya terhadap kita.
  • Programming =  Bagaimana kita menyusun aksi untuk mencapai tujuan.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, bahwa tidak ada definisi baku yang disepakati atas NLP. Karena itu masing-masing orang bisa memberikan definisi sesuai dengan pengertiannya.

Namun, definisi dari 2 pendiri NLP ini, barangkali bisa memperjelas pengertian kita:

  • Richard Bandler (Penemu NLP): Pola komunikasi internal untuk mengubah prilaku secara mental dan emosional.
  • John Grinder (Penemu NLP): Strategi mempercepat proses belajar, mendeteksi dan memanfaatkan berbagai pola yang ada di dunia.

#2. Asal Mula Terciptanya NLP Dan Esensi Keilmuan NLP.

NLP lahir pada tahun 1970-an, oleh Dr. Richard Bandler dan Dr. John Grinder Ph.D. Bandler adalah mahasiswa jurusan matematika yang tertarik terhadap ilmu komputer. Sedangkan Grinder adalah professor bidang Linguistic di University Of California.

Seri Belajar NLP (1): Apa Itu NLP? 4
img: slideshare.net

Mereka berdua menjadi begitu tertarik setelah menyaksikan serangkaian video dari seminar Fritz Perls (seorang gestalt therapist) dan virginia satir (seorang family therapist) yang begitu hebat dalam menciptkan perubahan signifikan terhadap pasien-pasien mereka.

Dari sanalah muncul pertanyaan dibenak keduanya. “Mengapa kedua tokoh itu begitu mudah merubah prilaku seseorang? dan lebih jauh Apa sebenarnya yang membedakan antara orang yang sukses dengan orang biasa?

Kedua tokoh ini kemudian bersama-sama, menggunakan keahlian masing-masing, mempelajari pola-pola dibalik terapi yang dilakukan oleh Fritz Perls dan Virginia Satir.

Hasil pembelajaran mereka kemudian dituangkan dalam karya buku yang berjudul, The Struktur of Magic: A Book About Languange and Therapy pada tahun 1975. Pada tahun berikutnya, mereka menyempurnakan buku itu dalam volume ke-II.

Inilah buku bertema NLP yang pertama ditulis. Di dalam buku ini dijelaskan tentang pola-pola bahasa yang digunakan Perls dan Satir dalam terapi mereka. Prinsip ini kemudian dikenal dengan nama Meta Model.

Secara singkat, meta model bisa diartikan sebagai “pola bertanya.” Cara-cara membuat pertanyaan untuk mengubah prilaku seseorang.

Melalui pengalaman ini, mereka juga belajar hal lain. Yang justru menjadi Esensi utama NLP itu sendiri. Poinnya adalah segala sesuatu (termasuk kesuksesan) itu punya struktur. Dan untuk mencapai hasil yang sama, kita bisa mempelajari struktur orang yang sukses itu dan menerapkannya dalam kehidupan kita juga. Inilah yang disebut dengan “Modelling.” Maka terjawablah pertanyaan bagaimana seseorang bisa sukses dalam hidup.

Konsep meta model ini, menarik perhatian Gregory Bateson. Seorang antropolog yang terkenal masa itu. Bateson kemudian membawa Bandler dan Grinder bertemu dengan seorang hipnoterapist hebat pada masa itu, yang bernama Milton H. Ericson (Dikenal sebagai bapak hipnoterapi).

Erikson punya gaya terapi yang berbeda. Duo penemu NLP inipun begitu tertarik dengan cara-cara terapi Erikson. Tak butuh waktu lama mereka menjadi master di bidang hipnosis, dibawah bimbingan Milton Erickson.

Hasil belajar dan modelling dari Erikson kemudian dituangkan dalam buku, Patterns of The Hypnotic Techniques of Milton H. Erickson. Dari sini kita mengenal istilah milton model. Model komunikasi kedua dalam NLP.

