cara belajar yang efektif

Belajar cara belajar yang efektif adalah satu skill yang sangat penting di tengah serbuan dan tantangan informasi dewasa ini. Bukan apa-apa, sebagai generasi millenial dan generasi setelahnya, kita hidup dibanjiri dengan beragam informasi.

Loh, bukannya bagus ya?

Ya, ketersediaan informasi yang berlimpah memang bagus. Tapi di sisi lain ada tantangan yang gak kalah menyeramkannya. Yakni; fokus.

Sebagai gen Y, kita dikenal sebagai generasi yang burn-out. Artinya kita justru kewalaan dengan limpahan informasi ini. Semua menuntut porsi yang gak sedikit dari perhatian dan energi kita.

Karena itu, punya skill belajar yang benar menjadi suatu keniscayaan. Penting banget pokoknya.

Tantangan dan Masalah Dalam Belajar di Era Digital

Di artikel sebelumnya, saya pernah menulis tentang tantangan yang menghambat produktivitas generasi millenial. Kalau saya uraikan secara singkat yakni,

  1. Burn-out (Kelelahan)
  2. Overwhelming (kewalaan)
  3. Distraction (pengalihan)

Artinya, secara garis besar millenial itu punya problem dengan kelimpahan informasi dan distraksi digital yang ada. Termasuk dalam hal belajar atau menguasai skill baru.

Menurut saya, setidaknya ada 3 hal juga yang menjadi masalah utama dalam belajar:

  1. Distraksi (tidak bisa fokus/konsentrasi)
  2. Motivasi (tidak semangat dan malas-malasan)
  3. Lupa akan apa yang telah dipelajari

Mari kita bahas satu per satu…

1. Distraksi

Menurut sebuah hasil study yang dipublish di Journal of Media Education, sebanyak 97% pelajar mengaku terdistraksi dengan gadget/gawai mereka pada saat belajar. Notifikasi WA, SMS, social media dan game online adalah hal yang paling banyak menyita perhatian para siswa tersebut.

Meski study ini dilakukan di Amerika, tapi saya yakin gak jauh beda dengan di Indonesia kok.

Pasti kamu setuju, atau mungkin pernah mengalaminya kan. Yes, gadget mengganggu fokus kita.

Masalahnya, menurut para ilmuan psikologi dari George Mason University, distraksi dan multitasking bukan hanya membuat kita membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar, tapi juga mengurangi kualitas pembelajaran kita.

2. Motivasi

Gak sedikit dari kita yang merasa begitu sulit belajar, karena memang kita gak suk belajar itu. Males dan gak semangat banget kan?

Nah, itulah yang terjadi ketika kita tidak punya motivasi dalam belajar.

Nah, kenapa orang tidak punya motivasi belajar? Salah satu penyebabnya adalah karena kita gak tau apa yang kita pelajari, tujuannya buat apa, dan bagaimana akan kita gunakan ilmu ini di kehidupan sehari-hari.

Dengan kata lain, kita belajar sekedar ikut-ikutan. Atau sekedar karena ya memang kita harus belajar.

Bukan karena kita ingin menggunakan ilmu itu untuk membantu kita mendapatkan apa yang kita inginkan

Nah, inilah yang sebenarnya yang menjadi penyebab kenapa belajar itu betul-betul membosankan, butuh energi ekstra, tapi hasilnya gak maksimal.

3. Sering Lupa Dengan Apa Yang Dipelajari

Sebuah hasil study yang dilakukan oleh seorang psikologis berkebangsaan jerman, bernama Hermann Ebbinghaus (1885) menyebutkan fakta bahwa seorang pelajar akan melupakan 95% dari apa yang dipelajarinya di sekolah hanya dalam waktu 72 jam.

Cara Belajar Yang Efektif Agar Mudah Menguasai Ilmu Apapun 1
Kurva penurunan daya ingat dalam 3 hari

Seorang kawan baik saya, ketika kuliah di jogja dulu, namanya Bayu. Pernah mengalami kejadian yang memilukan.

Pada waktu itu, kita sedang melakukan “on job training” (OJT), semacam praktek kerja lapangan. Waktu itu kebetulan kita OJT di Bandara Surabaya.

Si Bayu kebetulan mendapatkan penempatan di bagian check in-counter. Tempat para penumpang chek-in sebelum naik ke pesawat.

Awalnya bayu didampingi oleh para pekerja senior yang ada di sana. Namun setelah itu ia akhirnya ditinggal, untuk melakukannya sendiri.

Apa yang terjadi?

Ternyata si Bayu lupa, dengan apa yang dipelajarinya di kampus.

Akibatnya penumpang ini, menjadi sedikit kesal, sebab hampir saja ia tidak bisa naik pesawat. Hingga akhirnya counter itu diambil alih oleh pekerja senior tadi. Bayu sendiri pada akhirnya mendapat kultum singkat dari dosen kami waktu itu.

Apa yang dialami teman saya Bayu ini, adalah contoh bagaimana orang lupa dengan apa yang telah ia pelajari.

Shallow Learning Vs Deep Learning

Menurut Nishant Kasibatla, seorang grand master memory dan pemegang Guinnes Book of World Record, ada perbedaan besar antara cara belajar orang-orang sukses dengan orang-orang biasa.

