Insan bumi mandiri

Sebuah perubahan selalu bergerak dari dalam keluar. Sebab kekuatan terbesar justru adalah kekuatan dari dalam. Kita bisa bersandiwara sebagaimanapun, namun jika apa yang ada di dalam tubuh ini rapuh, maka semua pasti akan ambyar’ pada waktunya.

Apalagi jika tubuh itu bernama Indonesia. Sebuah Negara besar dengan berjuta suku dan daerah. Negeri yang kaya raya ‘gemah ripah loh jinawi’ ini, juga perlu dibangun dari dalam. Lebih dalam lagi, ke pedalaman.

Pedalaman adalah akar sebuah negeri menyerap saripati kebijaksanaan. Pedalaman seperti buku tua yang penuh kalimat magis tentang kehidupan. Rumah yang menaungi setiap anggota keluarga dengan nyaman.

Singkatnya, pedalaman adalah khazanah kekayaan suatu bangsa. Tak ubahnya mahkota seorang raja, selendang para permaisuri.

Kemarin kita masih ingat, foto seorang gadis jelita bermata biru yang viral di media sosial. Ternyata, itu adalah potret suku Lingon, ras pedalaman yang hidup di belantara Halmahera. Garis mata biru “bule” itu, sontak mengejutkan banyak orang.

suku lingon

Belum lagi kita bicara cantiknya pulau mentawai, di pedalaman sumatera barat sana. Atau tentang elok rupa Gili Laba di pelosok Nusa Tenggara Timur itu. Serta sejuta ragam keindahan alam dan budaya pedalaman Indonesia lainnya.

Pedalaman adalah potensi besar.

Sayang seribu sayang. Tak sedikit masyarakat pedalaman Indonesia justru berkubang dalam lumpur keterbatasan. Minimnya perhatian, akses dan infrastruktur kehidupan bikin orang-orang itu kesulitan. Bahkan hanya untuk sekedar makan, minum, berobat atau menempuh pendidikan.

Akses yang sulit itu pula, membuat banyak orang urung niat mengulurkan tangan.

Memang membangun pedalaman tak semudah main ‘gaple’. Butuh dedikasi dan komitmen yang tak kalah dari baja untuk melakukannya.

***

Menyadari khazanah dan “jeritan” pedalaman itu, Insan Bumi Mandiri, sebuah lembaga filantropi dari Bandung, berkomitmen untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di pedalaman indonesia.

Selama 4 tahun berdiri, tak terperi sumbangsih yang telah dibagi kepada ribuan masyarakat nun jauh di sana. Infrastruktur sosial, sanitasi, pendidikan, pengobatan hingga transportasi.

Sejuta senyum dan asa dari pedalaman akan kita kulik sebagai refleksi 4 tahun Insan Bumi Mandiri, mengukir jejak kebaikan di bilik terdalam negeri.

Sejurus Tentang Insan Bumi Mandiri (IBM)

tentang insan bumi mandiri

Lahir di Bandung, sejak februari 2016 silam, Insan Bumi Mandiri, sejak awal berkomitmen untuk membangun Indonesia dari Pedalaman Indonesia Timur, seperti Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat dan Sulawesi. Selama 4 tahun itu, IBM telah menyalurkan sumbangan bantuan ke berbagai pelosok dan dirasakan manfaatnya oleh ribuan masyarakat.

Adapun program donasi yang diberikan beragam macamnya, mulai dari pembangunan masjid dan rumah ibadah, sanitasi kesehatan, sekolah, bantuan pengobatan hingga infrastruktur seperti jembatan dan sumur air bersih.

IBM mengumpulkan dan menyalurkan dana dari para donator dengan sistem crowdfunding. Artinya donasi yang diberikan terikat terhadap campaign yang dipilih masing-masing donatur.

Para donator, yang biasa disebut #SahabatPedalaman, bisa memilih untuk memberikan donasi kepada program campaign yang ada dan tertera di website Insan Bumi Mandiri. Segala progres pun bisa dipantau melalui website tersebut.

website insan bumi mandiri

Hingga hari ini, tercatat sudah 5.693 orang menjadi bagian dari Sahabat Pedalaman. Terbagi ke dalam 417 program donasi. Serta sudah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 49.000 penerima manfaat.

Program Campaign Rutin

Selain program regular yang bisa anda pilih, Insan Bumi Mandiri juga memiliki program rutin tahunan yang juga berfokus membantu masyarakat pedalaman. Program rutin itu antara lain, program Ramadhan di Pedalaman dan Qurban di Pedalaman.

