5 Strategi Mengelola Emosi Negatif di Tahun 2020 1

Mengelola emosi negatif – Kita baru saja menginjak awal tahun 2020. Di dunia bisnis, dekade 2020 adalah awal baru dari generasi AI (Artificial Intellegence) akan makin berdampak pada sektor bisnis.

Namun meski begitu tidak berarti fungsi mind technology manusia menjadi terpinggirkan. Hanya saja peran “human mind” akan kian di-challenge demi menghadapi disrupsi dari “robotic mind“.

Karena itu, penting kiranya untuk selalu mempertajam human mind kita. Walau bagaimana pun, akan ada selalu sentuhan seni dan personalitas dari human mind yang tak bisa tersentuh oleh Artificial Intellegence (AI).

Salah satu cara untuk meng-enhance kita punya mind adalah dengan membebaskannya dari belenggu emosi negatif.

Nah, tulisan kali ini kita akan mengulik tentang bagaimana pengaruh emosi negatif terhadap pemberdayaan pikiran, serta cara-cara apa yang layak ditempuh untuk mengelola segala emosi negatif itu?

Terutama memasuki dekade Artificial Intellegence (AI), Blockchain, Internet of Thing (IoT) ini. Agar kita tidak menjadi bagian yang akan terdisrupsi oleh keberadaan era baru ini.

Peran Emosi Negatif Terhadap Kesehatan Mental

Apakah emosi negatif itu selalu buruk?

Banyak study yang berusaha mengungkap tentang emosi negatif ini. Terutama perannya dalam kesehatan mental seseorang. Sebuah artikel di positivepsychology.com mengungkapkan beberapa study yang pernah dilakukan, ternyata menyimpulkan bahwa emosi negatif tidak selamanya buruk.

Schwarz and Clore (1996), melakukan penelitian tentang “emosi sebagai pusat informasi” tubuh yang menjelaskan peran emosi dalam mempengaruhi kita mengambil keputusan tentang lingkungan kita.

Justru, emosi –baik positif maupun negatif– adalah suatu mekanisme normal yang ada di dalam tubuh kita untuk memberikan kita informasi bahwa ada sesuatu yang terjadi dalam diri kita. Emosi negatif adalah alarm bahwa ada yang tidak beres.

Kemarahan, ketakutan, frustasi dan kecemasan adalah jenis emosi negatif yang umum dirasakan orang, meskipun banyak orang yang berusaha menghindarinya. Kondisi ini, bisa memberikan tekanan terhadap tubuh dan pikiran. Jika berlebihan, akan menyebabkan masalah kesehatan. Karena menciptakan perasaan insecure, maka wajar jika orang berusaha untuk menghindarinya.

Lebih kerap, emosi negatif ini berguna sebab bisa mengirimi kita pesan. Kemarahan dan kecemasan, misalnya, memberikan signal bahwa ada yang sedang tidak beres, dan perlu segera ditangani. Perasaan takut, adalah petunjuk agar kita meningkatkan keamanan diri dan lebih waspada. Dendam memotivasi kita untuk segera memperbaiki hubungan kita dengan orang lain. Begitupun frustrasi dan berbagai jeni emosi lainnya.

Intinya, emosi negatif ada untuk memberitahu kita bahwa kita harus segera bertindak untuk mengubah keadaan.

Mengelola Emosi Negatif

Nah, mengelola emosi, tidak berarti menghilangkannya. Atau menolak diri untuk merasakannya.

Sebab walau bagaimanapun emosi negatif adalah hal normal dalam diri kita.

Memang adalah hal yang wajar ketika kita berusaha menghindari sesuatu yang membuat kita merasa tidak nyaman. Itu reaksi normal. Akan tetapi, mereka yang berhasil justru adalah yang mampu menggunakan emosi negatif itu untuk membantunya menjadi lebih baik dan bertumbuh.

