Review buku nadiem makarim

Review Buku Nadiem Makarim – Orang bilang untuk menjadi sukses, harus belajar dari orang-orang yang sudah pernah sukses, berguru darinya, mencari tahu strateginya, dan me-model semua ekselensinya untuk kita terapkan.

Salah satu orang sukses yang layak kita belajar darinya hari ini adalah: Nadiem Makarim.

Dia adalah salah satu orang paling berpengaruh di Indonesia hari ini. Kalau belum kenal juga, segera cuci muka dan kembali ke jalan yang lurus.

Mengapa ia penting untuk kita kenali?

Setidaknya menurut saya ada 2 hal:

  1. Kisah hidupnya akan menuangkan inspirasi besar dalam otakmu
  2. Arah pergerakan hidupnya ke depan akan mempengaruhi trend generasi kita. (Seperti yang termaktum di sampul bukunya.)

Dan alasan itu pulalah yang membuat saya mereview buku ini. Atau mungkin jika tak layak disebut review karena formatnya mau-mau gue. Ya sebut saja pendorong buat kamu supaya mau baca buku ini dan belajar dari Nadiem.

Review Buku Nadiem Makarim

buku nadiem makarim

Dibuka dengan cerita masa kecil, Buku ini akan mendedahkan perjalanan panjang sepak terjang kehidupan Nadiem Makarim. Mulai dari masa sekolah, Sukses membangun GoJek. Hingga akhirnya dipercaya merevolusi sistem pendidikan di Indonesia oleh Presiden Jokowi. Sebagai Menteri Pendidikan, kebijakannya sedikit banyak akan mempengaruhi masa depan anak-anak kita. Atau mungkin kita sendiri.

Tapi seperti kebanyakan kisah biografi lainnya, poinnya bukan pada perjalanan hidupnya itu sendiri. Ya, kita bisa bilang, “Dia sih enak udah lahir dari keluarga kaya dan berpendidikan. Dapat support segalanya dari orang tua.

Benar juga, tapi kalo kita mau telisik, ada hal yang bisa kita pelajari dari sini. Tentang bagaimana ia menjalani kehidupannya itu. Bagaimana ia bisa berpikir untuk mengambil keputusan-keputusan “berdampak”, bukan hanya untuk hidupnya tapi untuk hidup orang banyak.

Sebab itulah yang terpenting. Pikiran ini butuh siraman inspirasi dari orang-orang seperti Nadiem.

Membaca buku ini, seperti memutar film kisah hidup Nadiem yang menggugah, kreatif dan berani. Kita seperti diajarkan bagaimana membangun keberanian untuk berpikir mendobrak kaidah-kaidah lama yang membatasi ruang kreativitas.

Serta bagaimana pula, peran lingkungan yang tepat mampu membentuk karakter hebat di dalam diri seseorang.

Sekolah-sekolah yang ditempuh oleh Nadiem Makariem adalah deretan sekolah-sekolah terbaik di masanya. Lingkungan itulah yang membentuk kepekaan social, jiwa petualang, kreativitas, dan sinergi untuk menghasilkan karya terbaik.

SD Al-Izhar Pondok labu, adalah salah satu sekolah elit di jakarta waktu itu. Sekolah ini alih-alih berfokus pada nilai-nilai kognitif, justru mengajarkan untuk mengasah kepekaan social seorang anak.

Dari sinilah salah satu yang membentuk seorang Nadiem Makarim begitu sensitif melihat masalah social, dan kemudian berpikir mencari solusinya. Dan dalam kisah hidupnya, masalah terbesar itu adalah kemacetan. Masalah lain adalah tidak produktifnya tukang ojek-tukang ojek pangkalan, yang lebih banyak membuang waktu menunggu penumpang. Sementara dilain sisi, penumpang butuh tukang ojek, tapi malas harus berjalan ke pangkalan ojek.

(Review Buku) NADIEM MAKARIM. Dan 3 Inspirasi Sukses Yang Layak Dipetik 1
foto: tempo.co

Sekolah selanjutnya adalah sekolah SMP di Amerika, dan kemudian ke Singapura untuk menempuh pendidikan SMA di United World College of South East Asia.

Di sekolah inilah ia kemudian bertemu dengan sahabatnya, yang kelak sebagai co-founder Gojek, Michaelangelo Maron. Seorang DJ, dan pecinta musik. Michael adalah orang dibalik nama Gojek.

Lulus dari SMA, Nadiem mendaftar di 8 universitas terkemuka. Sempat ragu dan tidak percaya diri, apalagi setelah konsultan pendidikan menyarankan untuk melamar di universitas biasa saja. Artinya Nadiem dianggap tidak akan bisa masuk di jajaran top universitas dunia.

Namun, berkat dorongan dari ibundanya, Atika Algadri, akhirnya ia diterima di BROWN University, mengambil jurusan Hubungan Internasional. Di BROWN university, ia juga sempat menjalani program pertukaran pelajar di London School of Economic.

Tiga tahun kemudian ia mengambil pasca-sarjana dan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School. Di sinilah ia bertemu teman-teman yang kelak membantunya dalam mendirikan Gojek.

Lulus dari HBS, perjalanan karirnya pun dimulai. Lebih lengkapnya silahkan baca bukunya.