Dan itu terletak pada output.

Orang-orang biasa, hanya berfokus pada input pembelajaran. Dan lupa pada output. Dengan kata lain, mereka hanya fokus pada seberapa banyak yang mereka pelajari, bagaimana mereka mempelajarinya, dan sebagainya.

Oleh Nishant, ini disebut sebagai Shallow Learning.

Sebaliknya orang -orang sukses, yang berhasil mencapai posisi posisi puncak, juga belajar banyak hal. Para tokoh seperti Oprah Winfrey, Bill Gates, Elon Musk, semuanya adalah pembaca buku yang hebat.

Tetapi bedanya, mereka tidak hanya berfokus pada input semaa, tapi lebih kepada outputnya.

Inilah yang disebut dengan Deep Learning. Atau pembelajaran yang mendalam.

4 Tahap Melakukan Deep Learning

Nah, dalam belajar yang efektif setidaknya ada 4 hal yang perlu kita perhatikan. Dan ini adalah tahap-tahap yang perlu kita perhatikan dalam menciptakan Deep Learning tadi ya…

Apa aja?

Tahapnya seperti ini:

Cara Belajar Yang Efektif Agar Mudah Menguasai Ilmu Apapun 2

Dari keempat tahap di atas, hanya ada 1 proses input, dan tiga sisanya adalah proses output.

Nah, mari kita bahas satu per satu…

  1. Learn
    Sama dengan orang kebanyakan proses di mana kita belajar. Yakni proses baca buku, ikut seminar, dengerin podcast, dan lain sebagainya.

    Tapi permasalahannya, ya itu tadi. Distraksi. Robin Sharma, penulis dan pengajar produktivitas, menyebutkan masalah utama dalam belajar dan bekerja hari ini bukanlah rasa malas. Tetapi fokus.

    Orang-orang kesulitan fokus karena distraksi.

    So prinsip paling pertama dalam Deep Learning adalah bagaimana belajar dengan single fokus. Berhenti untuk multitasking, sebab multitaskin itu hanyalah mitos.

    Ragam scientific study justru menunjukkan bahwa otak kita hanya bisa mengerjakan satu hal pada satu waktu.
  2. Reflect
    Kita semua belajar. Kita baca buku, karena buku itu lagi happening. Kita dengerin podcast yang lagi trend. Dan semacamnya. Itu semua adalah proses meng-input informasi ke dalam otak.

    Tapi pernahkah ita bertanya, apakah yang kita pelajari ini betul-betul kita butuhkan pada saat ini? Atau jangan-jangan kita hanya termotivasi untuk terlihat cerdas?

    Nah, reflect adalah tentang berhenti sejenak. Pause break. Dan kemudian bertanya, apakah saya benar-benar butuh informasi ini? Bagaimana saya akan menggunakan informasi ini dalam kehidupan saya?

    Dengan pertanyaan reflect seperti ini, kita jadi lebih bisa mengontrol akan informasi apa yang harus kita konsumsi. Dan mana yang hanya merupakan intelektual entertainment.
  3. Implement
    Inilah yang membedakan orang sukses dengan orang gagal. Mereka gak berhenti samapi belajar ilmunya. Tapi mereka mempraktekkan ilmu tersebut.

    Ketika kita gak mempraktekkan apa yang kita pelajjari, maka kita akan mengalami ap yang disebut sebagai illution of competence.

    Dimana kita merasa punya kompetensi di bidang itu. Padahal sebenarnya tidak.

    Sebagaimana pesan Bruce Lee, “Knowing is not enough. You must do!
  4. Share
    Terakhir adalah share. Kamu mungkin pernah mendengar ungkapan yang mengatakan, “the best way to learn something, is to teach it.”

    Cara terbaik untuk mempelajari sesuatu adalah dengan mengajarkannya.

    Untuk berbagi, kamu bisa mulai mengajarkan kepada teman-temanmu. Atau bisa juga dengan membuat konten di internet. Semisal menulis blog, bikin video youtube, microblog instagram, atau podcast.

    Yang pasti, dengan sharing konten seperti itu, ada 2 hal yang bisa kamu dapatkan.
    1. Semakin memperdalam kompetensimu di bidang tersebut.
    2. Membangun personal branding untukmu. Dimana orang akan menganggap kamu sebagai ahli.

Kesimpulan, Cara Belajar Yang Efektif

Mempelajari cara belajar adalah salah satu skill fundamental yang penting banget untuk kemajuan diri maupun karirmu ke depannya.

Di era serba digital ini, segala sesuatu ada di depan telunjuk kita. Masalahnya banyak orang yang merasa gak tau cara mengelolanya dengna baik. Bukannya untung, malah buntung.

Belajarlah deep learning, agar kamu gak jadi generasi yang burn out.

  1. Learn with single focus mind
  2. Reflect what you learn. How it useful in your life.
  3. Implement and act on it.
  4. Sharing is the best way to master anything.

Sekian. Semoga berguna. Semoga menggugah.

Author

Blogger & content writer. Menulis seputar bisnis, marketing, personal growth, konten marketing, career dan hal-hal menarik lainnya. Suka ke warung kopi. Tapi tak begitu suka kopi.

Write A Comment

error: Content is protected !!