
Komunikasi yang baik adalah bagian terpenting dalam pekerjaan setiap marketer. Istilahnya adalah marketing communication.
Lantas, apa itu marketing communication sebenarnya?
Marketing communication, atau sering disebut Marcom, adalah cara sebuah bisnis atau brand menyampaikan pesan kepada pelanggan melalui berbagai media seperti iklan, public relation (PR), email, media sosial, dan lain sebagainya.
Jika dilakukan dengan benar, ini akan meningkatkan brand awareness, membangun trust, dan meningkatkan penjualan dari sebuah bisnis.
Nah, di artikel ini kita akan membahas tentang apa itu marketing communication, apa saja peran dan fungsinya, elemen-elemen penting di dalamnya, hingga bagaimana step-by-step membuat kampanye marketing communication yang efektif.
Yuks!
Apa Itu Marketing Communication?
Menurut camphouse, marketing communication adalah cara bisnis menyampaikan pesan brand mereka kepada pelanggan. Ini mencakup segala hal mulai dari iklan, email, public relation (PR), konten marketing, hingga digital outreach.
Tujuannya bisa macam-macam tergantung kampanye apa yang akan Anda lakukan. Misalnya menginformasikan kalo kita baru aja launching produk baru, mempromosikan penjualan, promo, atau diskon, atau untuk membangun brand awareness jangka panjang.
Jadi penting untuk dipahami bahwa marketing communication bukan cuma tentang membuat kampanye pemasaran. Melainkan upaya menyeluruh dan terkordinasi (integrated marketing communication) di berbagai channel/platform agar bisa menyampaikan pesan yang tepat kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat. Jadi termasuk cara kita mendesain, nada, format, durasi, hingga tools seperti media sosial, SEO, email, dan lain-lain.
Baca juga: Riset Terbaru: Ternyata Begini Cara Menentukan Harga Jual Produk Biar Konsumen Mantap Beli!
Peran dan Tugas Marketing Communication
Marketing communication memainkan peran penting dalam cara bisnis terhubung dengan pelanggannya. Ini membantu meningkatkan awareness, membangun minat, hingga mendorong orang untuk melakukan tindakan—baik itu membeli produk, mendaftar layanan, atau sekedar mengingat brand tersebut.
Jika dilakukan dengan benar, hal ini menjaga konsistensi pesan di setiap platform, memperkuat brand identity, dan membangun trust dari waktu ke waktu.
Dan yang paling penting…
Marketing communication akan membangun hubungan yang baik dengan pelanggan. Caranya dengan berbagi konten, update, dan promo bermanfaat buat audience.
Baik itu kampanye PR, postingan media sosial, atau email langsung, setiap komunikasi membantu bagaimana customer melihat dan merasakan brand kita.
Tugas Marketing Communication
Secara praktis inilah tugas-tugas seorang marketing communication:
- Menyusun pesan brand (brand message)
Marketing communication bertugas merumuskan apa yang ingin disampaikan brand ke pasar. Bukan sekadar promosi, tapi pesan inti tentang nilai, solusi, dan positioning brand agar mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan audiens.
- Menghubungkan produk dengan audiens melalui komunikasi yang tepat
MarCom memastikan pesan brand disampaikan lewat channel yang sesuai, seperti media sosial, website, iklan, email, event, atau PR. Tujuannya satu: pesan sampai, dipahami, dan tidak salah persepsi.
- Menjaga konsistensi komunikasi brand
Semua komunikasi—mulai dari konten Instagram, caption, desain visual, sampai cara sales berbicara—harus selaras. Marketing communication memastikan brand punya satu suara, satu karakter, dan satu arah komunikasi.
- Mendukung penjualan tanpa terasa jualan
Marketing communication membantu proses marketing dan sales dengan cara membangun awareness, edukasi, dan kepercayaan. Ketika komunikasinya tepat, audiens tidak merasa dipaksa membeli, tapi merasa butuh.
- Membangun dan menjaga brand image
Bagaimana brand dipersepsikan publik sangat ditentukan oleh komunikasi. MarCom bertugas mengarahkan persepsi itu agar sesuai dengan nilai dan tujuan bisnis, termasuk saat menghadapi isu atau krisis.
Singkatnya, marketing communication bukan hanya soal promosi, tapi tentang bagaimana brand berbicara, bersikap, dan hadir di benak audiens secara konsisten dan bermakna.