3 Pelajaran Hidup Dari Kisah Nadiem Makariem

Seperti kita lihat. Sekolah membentuk Nadiem Makarim. Tetapi itu tidak berarti orang yang tidak sekolah tidak berpeluang untuk sukses. Seperti kata Nadiem, “semua orang punya ceritanya masing-masing.”

Kebetulan dirinya menempuh jalur pendidikan di sekolah-sekolah terbaik, dan kemudian bertemu dengan orang-orang terbaik.

Melalui buku ini, saya menangkat setidaknya ada tiga pelajaran penting yang bisa kita petik dari kisah hidup seorang Nadiem Makarim.

1. Support dan Dukungan Orang Tua adalah Pendidikan Karakter Utama Bagi Seorang Anak.

Seperti kita baca, Nadiem besar dari keluarga kaya dan berpendidikan. Ayahnya adalah seorang konsultan hukum terkemuka di Indonesia kala itu. Bahkan disaat Indonesia masih sangat jarang orang yang bisa kuliah, Nono Makarim, ayah Nadiem, sudah menyelesaikan pendidikan sebagai Master of Law, dari Harvard Law School.

Ibunya sendiri adalah seorang penulis lepas, putri dari Hamid Algadri, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia.

Dengan orang status sosial orang tua yang sedemikian adalah wajar jika sejak kecil Nadiem telah menunjukkan bakat-bakat kreatifitasnya. Pendidikan dan pengjaran yang didapat dari orang tuanya, adalah bekal awal Nadiem menapaki kehidupan dunia ini.

Pun, kemampuannya untuk beradaptasi dengan orang-orang dari seantero dunia.

Tak bisa ditampik, orang tua yang cerdas akan membentuk anak-anak yang cerdas pula. Membentuk SDM Unggul, dimulai dari pendidikan keluarga yang unggul.

2. Lingkungan Pendidikan Yang Terbaik, Melejitkan Potensi Terbaik Seorang Anak

Tak bisa berhenti hanya pada orang tua, tetapi kualitas pendidikan yang maknyus, kelak akan mengeluarkan potensi terbaik seorang anak.

Dari SD sampai kuliah di Harvard Business School, Nadiem bukan hanya belajar ilmu pengetahuan dan sains, tetapi juga mengsah kecerdasan emosionalnya. Yang memang dipercaya memiliki peran paling besar dalam kesuksesan seseorang.

Sekolah SMPnya misalnya di Amerika, menganut sistem pendidikan The Dalton Plan. Ada 3 ciri utama sistem pendidikan ini.

  1. Mengembangkan mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat seorang murid. (bukannya memaksa murid untuk pintar di semua mata pelajaran).
  2. Mengasah skill social dan kemampuan beradaptasi seorang murid
  3. Mengasah kemampuan untuk peka melihat masalah, dan menemukan solusi kreatif.

Belum lagi di sekolah-sekolah lain seperti United World College of South East Asia di Singapura, sekolah independen anggota united wolrd college (UWC) yang menyediakan pendidikan Kโ€“12 yang terdiri dari lima unsur berhubungan: akademik, aktivitas, pendidikan luar ruangan, pendidikan pribadi dan sosial, dan layanan.

Jadi sejatinya sekolah tidak melulu soal mata pelajarannya, tetapi seperti kata Nadiem, “It’s not about the education, but the environtment.” Ya, suasana belajar dan berkompetisi yang sehat diantara para mahasiswa HBS, juga diceritakan adalah hal penting yang sangat berperan dalam kesuksesan Nadiem di Gojek.

3. Sinergi dengan orang-orang terbaik.

Di HBS-lah Nadiem bertemu dengan banyak orang-orang hebat yang kelak membantunya dalam gojek, sebut saja Aldi Haryopratomo, Kevin Aluwi dan masih banyak lagi. Sebelumnya juga ada Michaelangelo Moran. Bahkan di HBS juga ia bersahabat dengan Anthony Tan, founder Grab. Saingan Goje hari ini.

Sinergi dengan teman-teman inilah semua yang mensupport Nadiem dalam membangun Gojek.

(Review Buku) NADIEM MAKARIM. Dan 3 Inspirasi Sukses Yang Layak Dipetik 2
Aldi Haryopratomo, Sahabat Nadiem CEO Go-Pay

Di suatu kesempatan, Nadiem pernah berkata, “Saya selalu mengajak mentor-mentor saya dulu untuk membantu saya di Gojek.”

Itulah kekuatan sebuah sinergi. Bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan. Dengan keahlian dan kemampuan masing-masing.

Kesimpulan

Overall, buku ini berasil melukis kisah hidup Nadiem Makarim di imajinasi kita. Lengkap dengan spirit yang perlu dipelajari. Narasi yang dilukiskan sangat kuat sehingga seakan-akan kita terbawa dengan cerita yang diuraikan.

Presentasi juga sangat apik, lengkap dengan foto-foto pendukung untuk semakin memperjelas gambaran visual dari cerita tersebut.

Kekurangannya masih terdapat banyak typo di sana-sini.

Tapi secara umum, saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca dan dipelajari.

Sekian, semoga berguna. Semoga menggugah.

Author

Blogger & content writer. Menulis seputar bisnis, marketing, personal growth, konten marketing, career dan hal-hal menarik lainnya. Suka ke warung kopi. Tapi tak begitu suka kopi.

Write A Comment

error: Content is protected !!