Masih banyak orang yang merasa gak tau jati dirinya. Gak sedikit yang kebingungan, bagaimana sih cara menemukan jati diri kita? Apakah kamu termasuk di antaranya? Kalau iya, maka artikel kali ini memang untuk kamu.

Pastikan kamu baca sampai habis, supaya kamu gak gagal paham ya…

cara menemukan jati diri

Menemukan jati diri, itu adalah hal yang sangat penting dalam hidup kita. Saya percaya bahwa separoh hidup kita adalah perjalanan mencari jati diri. Separohnya lagi, menjalani jati diri tersebut.

Kalau bahasanya John Maxwell dalam bukunya, Intentional Living, “Ada dua tugas besar yang harus kita jalankan dalam hidup, yaitu pertama menemukan dirimu, kedua menghilangkannya.

Maksudnya, pertama-tama kamu harus berusaha mencari dan menemukan jati dirimu, selanjutnya kamu berhenti pada dirimu dan berfokus untuk menghadiahkan dirimu untuk membantu orang lain.

Jadi langkah pertama adalah menemukan diri kita sendiri. Memahami siapa kita sebenarnya akan sangat membantu kita dalam memilih jalan hidup, menentukan jurusan, bidang yang ingin kita geluti, hingga karir yang ingin kita jalani kedepannya.

Sebagaimana kata Filsuf Aristoteles, “Mengenali dirimu sendiri adalah awal dari semua kebijaksanaan.

Dan tentu kita juga ingat sebuah ungkapan dalam agama yang berbunyi, “Barangsiapa mengenal dirinya, ia mengenal Tuhannya.

Jadi, begitulah pentingnya mengenal dan menemukan jati diri kita yang sebenarnya.

Kenapa Orang Kesulitan Menemukan Jati Dirinya?

Pertanyaannya barangkali adalah, kenapa banyak orang yang merasa sulit memahami dirinya sendiri?

Banyak yang bertanya, “Mas itu bingung sama diri saya sendiri, harus menjalani bidang apa yah? Harus kuliah di jurusan mana ya? Atau harus kerja di bidang apa ya?

Saya pun dulu seperti itu. Dan memang butuh waktu yang gak sebentar untuk bisa meyakinkan diri sendiri akan jati diri kita yang sebenarnya.

Kenapa saya bilang “meyakinkan diri sendiri”?

Ya karena memang, setelah saya pelajari kita sebenarnya bukannya tidak mengetahui jati diri kita. Kita tau kok, kita itu orangnya seperti apa, bakatnya apa.

Tapi, permasalahannya adalah kita selalu mau membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita ingin mencontoh hidup orang lain.

Dan inilah masalahnya, kenapa kita merasa kebingungan dengan diri kita sendiri. Karena di satu sisi, kita sebenarnya tau apa yang kita inginkan. Tapi di sisi lain, kita juga punya keinginan untuk menjadi seperti orang lain.

Trus gimana cara mengatasinya?

Gak ada! Kuncinya adalah percaya sama dirimu sendiri. Jadilah dirimu sendiri. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Kalau kamu sudah menetapkan jalanmu, fokus dan konsistenlah di sana.

Apa sih Jati Diri Itu?

Tapi, kalau kamu benar-benar bingung saat ini. Gak usah galau. Baca aja sampai selesai, nanti kamu akan dapat jawabannya.

Pertama, kamu mungkin bingung, emang jati diri itu apa sih sebenarnya?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jati diri itu memiliki 4 arti. Yakni;

  1. Ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda
  2. Identitas
  3. Inti, jiwa, semangat, dan daya gerak dari dalam
  4. Spiritualitas. Contoh: Mencari -diri pembangunan nasional

Jadi jati diri itu sebenarnya adalah sesuatu yang ada dalam diri kita yang membentuk identitas kita. Jati diri juga merupakan spirit atau semangat yang mencerminkan nilai-nilai yang kita pegang teguh.

3 Elemen Pembentuk Jati Diri

Dalam buku saya, Rahasia Man Jadda Wa Jadah, saya menuliskan bahwa ada 3 hal unsur yang membentuk jati diri kita. Sehingga saya sebut juga sebagai “Segitiga Jati Diri“.

Segitiga Jati Diri terdiri dari Bakat, Minat & Bakat.

segitiga jati diri

Bakat: Sesuatu yang mudah kita pelajari/kuasai
Minat: Sesuatu yang kita senangi
Watak: Nilai-nilai yang kita junjung tinggi

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu per satu…

Bakat: Di mana letak Kecerdasanmu?

Menurut wikipedia, Bakat adalah potensi kemampuan atau keterampilan seseorang yang dibawah dari lahir. Sementara menurut Abah Rama Royani, penemu talent mapping, bakat adalah bagian dari personality yang produktif.

Maksudnya bakat bisa dikembangkan untuk menghasilkan dan menguntungkan (produktif) bagi kita.

Nah, inilah letak banyak orang keliru memahami tentang bakat. Dianggapnya bakat itu adalah keterampilan/skill yang udah jago dari lahir.

Seperti misalnya, bakatnya jago gambar. Bukan berarti dia sejak lahir udah jago gambar. Bakat itu adalah potensi. Hanya potensi.

Dan semua orang punya potensi ini.

Namanya potensi, berarti bisa dipelajari dan dikembangkan. Nah, keuntungannya kita lebih mudah dalam mempelajarinya.

Contoh, ada anak yang berbakat di bidang matematika. Bukan berarti ia langsung jago matematika. Tetapi dia mudah memahami dan mempelajari matematika. Sebab sel-sel sinap dalam otaknya untuk bidang matematika terhubung lebih cepat.