Melalui program Ramadhan di Pedalaman, IBM mengajak #sahabatpedalaman untuk turut serta merasakan suasana berbuka puasa di pedalaman, program mudik gratis, berbagi THR sampai membangun masjid untuk keperluan ibadah di bulan suci.

qurban di pedalaman bersama insan bumi mandiri

Selain itu, ada juga program rutin Qurban di Pedalaman. Potensi pergerakan ekonomi masyarakat melalui Qurban juga tak disia-siakan agar manfaat itu juga dirasakan oleh masyarakat pedalaman. Mulai dari pembelian dan pemotongan hewan qurban langsung dari peternak lokal, hingga distribusi merata untuk seluru masyarakat di pedalaman tersebut. Dengan pola ini, lebih dari 12.000 masyarakat pedalaman dapat merasakan manfaat daging qurban setiap tahun.

Program Strategis

Program strategis dimaksudkan untuk membantu memberdayakan ekonomi dan UKM di daerah pedalaman. Melalui kerjasama strategi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah dan swasta, diharapkan dengan program ini pergerakan ekonomi di pedalaman bisa lebih maju.

Salah satu diantaranya adalah program tenun.in di Kelurahan Moru, Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Meski dinyatakan sebagai salah satu daerah termiskin di Indonesia, NTT ternyata menyimpan beragam potensi menarik yang tak kalah dengan daerah lain. Salah satunya adalah kerajinan tenun, suku Kai, di Alor. Siapa sangka, tenun khas suku kai, ternyata menyimpan nilai estetika yang sangat tinggi.

Namun sayang, kurangnya perhatian terhadap para pengrajin ini, membuat pasar mereka masih sebatas di situ-situ saja. Di Alor belum ada sentra tenun yang menaungi dan memberdayakan hasil karya tenun. Padahal jika dikelola dengan baik, bisa-bisa ini menjadi komoditi ekspor bernilai mahal.

program tenun.in diprakarsai insan bumi mandiri

Bersama pemerintah setempat, dan pihak swasta, Insan Bumi Mandiri memprakarsai tenun.in, sebagai wadah untuk membantu para pengrajin tenun dalam hal inovasi dan pemasaran produk.

Dengan program ini, para pengrajin dan penjahit akan mendapat pelatihan inovasi (skill coaching) berupa inovasi kain tenun berupa outer, blanket, gelang dan headband dan bentuk inovasi produk lainnya, diberikan juga pelatihan digital marketing, dan pengelolaan usaha serta pendampingan selama program berlangsung.

Tercatat lebih dari 30 pengrajin tenun yang sudah bergabung, juga para penjahit yang akan memproduksi berbagai produk olahan tenun, serta sejumlah tim yang diproyeksikan sebagai tim pemasaran nantinya,” Ungkap Ridwan Hilmi, Direktur Insan Bumi Mandiri, dilansir industry.co.id.

Senyum Itu Kembali Merekah, Asa itu Kembali Membuncah

Melalui berbagai program-program itulah, jutaan masyarakat pedalaman merasakan manfaat nyata. Senyum bahagia mereka kembali merekah. Jutaan asa yang sempat terputus, kini kembali membuncah.

Mimpi anak-anak pedalaman seperti Jihan anak yatim dari Desa Lanta, Kec. Lambu, Kab. Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ingin menjadi dokter lebih mungkin terwujud. Sebelumnya, ia harus membantu ibunya yang keterbelakangan mental menjadi buruh cuci. Dari situ, ia menabung 1000 rupiah per hari demi cita-citanya menjadi dokter.

Saat ini campaign untuk membantu Jihan masih terus digalakkan. Kita berharap, kelak dari pedalaman NTB, lahir seorang dokter hebat, yang bukan hanya cerdas tetapi juga berdedikasi tinggi dan punya kepekaan sosial yang dalam.

Mengukir Senyum dan Sejuta Asa Indonesia Dari Bilik Terdalam 1

Sementara cita-cita Jihan terus disemai, masyarakat mualaf Desa Karomba, di Kab. Pinrang, Sulawesi Selatan, kini sudah bisa menikmati shalat berjamaah di masjid yang dibangun untuk mereka dari donasi para #SahabatPedalaman melalui Insan Bumi Mandiri.

Meski pembangunnya belum sepenuhnya selesai (sekitar 60%), tapi senyum kebahagiaan warga tampak begitu nyata. Masjid yang diimpikan kini telah digunakan, meski masih berlantai kasar. Keteguhan iman mereka pada akhirnya berbuah indah. Masjid yang layak pakai sebentar lagi rampung.

pembangunan masjid mualaf di karomba, pinrang sulawesi selatan

Senyum kebahagaian yang sama juga dirasakan Putri. Penderita Facial Cleft dari kampung Cengal, Kab. Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel). Pasalnya berkat donasi dari para #SahabatPedalaman, operasi wajah Putri kini telah dimulai februari ini.

