5 Kesalahan Fatal Bangun Personal Branding di Media Sosial (dan Solusi Praktisnya!)

Kesalahan Fatal Bangun Personal Branding

Kenapa banyak orang gagal membangun personal branding di media sosial? Mungkin karena masih melakukan 5 Kesalahan Fatal Bangun Personal Branding ini!

Gimana rasanya? Udah rajin bikin konten, jualan produk lewat Instagram atau TikTok tiap hari, tapi sepi pembeli. Engagement cuma dari emak-emak grup arisan yang komen, “Mahal, Bang…” atau “Ditunggu next diskonnya ya!” 🙃

Banyak pebisnis UMKM frustrasi: ‘Sudah rajin posting tiap hari, tapi kok sepi pembeli?‘. Daripada langsung nyalahin algoritma media sosial, mending cek dulu—jangan-jangan personal brandingmu yang ‘kering’ bikin audiens kabur!

Faktanya, personal branding bisa sangat mendongkrak keberlangsungan bisnis. Sebuah study yang dilakukan Telkom University, menunjukkan personal branding owner terbukti meningkatkan brand awareness bisnis hingga 37,9%.

Nah, artikel ini bakal bocorin 5 Kesalahan Fatal Bangun Personal Branding yang bikin bisnismu kayak “silent player” di medsos—plus solusi praktisnya.

Baca sampai habis, karena ini bukan teori marketing textbook, tapi playbook yang langsung bisa kamu eksekusi besok pagi.

Gak percaya? Coba aja dulu, nanti kalau bisnismu rame, traktirin saya kopi! ☕

1. Terlalu Fokus Jualan, Lupa Bangun Koneksi

Bayangin kamu baru kenalan sama seseorang, dan tiba-tiba dia langsung nawarin produk ke kamu tanpa basa-basi. Rasanya aneh, kan? Nah, itu juga yang terjadi kalau kamu terlalu sering jualan tanpa membangun hubungan dengan audiens.

Banyak orang berpikir, “Kalau nggak jualan, gimana bisa dapat pelanggan?” Masalahnya, orang nggak suka dijuali. Mereka lebih suka beli dari seseorang yang mereka percaya. Sebuah studi dari Nielsen menunjukkan bahwa 92% konsumen lebih percaya rekomendasi dari orang yang mereka kenal dibandingkan dengan iklan.

Tujuan bangun personal branding itu bukan buat jualan secara langsung. Tapi buat bikin orang “trust” atau percaya dengan kita.

Kalo dia udah trust, maka urusan closing, itu gampang!

Solusinya:

  • Jangan cuma posting jualan, tapi juga berbagi cerita, pengalaman, atau insight yang relevan.
  • Bangun interaksi dengan audiens lewat komentar, DM, atau live session.
  • Pakai teknik soft-selling: edukasi dulu, jualan belakangan.

Baca juga: 7 Jenis Konten Instagram untuk UMKM Agar Jualan Makin Laris!

2. Meniru Orang Lain, Kehilangan Autentisitas

Eh, konten dance TikTok lagi ngehits nih, aku harus ikutan biar diliat!” — STOP! Gini-gini nih yang bikin personal brandingmu jadi kayak bajakan. Kalau bisnis jualan alat kebugaran, tapi kontennya ikut-ikutan challenge ala beauty influencer, ya audiens bingung: ini akun jualan apa sih?

Contoh, ada coffee shop lokal yang ikutin tren dance TikTok dengan gaya ala-ala K-pop, tapi kontennya cuma joget biasa di depan tokonya tanpa ada kaitannya dengan produk kopi. Hasilnya? Views emang naik karena algoritma suka konten viral, tapi engagement-nya datar. Sales juga gak berdampak apa-apa.

Ingat: Authenticity is the new currency. Orang sekarang bisa ngeh kalau kamu cuma ikut tren tanpa relevansi. Mending fokus ke keunikan bisnismu sendiri. Misal, kalau jualan kopi, bikin konten “Ngobrol Santai dengan Petani Kopi Lokal“—lebih berkesan kan?

Sebuah penelitian dari Harvard Business Review menyebutkan bahwa personal branding yang otentik memiliki peluang 3x lebih besar untuk membangun loyalitas dibandingkan dengan yang terlihat “palsu”. Jadi, kalau kamu merasa nggak berkembang, bisa jadi karena kamu belum benar-benar menunjukkan sisi unikmu sendiri.