Tapi meski begitu, jika sebuah bakat gak dilatih dan dikembangkan. Maka semuanya percuma. Sel sinaps itu akan terputus dan mati pada akhirnya.

Nah, bagaimana caranya mengenali bakat kita?

Sejak lama memang banyak banget yang mencoba memetakan bakat ini. Tetapi, saya paling suka dengan teori Multiple Intellegentnya Prof. Howard Gardner. Sebab menurut saya ini paling simple, dan paling representatif dalam membantu kita memetakan bakat kita.

Yang saya suka juga, dalam hal ini Prof. Gardner menggunakan kata “intellegence” atau “kecerdasan”. Ini mengindikasikan bahwa bakat bukanlah kekuatan. Ia hanya potensi. Yang perlu dikembangkan.

Ada 8 tipe kecerdasan menurut Prof. Howard Gardner. Yaitu:

8 tipe kecerdasan
image: verywellmind.com
  1. Kecerdasan Linguistik (bahasa)
  2. Kecerdasan Matematik (menghitung)
  3. Kecerdasan Spasial (gambar/ruang)
  4. Kecerdasan kinestetik (gerak/tangan)
  5. Kecerdasan musikal (musik/suara)
  6. Kecerdasan interpersonal (berhubungan dengan orang lain)
  7. Kecerdasan intrapersonal (memahami diri sendiri)
  8. Kecerdasan Naturalis (terhubung dengan alam)

Nah, coba tanyakan pada diri kamu, dari ke-delapan tipe kecerdasan ini, mana yang dengan mudah kamu pelajari? Bisa jadi itulah bakatmu.

Minat: Apa Yang Kamu Gemari?

biasanya berjalan beriringan. Ketika kita berbakat pada suatu hal, biasanya kita juga senang melakukan hal tersebut.

Tapi, dalam hal ini kita tidak bicara tentang minat yang benar-benar kita jiwai. Atau biasa disebut dengan passion.

Passion adalah antusiasme atau gairah yang membara terhadap suatu hal.

Menurut Angela Duckworth, dalam bukunya menyebutkan bahwa satu hal yang membedakan orang biasa dengan orang sukses adalah GRIT. Grit adalah gabungan dari Passion dan Kegigihan.

Nah, itulah mengapa passion (minat) termasuk dalam elemen pembentuk jati diri. Karena passion adalah modal dan bahan bakar kita dalam menjalani hidup dan meraih kesuksesan.

Nah, sekarang coba kamu tanyakan apasih bidang yang paling kamu gemari dalam hidup ini?

Apakah kamu suka menulis? Apakah kamu suka musik? Kalau ya musik apa? Apa kamu suka psikologi? Atau kamu suka basket?

Jadi bisa dikatakan minat itu juga bisa digunakan untuk menentukan atau mempersempit bakat/kecerdasan kita. Kalau misalnya tipe kecerdasan kita adalah naturalis, maka passion/minat bisa mengerucut pada pertanyaan, apa sih yang paling saya sukai dari alam?

Apakah hewan? Apakah tumbuhan? Apakah menjelajah atau mendaking gunung?

Ini akan sangat berguna nanti untuk menentukan jurusan atau pilihan karir yang ingin kita geluti. Sebagai contoh, kalau kecerdasan kamu naturalis, dan kamu punya minat yang besar pada hewan, maka bisa jadi pilihan karir kamu ke depannya adalah menjadi dokter hewan.

Watak: Nilai apa yang kamu pegang teguh?

Albert Einstein mengatakan “Don’t try to be a man of success, be a man of value.” Jangan mencoba menjadi manusia yang sukses. Jadilah manusia yang bernilai.

Nilai-nilai adalah sesuatu yang kita pegang teguh dalam hidup ini. Nilai inilah yang membentuk dan mempengaruhi cara kita menjalani hidup. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab dan lain sebagainya itulah yang membentuk hidup kita.

Nah nilai inilah yang merupakan watak kita.

Kalau bakat dan minat adalah tentang apa yang kita kerjakan dalam hidup. Watak adalah tentang bagaimana kita menjalaninya.

Kita bisa menjadi apapun. Misalnya bakat dan minat kita membuat kita menjadi seorang musisi. Nah, wataklah yang menentukan kita jadi musisi yang seperti apa. Apakah musisi yang baik, atau musisi yang tidak bisa dipercaya.

Pada akhirnya nilai-nilai lah yang menentukan hidup kita.

Kesimpulan; Jangan Bingung Cara Menemukan Jati Diri

Nah, itulah 3 hal yang perlu kita pahami untuk mengenali jati diri kita. Yakni, bakat, minat dan watak. Bisa juga disingkat BMW.

Kalau BMW mobil punya tagline “ultimate driving machine” (mesin kendaraan terbaik), maka BMW segitiga jati diri juga bolehlah dikatakan mesin kendaraan terbaik untuk hidup kita. Sebab dengan mengenali 3 hal ini, kita bisa mengenal diri kita dengan lebih baik.

Kita juga jadi lebih tau, akan seperti apa hidup yang kita jalani ke depannya.

Selanjutnya, percaya pada dirimu sendiri. 3 Hal ini jika kamu maksimalkan maka sudah sangat cukup untuk membentukmu menjadi manusia yang bermakna dan bermanfaat di dunia ini.

Pertanyaan selanjutnya adalah, “Akan kamu bawa kemana kendaraan jati diri ini?

Sekian, semoga berguna. Semoga menggugah.

Author

Blogger & content writer. Menulis seputar bisnis, marketing, personal growth, konten marketing, career dan hal-hal menarik lainnya. Suka ke warung kopi. Tapi tak begitu suka kopi.

Write A Comment

error: Content is protected !!