Operasi Putri akan dilakukan dalam 2 tahap. Operasi pertama untuk perbaikan wajah. Sementara operasi selanjutnya pada perbaikan gigi dan geraham. Semoga Putri bisa kembali ceria dan menikmati masa-masa indah bermain bersama teman seusianya.

putri penderita facial cleft

Cerita lain datang dari masyarakat Wae Tulu di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Perjuangan warga selama ini untuk berjalan puluhan kilometer memboyong jerigen demi mencari sumber mata air, kini telah usai.

Berkat kerja keras dari para relawan Insan Bumi Mandiri dibantu dengan masyarakat setempat, pipa besar yang menghubungkan mata air dengan pemukiman penduduk telah berhasil terpasang. Masyarakat Wae Tulu, tak lagi perlu berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih.

warga wae tulu dapat pasokan air bersih

Kalau buat kita ungkapan, “Sumber air so deka, kaka” sekedar jadi kalimat hiburan, buat mereka kalimat itu adalah kehidupan. Sebuah asa untuk menghidupi kebutuhan keluarga. Tak muluk-muluk, mereka hanya ingin mandi, memasak dan mencuci pakaian.

***

Semua kisah ini, dan ribuan kisah indah lainnya adalah bukti nyata bahwa bersama, memang kita bisa. Membangun Indonesia dari bilik terdalamnya. Perubahan bisa kita wujudkan dari hal-hal paling sederhana sekalipun.

Empat Tahun Insan Bumi Mandiri telah mengukir jejak-jejak kebaikan di pelosok-pelosok negeri ini. Membangun mimpi dan harapan yang tak tahu ke mana musti diawali. Mengangkat beban berat dan sekat yang membatasi. Menoreh senyum bahagia yang tak terperi. Insan Bumi Mandiri, berjuang bertaruh raga, demi menyentuh orang-orang jauh yang selama ini tak tersentuh. Memberdayakan masyarakat yang tak berdaya. Sebuah dedikasi yang layak berbalas surgawi.

Mari, menjadi bagian dari #SahabatPedalaman

Niat baik dan komitmen semacam ini, seyogyanya didukung tanpa henti. Percaya saja, apa yang kita lakukan akan berbuah manis. Meski buah itu baru bisa dirasakan kelak. Tapi bagi mereka, saudara kita di pedalaman, itu semua bak oase ditengah padang gurun. Lebih dari cukup untuk membangunkan spirit dari bilik hati-hati mereka, untuk menjalani hidup yang lebih bermartabat.

Karena itu, mari menjadi bagian dari para penebar senyum itu. Mari membangun bangsa dari bilik terdalam. Mari memanen amal jariyah dari donasi ke saudara kita di pedalaman. Siapapun anda, kita bisa menjadi bagian dari pembawa perubahan. Siapapun anda bisa menjadi #SahabatPedalaman.

Kesimpulan: Refleksi 4 Tahun Insan Bumi Mandiri, Jejak Kebaikan di Pedalaman

Hari ini, adalah ulang tahun keempat Insan Bumi Mandiri. Lembaga Filantropi itu, telah menebar manfaat ke lebih dari 49.000 manusia di pedalaman. Dan akan terus berkomitmen menjadi ujung tombak dalam membantu masyarakat dari segi pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan maupun berbagai aspek lain yang dibutuhkan.

Segala kebaikan, keistimewaan dan nilai luhur orang-orang pedalaman bisa kita teguk hanya dan hanya jika mereka—orang-orang pedalaman itu—berdaya dan berasa.

Dan itu semua adalah tanggung jawab kita bersama. Karena kita adalah saudara. Kita adalah Indonesia.

Sekian, semoga berguna. Semoga menggugah.

***

Nb. Artikel ini diikutsertakan pada Insan Bumi Mandiri Blog Competition 2020, yang bertema “Refleksi 4 Tahun Insan Bumi Mandiri: Jejak Kebaikan di Pedalaman Indonesia.”

Sumber rujukan:

  1. #1. website www.insanbumimandiri.org
  2. #2. https://id.wikipedia.org/wiki/Insan_Bumi_Mandiri
  3. #3. https://www.industry.co.id/read/45457/angkat-potensi-lokal-insan-bumi-mandiri-luncurkan-program-pemberdayaan-tenun-di-alor-ntt
Author

Blogger & content writer. Menulis seputar bisnis, marketing, personal growth, konten marketing, career dan hal-hal menarik lainnya. Suka ke warung kopi. Tapi tak begitu suka kopi.

Write A Comment

error: Content is protected !!