Berbeda dengan meta model, yang menggunakan pola bertanya untuk menggali informasi secara detail, milton model justru menggunakan informasi yang abstrak, tidak jelas, dan rancu untuk membuat seseorang memasuki kondisi trance (rileks, santai dan nyaman).

belajar nlp: meta model vs milton model
tabel by: wsukmoro.com

Dengan begitu kita bisa dengan mudah mempengaruhi pikiran bawah sadar seseorang tanpa membuatnya tertidur.

[su_note]Untuk lebih jelasnya, sebaiknya anda belajar mengenai hipnosis terlebihi dahulu. Silahkan baca artikel apa itu hipnotis.[/su_note]

Bisa dibilang, hadirnya Milton Erickson memberikan kontribusi yang sangat besar pada perkembangan NLP ke depannya. Dari sinilah, kemudian ilmu dan aplikasi nlp itu kemudian terus dikembangkan.

Apakah Saya Perlu Belajar NLP?

Sejauh ini, kita sudah belajar tentang apa itu NLP dan bagaimana kisah dibalik lahirnya ilmu NLP ini.

Sekarang pertanyaanya barangkali adalah, siapa saja yang perlu belajar NLP? Apakah saya juga harus belajar NLP? Jika ya, kenapa harus belajar NLP?

Kawan, NLP adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana pikiran kita bekerja, dan cara menggunakannya. Oleh sebagai orang, NLP disebut sebagai the user’s manual of the brain (petunjuk penggunakan pikiran). Seperti seperti sebuah produk teknologi biasanya ada buku manual penggunaannya. Nah NLP adalah buku manualnya otak.

Sepanjang kita masih pakai otak dan pikiran dalam hidup ini, maka kita masih perlu untuk belajar NLP.

Karena NLP adalah petunjuk penggunaan otak, maka semua orang bisa belajar NLP. Dan mengaplikasikan NLP dalam semua aspek kehidupan kita.

Dengan memahami prinsip-prinsip dalam NLP, maka kita bisa menggunakan kekuatan pikiran ini, untuk mencapai atau melakukan apapun yang kita inginkan.

Pernahkah anda bertanya-tanya, kenapa saya begitu gampang terpancing emosi? Kenapa begitu mudah baper? Atau mungkin anda pernah heran, saya gak seharusnya begini, tapi kenapa saya masih begini.

Jika ingin manfaat langsungnya, misalnya, kita bisa mengendalikan emosi kita sesuai yang kita mau. Bagi yang keseringan galau, NLP akan bikin kamu mampu menentukan kapan kamu mau galau, kapan harus marah dan sebagainya.

Mengenai manfaat belajar NLP lebih lanjut, akan kita bahas pada bagian kedua seri artikel ini.

Bagaimana Cara Belajar NLP?

Untuk belajar NLP, kita perlu ikut pelatihan NLP dari para Trainer NLP Bersertifikat (Certified Trainer NLP). Biasanya sebuah pelatihan NLP berlangsung antara 2-7 hari. Tergantung lembaga dan trainernya.

Secara umum ada 4 jenjang dalam memperlajari keilmuan NLP. Yakni:

  1. #1. NLP Practitioner (Level I: Praktisi), mempelajari dasar-dasar ilmu NLP.
  2. #2. NLP Master Practitioner (Level II: Master praktisi), mempelajari kelimuan dan aplikasi NLP yang lebih lanjut.
  3. #3. NLP Trainer (Level III): Berhak mengajarkan NLP kepada orang lain.
  4. #4. NLP Master Trainer (Level IV): Berhak mencetak trainer-trainer NLP.

Di mana tempat belajar NLP?

Jika ingin belajar NLP secara murni, sebaiknya anda langsung belajar pada penemunya di Amerika, Dr. Richard Bandler atau Dr. Jhon Grinder.

Namun, jika belum punya biaya, di Indonesia ada banyak trainer resmi yang tersertifikasi dari lembaga kredibel. Silahkan googling.