Mengelola emosi negatif berarti menerima fakta bahwa kita merasakan sesuatu yang membuat kita tidak nyaman, berusaha mengenali penyebabnya, kemudian menangkap pesan yang dikirim dibalik emosi negatif tersebut.

Mengelola emosi negatif juga berarti, tidak membiarkan emosi negatif itu mengontrol hidup kita. Membuat kita bereaksi secara emosional tanpa pertimbangan rasional.

5 Strategi Mengelola Emosi Negatif

Di dalam hipnoterapi, kita meyakini bahwa emosi, baik negatif maupun positif, adalah cara pikiran bawah sadar berkomunikasi dengan kita. Jika tidak segera ditanggapi, maka akan berakibat pada kesehatan mental dan fisik kita lebih jauh.

Perlu dipahami bahwa tubuh, pikiran dan jiwa adalah satu kesatuan di dalam diri kita yang saling terhubung satu dengan yang lainnya. Dengan mengubah salah satunya, maka part yang lain juga akan ikut berubah.

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengelola emosi negatif kita.

  1. Terima emosi negatif sebagai bagian normal dari tubuh. Pahami pula bahwa emosi negatif ini baik, dan ada sesuatu yang perlu segera ditangani.
  2. Akses kondisi ketenangan. Dalam kondisi ini sangat penting untuk tidak panik. Sebab panik akan merusak kemampuan anda untuk memahami pesan dari emosi negatif ini. Inilah yang kemudian menyebabkan banyak orang gagal mengelola emosi negatifnya, dan berujung negatif pula.
  3. Pelajari emosi negatif anda. Ada 3 hal yang perlu anda perhatikan di sini. Pertama, Penyebab emosi negatif itu muncul. Kedua, pesan apa yang dibawanya. Dan ketiga, kemana pikiran bawah sadar mengarahkan fokus anda. Anda tidak perlu bertanya bagaimana caranya. Karena ini reaksi bawah sadar, biasanya semua jawaban pertanyaan diatas akan muncul dengan sendirinya. Dalam hal ini penting untuk benar-benar anda dalam keadaan tenang dan damai.
  4. Re-frame emosi negatif anda. Setelah jawaban ketiga pertanyaan diatas muncul, maka kini saatnya anda untuk memberi arti terhadap semua situasi ini. Anthony Robbins, mengatakan segala sesuatu tidak ada artinya sebelum kita memberinya arti. Nah coba berikan arti positif terhadap pengalaman anda ini. Misalnya, “stress dan nerves yang saya alami ini artinya saya peduli dengan pekerjaan saya, dan saya akan memberikan yang terbaik. Sehingga dengan semua ini saya akan semakin mudah meningkatkan karir dan pekerjaan saya.”
  5. Bertindak. Lakukan apa yang harus anda lakukan. Salah satu manfaat emosi negatif adalah menjaga fokus pikiran kita terhadap suatu hal yang benar-benar penting untuk dilakukan. Secara otomatis, fungsi-fungsi tubuh yang lain akan diminimalisir, sehingga kita bisa fokus bekerja. Contohnya, ketika kita sedang cemas, maka sangat jarang kita merasa lapar. Itu karena mekanisme biologis dan kimiawi tubuh bekerja mengarahkan fokus pikiran kita.

Kesimpulan

Emosi negatif adalah mekanisme yang normal dalam tubuh. Meskipun namanya negatif, tapi bukan berarti ia selamanya negatif. Jika dikelola dengan baik, kita bisa memahami pesan yang disampaikan oleh pikiran bawah sadar melalui emosi negatif tersebut. Dengan begitu emosi negatif kita akan sangat berperan penting membantu kita menjadi lebih baik.

Sekian, semoga berguna. Semoga menggugah.

Author

Blogger & content writer. Menulis seputar bisnis, marketing, personal growth, konten marketing, career dan hal-hal menarik lainnya. Suka ke warung kopi. Tapi tak begitu suka kopi.

Write A Comment

error: Content is protected !!