Baca juga: 5 Mindset Wajib Entrepreneur untuk Sukses Membangun Bisnis
Jenis-jenis Marketing Communication
Marketing communication bisa dibuat dalam berbagai bentuk dan jenis. Di antaranya:
1. Iklan (Advertising)
Periklanan adalah salah satu bentuk markom yang paling kelihatan. Mencakup iklan TV, radio, media cetak, hingga digital ads.
Iklan sendiri bertujuan untuk menjangkau masyarakat dan menciptakan awareness terhadap suatu produk atau layanan. Periklanan menggunakan berbagai platform untuk menyampaikan pesan bisnis kepada pelanggan.
Iklan menjadi aspek penting dalam marketing mix, karena membantu perusahaan berkomunikasi dengna pelanggan secara efektif.
2. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Direct marketing adalah bentuk marketing yang menjangkau orang secara langsung. Misalnya lewat email, telemarketing, DM, atau pesan WhatsApp personal.
Tujuan utamanya untuk mendapatkan respon langsung dari pelanggan mengenai produk/layanan kita.
Menurut riset dari Hubspot, 77% marketer melaporkan bahwa direct marketing seperti email meningkatkan engagement dengan pelanggan lebih baik.
Kenapa?
Karena direct marketing itu bersifat personal dan tertarget. Ini membuat pesan yang disampaikan bisa lebih relevan dan langsung related dengna pelanggan ideal kita.
3. Digital Marketing
Digital marketing menggunakan semua platform onliine untuk mempromosikan produk/jasa kita. Seperti media sosial, search engine optimization (SEO), dan digital ads.
Digital marketing itu sangat efektif karena mampu menjangkau orang yang lebih luas dan spesifik dengan biaya yang lebih murah.
Sehingga marketer bisa berinteraksi dengan pelanggan baru dan mengukur efektivitas kampanye iklan secara real-time.
4. Public Relation (PR)
Public Relation berfokus membangun dan menjaga citra, reputasi, dan nama baik perusahaan di mata public. PR umumnya berhubungan dengan media untuk membuat siaran pers dan komunikasi public.
PR terbukti efektif menjaga brand image dan mengelola persepsi public. Hampir 48% team marketing percaya bahwa PR bisa mengembangkan growth sebuah bisnis.
Baca juga: Kenapa Produk Bagus Gagal di Pasaran? Ini 7 Penyebabnya!
5. Sales Promotion
Sales promotion adalah program jangka pendek yang dirancang untuk mendorong penjualan. Biasanya berupa diskon, promo, kupon, kontes, dan speasial offer seperti 12.12.
Sales promotion ini bertunjuan untuk merangsang penjualan langsung dan menarik pelanggan baru secara cepat. Ini biasanya dipakai sebagai pelengkap strategi marketing lain yang sangat ampuh.
6. Personal Sales
Ini adalah proses marketing communication dengan interaksi langsung antara sales dengan pelanggan. Bisa berupa face to face, door to door, phone, dll.
Ini adalah bentuk markom yang sangat personal dan efektif untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan. Kalo caranya bener, maka personal sales menjadi komponen kunci dalam mengubah prospek menjadi pelanggan setia.
7. Konten Marketing
Pemasaran konten adalah bentuk komunikasi marketing yang paling populer saat ini. Cara ini dengan membuat dan share konten-konten bermanfaat dan relevan bagi kebutuhan pelanggan. Bentuknya bisa berupa konten sosial media, artikel blog, video youtube, infografis, webinar, dan lain-lain.
Sebuat study dari Hubspot mengatakan bahwa brand yang fokus pada konten marketing seperti blogging bisa meningkatkan ROI 13 kali lipat dibanding brand yang tidak nge-blog.
Konten marketing bertujuan untuk memberiikan value kepada audience dan membangun otoritas brand di industrinya. Ini merupakan salah satu tools paling efektif yang digunakan banyak marketer untuk menarik dan mempertahankan pelanggan.
Baca juga: 7 Tren Konten Marketing di Tahun 2025 yang Wajib Marketer Tahu!
Integrated Marketing Communication
Integrated marketing communication adalah upaya untuk menyatukan dan mengintegrasikan semua jenis komunikasi pemasaran agar bisa bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain.
Dengan mengintegrasikan marketing communication perusahaan bisa menyampaikan pesan bisnis dengan konsisten dan lebih efektif di berbagai platform.
Integrated marketing communication membantu menciptkan brand experience (pengalaman brand) yang seragam bagi audience, sehingga lebih mudah mencapai tujuan bisnis.