Sekian, semoga berguna. Semoga menggugah.

mengelola emosi negatif

5 Strategi Mengelola Emosi Negatif di Tahun 2021

5 Strategi Mengelola Emosi Negatif di Tahun 2021 5

Mengelola emosi negatif – Kita baru saja menginjak awal tahun 2020. Di dunia bisnis, dekade 2020 adalah awal baru dari generasi AI (Artificial Intellegence) akan makin berdampak pada sektor bisnis.

Namun meski begitu tidak berarti fungsi mind technology manusia menjadi terpinggirkan. Hanya saja peran “human mind” akan kian di-challenge demi menghadapi disrupsi dari “robotic mind“.

Karena itu, penting kiranya untuk selalu mempertajam human mind kita. Walau bagaimana pun, akan ada selalu sentuhan seni dan personalitas dari human mind yang tak bisa tersentuh oleh Artificial Intellegence (AI).

Salah satu cara untuk meng-enhance kita punya mind adalah dengan membebaskannya dari belenggu emosi negatif.

Nah, tulisan kali ini kita akan mengulik tentang bagaimana pengaruh emosi negatif terhadap pemberdayaan pikiran, serta cara-cara apa yang layak ditempuh untuk mengelola segala emosi negatif itu?

Terutama memasuki dekade Artificial Intellegence (AI), Blockchain, Internet of Thing (IoT) ini. Agar kita tidak menjadi bagian yang akan terdisrupsi oleh keberadaan era baru ini.

Peran Emosi Negatif Terhadap Kesehatan Mental

Apakah emosi negatif itu selalu buruk?

Banyak study yang berusaha mengungkap tentang emosi negatif ini. Terutama perannya dalam kesehatan mental seseorang. Sebuah artikel di positivepsychology.com mengungkapkan beberapa study yang pernah dilakukan, ternyata menyimpulkan bahwa emosi negatif tidak selamanya buruk.

Schwarz and Clore (1996), melakukan penelitian tentang “emosi sebagai pusat informasi” tubuh yang menjelaskan peran emosi dalam mempengaruhi kita mengambil keputusan tentang lingkungan kita.

Justru, emosi –baik positif maupun negatif– adalah suatu mekanisme normal yang ada di dalam tubuh kita untuk memberikan kita informasi bahwa ada sesuatu yang terjadi dalam diri kita. Emosi negatif adalah alarm bahwa ada yang tidak beres.

Kemarahan, ketakutan, frustasi dan kecemasan adalah jenis emosi negatif yang umum dirasakan orang, meskipun banyak orang yang berusaha menghindarinya. Kondisi ini, bisa memberikan tekanan terhadap tubuh dan pikiran. Jika berlebihan, akan menyebabkan masalah kesehatan. Karena menciptakan perasaan insecure, maka wajar jika orang berusaha untuk menghindarinya.

Lebih kerap, emosi negatif ini berguna sebab bisa mengirimi kita pesan. Kemarahan dan kecemasan, misalnya, memberikan signal bahwa ada yang sedang tidak beres, dan perlu segera ditangani. Perasaan takut, adalah petunjuk agar kita meningkatkan keamanan diri dan lebih waspada. Dendam memotivasi kita untuk segera memperbaiki hubungan kita dengan orang lain. Begitupun frustrasi dan berbagai jeni emosi lainnya.

Intinya, emosi negatif ada untuk memberitahu kita bahwa kita harus segera bertindak untuk mengubah keadaan.

Mengelola Emosi Negatif

Nah, mengelola emosi, tidak berarti menghilangkannya. Atau menolak diri untuk merasakannya.

Sebab walau bagaimanapun emosi negatif adalah hal normal dalam diri kita.

Memang adalah hal yang wajar ketika kita berusaha menghindari sesuatu yang membuat kita merasa tidak nyaman. Itu reaksi normal. Akan tetapi, mereka yang berhasil justru adalah yang mampu menggunakan emosi negatif itu untuk membantunya menjadi lebih baik dan bertumbuh.