Solusinya:

  • Kenali apa yang membuat kamu berbeda. Apa nilai yang ingin kamu bawa?
  • Jangan takut berbagi pengalaman pribadi, termasuk kegagalan dan tantangan yang pernah kamu hadapi.
  • Kembangkan gaya komunikasi yang sesuai dengan kepribadianmu sendiri.

Baca juga: DNA Personal Branding: 3 Fondasi Bangun Personal Branding Yang kokoh

3. Selalu Mau Sempurna dalam Posting Konten

Aku mau posting, tapi takut gak bagus.”

Ini adalah jebakan perfeksionisme yang bikin banyak orang nggak berkembang di media sosial. Masalahnya, kalau kamu menunggu konten yang 100% sempurna, kamu bakal ketinggalan momentum.

Media sosial itu dunia yang serba cepat. Kalau nunggu sempurna, bisa jadi keduluan kompetitor dalam merebut perhatian audiens.

Saya punya prinsip: daripada PERFECT lebih baik GROW!

Konsisten posting aja dulu! Sambil belajar sambil bertumbuh. Tunjukkan keaslian apa adanya. Itulah personal branding yang benar.

Solusinya:

  • Terapkan mindset “GROW is better than PERFECT”.
  • Fokus pada value yang bisa diberikan ke audiens, bukan hanya tampilan visual.
  • Kalau masih ragu, buat konten versi awal, posting dulu, lalu perbaiki berdasarkan feedback.

Baca juga: 5+ Elemen Penting Untuk Menjadi Seorang Expert

4. Gak Konsisten Posting, Muncul Tenggelam

Pernah lihat akun yang awalnya aktif banget, lalu tiba-tiba hilang berbulan-bulan? Begitu mereka muncul lagi, audiensnya udah pindah ke akun lain. Konsistensi itu kunci, bro!

Menurut Neil Patel, membangun engagement di media sosial membutuhkan konsistensi. Akun yang posting secara konsisten, meskipun kontennya belum sempurna, memiliki pertumbuhan engagement lebih tinggi dibandingkan yang jarang posting karena menunggu konten yang “sempurna”.

Solusinya:

  • Buat kalender konten minimal 1 bulan ke depan.
  • Manfaatkan fitur schedule post di Instagram atau pakai tools seperti Buffer dan Hootsuite.
  • Jangan hanya bergantung pada mood. Jadikan posting sebagai habit.

Baca juga: 7 Tools Gratis untuk Bikin Konten Lebih Cepat-Mudah

5. Cuma Posting, Tapi Gak Interaksi

Ini kesalahan yang paling sering terjadi. Mengira media sosial seperti papan iklan. Posting trus tinggal—gak peduli ada yang komen atau DM.

Padahal, 80% audiens lebih mungkin beli kalau pemilik bisnis respon cepat dan ramah di kolom komentar. Sebuah laporan dari HubSpot menunjukkan bahwa akun yang aktif berinteraksi dengan audiens memiliki tingkat engagement lebih tinggi dibandingkan dengan yang hanya posting tanpa berinteraksi.

Jadi kalau kamu cuma posting tapi nggak pernah balas komentar atau DM, jangan heran kalau engagement-mu rendah.

Solusinya:

  • Selalu balas komentar dan DM dengan cepat dan tulus.
  • Pakai fitur interaktif seperti polling, Q&A, dan live.
  • Luangkan waktu minimal 15-30 menit per hari untuk engage dengan audiens.

Baca juga: 5 Cara Mencari Ide Konten Media Sosial untuk Perusahaan

Kesimpulan: Yuk, Hindari 5 Kesalahan Fatal Bangun Personal Branding ini!

Membangun personal branding yang kuat di media sosial bukan soal siapa yang punya follower terbanyak, tapi siapa yang bisa membangun kepercayaan dan koneksi dengan audiensnya.

Hindari 5 Kesalahan Fatal Bangun Personal Branding ini:

  1. Terlalu fokus jualan tanpa membangun koneksi.
  2. Meniru orang lain, sehingga kehilangan autentisitas.
  3. Perfeksionisme berlebihan yang menghambat progres.
  4. Tidak konsisten posting, bikin audiens lupa.
  5. Hanya posting tanpa interaksi, yang menyebabkan engagement rendah.

Mulai sekarang, yuk, evaluasi strategi personal branding kamu dan terapkan langkah-langkah di atas. Dengan konsistensi dan pendekatan yang tepat, personal branding kamu akan semakin kuat dan berdampak! 🚀

Tinggalkan komentar