Langkah-langkah Membuat Strategi Marketing Communication
Membuat dan mengimplementasikan marketing communication melibatkan beberapa langkah. Setiap langkah memastikan bahwa upaya pemasaran kita bisa efektif dan selaras dengan tujuan bisnis.
Nah, berikut step-by-step cara menerapkan strategi marketing communication:
Identifikasi Target Market
Memahami siapa target market dan apa yang mereka butuhkan adalah fondasi dari setiap strategi marketing yang sukses. Lakukan riset pemasaran untuk mengumpulkan informasi penting tentang demografi, preferensi, pain poin, dan perilaku (behaviour) pelanggan kita.
Ini akan sangat membantu kita dalam membuat dan merancang pesan atau kampanye marketing agar lebih efektif, menarik, dan tepat sasaran.
Baca juga: 4 Langkah Mudah Menentukan Target Audience Untuk Personal Branding
Tetapkan Goals yang Jelas
Tetapkan apa yang ingin dicapai dengan komunikasi marketing kita. Goals ini harus spesifik, measurable, achievable, relevant, dan time bound (SMART).
Baik itu membangun brand awareness, menghasilkan prospek, atau meningkatkan penjualan, tujuan yang jelas akan memandu strategi dan mengukur keberhasilan kita.
Pilih Channel Marketing yang Tepat
pilih channel/platform marketing yang tepat untuk menjangkau target audience. Kita juga bisa mengkombinasikan saluran offline dan online, digital maupun tradisional, seperti media cetak, kampanye pemasaran email, media sosial, dan surat langsung.
Setiap channel memiliki kelebihan dan cara kerjanya masing-masing. Jadi pilihlah yang paling sesuai dengan preferensi audience dan tujuan bisnis kita.
Rancang Pesan Marketing Anda
Langkah selanjutnya adalah merancang dan membuat pesan marketing yang jelas dan menarik bagi audience. Pesan ini harus meng-higlight value dan manfaat unik dari produk atau layanan kita. Bagaimana produk/layanan kita bisa mengatasi masalah atau kebutuhan target market kita.
Anda bisa menggunakan teknik copywriting atau storytelling agar pesan yang disampaikan lebih powerful.
Rencanakan Marketing Mix
Gunakan kombinasi berbagai saluran pemasaran untuk memaksimalkan jangkauan dan efektivitas kampanye. Inilah yang disebut dengan marketing mix.
Sebagai contoh, kita bisa menggabungkan email marketingn dengan kampanye media sosial serta media cetak untuk menciptakan pendekatan yang lebih beragam.
Tujuannya adalah agar semakin banyak titik kontak audience dengan brand kita sehingga pesan yang disampaikan bisa lebih mudah diterima.
Baca juga: 3 Strategi Komunikasi dalam Meningkatkan Penjualan, Rahasia Sales Sukses!
Buat Timeline
Susun jadwal aktivitas marketing Anda agar bisa memastikan komunikasi yang baik dan konsisten dengan pelanggan. Timeline yang rapi bisa membantu menjalankan kampanye dengan lebih rapi dan efektif.
Hal ini juga memastikan bahwa pesan yang disampaikan bisa tepat waktu, sehingga peluang diterima bisa lebih besar. Pertimbangkan tren dan momen-momen spesial yang ada untuk meningkatkan relevansi dan efektivitas komunikasi.
Ukur Hasil dan Monitoring
Terakhir, pantau kinerja marketing Anda dan atur strategi sesuai kebutuhan. Gunakan Key Performance Indikator (KPI) untuk mengukur keberhasilan marketing communication Anda.
KPI bisa berupa metriks convertion rate, engagement rate di media sosial, open rate untuk email, dan lain sebagainya.
Dengan membaca data-data metriks ini membantu kita mengidentifikasi apa yang berhasil dan apa yang perlu untuk ditingkatkan. Sehingga strategi marketing komunikasi kita bisa memberi hasil yang lebih baik.
Kesimpulan: Apa Itu Marketing Communication?
Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai apa itu marketing communication. Secara umum, marketing communication adalah semua cara dan bentuk komunikasi yang kita lakukan untuk menyampaikan pesan brand kepada pelanggan.
Nah, bagaimana pendapat atau pengalaman kamu terkait marketing communication ini?
Share di kolom komentar ya!

Edward Rhidwan adalah seorang trainer dan penulis. Selama 8 tahun terakhir ia banyak dipercaya oleh perusahaan, kementerian, BUMN, hingga universitas untuk melatih team dalam bidang komunikasi, marketing dan branding.