Mengelola emosi negatif berarti menerima fakta bahwa kita merasakan sesuatu yang membuat kita tidak nyaman, berusaha mengenali penyebabnya, kemudian menangkap pesan yang dikirim dibalik emosi negatif tersebut.

Mengelola emosi negatif juga berarti, tidak membiarkan emosi negatif itu mengontrol hidup kita. Membuat kita bereaksi secara emosional tanpa pertimbangan rasional.

5 Strategi Mengelola Emosi Negatif

Di dalam hipnoterapi, kita meyakini bahwa emosi, baik negatif maupun positif, adalah cara pikiran bawah sadar berkomunikasi dengan kita. Jika tidak segera ditanggapi, maka akan berakibat pada kesehatan mental dan fisik kita lebih jauh.

Perlu dipahami bahwa tubuh, pikiran dan jiwa adalah satu kesatuan di dalam diri kita yang saling terhubung satu dengan yang lainnya. Dengan mengubah salah satunya, maka part yang lain juga akan ikut berubah.

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengelola emosi negatif kita.

  1. Terima emosi negatif sebagai bagian normal dari tubuh. Pahami pula bahwa emosi negatif ini baik, dan ada sesuatu yang perlu segera ditangani.
  2. Akses kondisi ketenangan. Dalam kondisi ini sangat penting untuk tidak panik. Sebab panik akan merusak kemampuan anda untuk memahami pesan dari emosi negatif ini. Inilah yang kemudian menyebabkan banyak orang gagal mengelola emosi negatifnya, dan berujung negatif pula.
  3. Pelajari emosi negatif anda. Ada 3 hal yang perlu anda perhatikan di sini. Pertama, Penyebab emosi negatif itu muncul. Kedua, pesan apa yang dibawanya. Dan ketiga, kemana pikiran bawah sadar mengarahkan fokus anda. Anda tidak perlu bertanya bagaimana caranya. Karena ini reaksi bawah sadar, biasanya semua jawaban pertanyaan diatas akan muncul dengan sendirinya. Dalam hal ini penting untuk benar-benar anda dalam keadaan tenang dan damai.
  4. Re-frame emosi negatif anda. Setelah jawaban ketiga pertanyaan diatas muncul, maka kini saatnya anda untuk memberi arti terhadap semua situasi ini. Anthony Robbins, mengatakan segala sesuatu tidak ada artinya sebelum kita memberinya arti. Nah coba berikan arti positif terhadap pengalaman anda ini. Misalnya, “stress dan nerves yang saya alami ini artinya saya peduli dengan pekerjaan saya, dan saya akan memberikan yang terbaik. Sehingga dengan semua ini saya akan semakin mudah meningkatkan karir dan pekerjaan saya.”
  5. Bertindak. Lakukan apa yang harus anda lakukan. Salah satu manfaat emosi negatif adalah menjaga fokus pikiran kita terhadap suatu hal yang benar-benar penting untuk dilakukan. Secara otomatis, fungsi-fungsi tubuh yang lain akan diminimalisir, sehingga kita bisa fokus bekerja. Contohnya, ketika kita sedang cemas, maka sangat jarang kita merasa lapar. Itu karena mekanisme biologis dan kimiawi tubuh bekerja mengarahkan fokus pikiran kita.

Kesimpulan

Emosi negatif adalah mekanisme yang normal dalam tubuh. Meskipun namanya negatif, tapi bukan berarti ia selamanya negatif. Jika dikelola dengan baik, kita bisa memahami pesan yang disampaikan oleh pikiran bawah sadar melalui emosi negatif tersebut. Dengan begitu emosi negatif kita akan sangat berperan penting membantu kita menjadi lebih baik.

Baca juga: Layanan Hipnoterapi di Makassar

Sekian, semoga berguna. Semoga menggugah.